KEDIRI, JP Radar Kediri- Kediri Fashion Batik Festival (KFBF) 2023 bukan sekadar peragaan busana batik saja. Event yang rencananya berlangsung tahunan ini juga punya tujuan idealisnya. Yaitu menjadi motor pendorong agar batik Kediri menjadi produk unggulan. Sekaligus bisa go International.
“Ke depan karya-karya dari desainer lokal ini bisa menjadi produk unggulan hingga ke tingkat internasional,” harap Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih tadi malam.
Maka, wajar bila ajang KFBF 2023 tadi malam taka cuma dibalut jadi pentas fashion semata. Melainkan sarana meningkatkan motivasi serta mengedukasi para perajin batik yang ada di Kediri.
Untuk mewujudkan harapan itulah 22 busana batik dipamerkan dengan elegan di catwalk megah yang ada di area Monumen Simpang Lima Gumul (SLG) tadi malam. Busana-busana itu merupakan karya kolaborasi dan inkubasi dari tujuh kreator fashion dengan sebelas maestro batik. Karya yang ditampilkan semuanya bercorak Kediri.
“Di KFBF 2023 ini konsepnya memang untuk mempresentasikan wastra batik yang ada di Kabupaten Kediri,” ujar Ketua Dekranasda Kabupaten Kediri Eriani Annisa Hanindhito.
Wanita yang akrab disapa Mbak Cicha ini menambahkan bahwa batik merupakan produk unggulan di Kabupaten Kediri. Karena itulah semua elemen yang ada mendukung sepenuhnya upaya agar batik Kediri bisa go International. Terutama dengan membuat motif baru yang tidak meninggalkan motif khas Kediri. Motif baru tersebut justru akan memperkaya khazanah batik asli Kediri.
“Termasuk Dekranasda Kabupaten Kediri, yang aktif menyumbangkan karya demi perkembangan batik Kediri,” tegas istri Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana ini.
Tekad itu ditunjukkan di ajang KFBF 2023 tadi malam. Dekranasda mempersembahkan batik motif terbaru yang diberi n ama Padma Sangkha. Di dalam motif batik Padma Sangkha ini juga tak menghilangkan ikon batik Grinsing dan batik Dahanapura yang sudah ada selama ini.
“Ini merupakan program lanjutan,” tegas wanita yang biasa disaba Mbak Cicha ini.
Dia berharap upaya Pemkab Kediri ini bisa mendukung produk IKM dan UKM Kabupaten Kediri. Sekaligus untuk meningkatkan perekonomian agar semakin massif. Ke depan, karya busana batik dari para desainer lokal ini juga akan dipamerkan dan dipasarkan di Bandara Internasional Dhoho Kediri.
Prosesi peluncuran batik Padma Sangkha tadi malam berlangsung menarik. Diawali naiknya seorang muse yang membawa kain bermotif Padma Sangkha.
Kain itu yang dibawa menuju Bupati Dhito. Yang langsung membentangkannya di hadapan pengunjung.
Tepat saat peluncuran Padma Sangkha ini muse berjalan dengan diiringi penampilan sepuluh jaranan. Di sesi inilah KFBF 2023 terkonsep dalam balutan pagelaran seni. Tidak melenyapkan seni budaya lokal yang ada sejak dulu.
“Konsep sepuluh jaranan ini adalah menggiring dan menjaga seorang puteri (muse, Red) menyerahkan pusaka (wastra batik, Red) kepada pemimpin (Bupati Kediri, Red),” terang Embran Nawawi yang berperan sebagai fashion conceptor ajang bergengsi ini.