Memadukan dua budaya menjadi daya tarik tersendiri bagi Soegi Bornean. Grup band asal Semarang ini menyajikan unsur tradisional yang kental. Terutama sang vokalis yang memiliki nada perpaduan Jawa dan Kalimantan.
Band pop indie ini awalnya terbentuk dari kumpulan teman nongkrong. Anggota awalnya adalah Fanny Soegi, Aditya Ilyas, dan Damar Komar. Mereka bertiga merupakan teman mulai kecil sampai kuliah.
Aditya Ilyas dan Damar Komar menyadari suara Fanny Soegi bagus. Hingga akhirnya resmi membentuk grup musik bernama Soegi Bornean ini.
Kemudian, pada 2021, Soegi Bornean melakukan pergantian personel. Damar Komar diganti oleh Bagas Prasetyo. Komposisi yang bertahan hingga sekarang.
Sang gitaris, Aditya Ilyas mengatakan bahwa mereka suka dengan konsep budaya Indonesia. Dan mereka ingin Soegi Bornean yang memiliki unsur dua budaya ini bisa diterima secara nasional.
Keinginan itu mulai terwujud. Soegi Bornean sukses dikenal dengan gaya etnik dan batik. Bahkan, bulan ini mereka akan terbang ke Benua Hijau, Australia. Tampil di Festival South by Southwest (SXSW) di Sidney.
Sebelum terbang menuju Kota Dermaga itu, Soegi Bornean siap mengguncang panggung konser ‘Armonia Vol 1’. Bertempat di Tirtayasa Park Kediri pada 14 Oktober 2023 mendatang. Dengan konsep konser musik yang sangat berbeda. Penonton harus menyiapkan diri untuk terpukau dengan penampilan Fanny Soegi yang terasa lebih dekat. Tempat-tempat duduk terkonsep hangat dengan menggunakan bean bag. Membuat para penikmat senja puas dengan nuansa yang lebih cozy. Dan tak lupa dengan sentuhan romansa.
“Nantikan penampilan kami di panggung Armonia Vol 1, bertempat di Kota Kediri,” ujar Fanny Soegi.
Penampilan Fanny Soegi di Panggung Jadi Pembeda Soegi Bornean
Penampilan anggota grup musik asal Semarang ini menarik. Lain dari yang lain. Terutama sang vokalis, Fanny Soegi. Penampilan khasnya adalah bernuansa etnik, terutama busana batik. Tak hanya itu, aksesoris yang dipakainya pun adalah buatan tangannya sendiri. Yang kebanyakan berbentuk gelang.
Setiap tampilannya pun begitu cantik dengan mengenakan busana batik. Perpaduan gaya Jawa dan Kalimantan. Tak hanya Fanny, tentu duo gitarisnya juga mengikuti tampilan sang vokalis. Yakni dengan memakai pakaian batik.
Ciri khas Fanny Soegi juga ditandai dengan satu gayanya yang lain. Tidak memakai alas kaki. Hal itu sudah menjadi kebiasannya setiap sedang manggung. Memperlihatkan dirinya yang terlihat sederhana, namun tetap cantik dan memukau. Terlebih lagi dengan nada suaranya yang memiliki cengkok Jawa-Kalimantan. Membuat band pop indie ini semakin terlihat unik.
Setiap penyanyi memang memiliki gaya masing-masing untuk menunjukkan karakter mereka. Seperti Fanny Soegi yang selalu menunjukkan tema dua budaya. Berdasarkan dengan latar belakangnya yang merupakan keturunan Jawa-Kalimantan. Hal ini membuat Soegi Bornean terlihat berbeda. Judul lagu-lagunya pun diambil dari diksi-diksi yang indah. Siap juga mengajak para penikmat lagu berkelana mendalami setiap liriknya.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.
Editor : Anwar Bahar Basalamah