KEDIRI, JP Radar Kediri—Setelah melakukan penghijauan mata air di Kota Kediri pada Selasa (23/1), hari ini giliran Kabupaten Kediri yang menjadi sasaran. Adalah Sumber Panguripan di Desa Manyaran, Kecamatan Banyakan yang jadi tujuan awal penghijauan mata air di Bumi Panjalu.
Penghijauan di kawasan Sumber Panguripan ini terasa istimewa. Sebab, menjaga dan melestarikan mata air di lereng Gunung Klotok ini jadi hal krusial. Khususnya bagi warga setempat. Itu tak terlepas dari fakta bahwa sudah sejak lama air dari sumber ini dialirkan ke ratusan rumah warga di Dusun Ngesong, Desa Manyaran.
“Ini merupakan upaya kami menggugah kesadaran masyarakat agar mau melestarikan mata air yang menjadi sumber penghidupan orang banyak ini,” ujar Ketua Pelaksana Ekspedisi Penyelamatan Mata Air dan Penghijauan Jawa Pos Radar Kediri Andhika Attar.
Kepala Dusun Ngesong Dio Solianto menyebut, sedikitnya ada 210 jiwa yang bergantung pada Sumber Panguripan. Sangat sedikit rumah tangga yang memiliki sumur bor sendiri. Di pusat mata air yang berada di lereng bukit itu dibangun tandon berukuran besar. Dari sana, air dialirkan melalui pipa ke rumah-rumah warga. “Kurang lebih ada sekitar 150 KK (kepala keluarga, Red). Itu sekitar 210 jiwa yang masih memakai air dari sumber,” ujarnya.
Sebelumnya, tim ekspedisi yang terdiri dari Divisi Redaksi Radar Kediri, akademisi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri, Perhutani, pegiat lingkungan hidup Rante Rau, serta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Kediri sudah mengunjungi mata air ini pada Senin (15/1) lalu. Di sana, tim mengeksplorasi kondisi dan potensi sumber air. Melihatnya dari berbagai kacamata.
Dengan pertumbuhan populasi manusia yang terus bertambah, beban mata air ini pun meningkat. Perlu adanya upaya pelestarian agar mata air ini bisa terus mengairi kehidupan di masa yang akan datang.
Kepala Resor Pemangkuan Hutan (KRPH) Pojok Suwoto menyebut, ada banyak sumber air yang tersebar di kawasan hutan. Hanya saja, pemanfaatannya beragam. Mulai untuk kebutuhan irigasi, air minum, hingga untuk kebutuhan warga sekitar. Sayangnya, beberapa di antaranya terancam mati. Salah satu penyebabnya adalah vegetasi yang berkurang.
“Di beberapa desa itu juga banyak sumber air yang berkurang karena kerapatan pohonnya juga masih kurang. Karena mohon maaf, masyarakat di sekitar hutan kan mata pencariannya dari kawasan hutan juga. Makanya kita betul-betul berupaya mengedukasi masyarakat agar merawat mata air,” tandasnya.
Ia berharap, kegiatan penghijauan mata air tidak hanya berhenti hari ini. Melainkan berkelanjutan di sumber-sumber lainnya. Pun dengan mengedukasi masyarakat akan pentingnya menjaga kelestarian mata air. “Bukan hanya dari kita. Tapi semua elemen harus ikut menjaga. Entah itu dari masyarakat, dari petugas perhutani sendiri, ataupun dari stakeholder yang lain,” tandasnya.
Untuk diketahui, hari ini ratusan bibit pohon akan ditanam di kawasan hutan itu. Mulai dari pohon jenis ficus hingga buah-buahan. Setelah dari Sumber Panguripan, penghijauan akan dilanjutkan di beberapa sumber yang kondisinya kritis.
Seremoni akan dilakukan oleh pejabat forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Kabupaten Kediri dan instansi terkait. Selanjutnya, diikuti penanaman serentak oleh elemen masyarakat. Mereka tergabung dalam pelajar dan mahasiswa, komunitas, serta pegiat lingkungan hidup.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah