Kegagalan adalah sukses yang tertunda. Pepatah itu dipegang oleh Majestic, juara dalam Dance Competition. Bahkan, ambisi mereka meraih yang terbaik juga didorong rasa penasaran dari kegagalan tahun lalu.
“Dan...,pemenang pertama dance competition adalah...tim Majestic dari SMAN 3 Kota Kediri!” seru sang pembawa acara Final Party School Contest XV GenZverse di Kediri Town Squere (Ketos) Minggu (17/9) lalu.
Sontak, sorak-sorai pun berkumandang. Terutama dari anggota grup dance yang ada di depan panggung. Enam anggota tim-Aureliu Mercyo, Amanda Rahma, Jenar Ayu, Yobeline Olivia, Shafa Agustin, dan Nandita Febriana-tak bisa menutupi kegirangan yang bercampur keharuan. Air mata pun tak terbendung, menetes dari mata mereka.
“Kami benar-benar tidak menyangka. Akhirnya tim kami dapat juara,” ucap Aureliu.
Juara di School Contest XV itu menjadi kali pertama bagi Majestic di ajang tahunan ini. Tahun lalu mereka hanya jadi kontestan. Tanpa mampu merebut gelar.
Toh, kegagalan itu tak membuat mereka menyerah. Sebaliknya, pengalaman itu mereka anggap sebagai kemenangan yang tertunda. Mendorong mereka sekali lagi mengikuti kompetisi antarpelajar se-Kediri Raya dan sekitarnya ini.
“Jadi kami itu masih penasaran. Akhirnya ikut lagi,” sambungnya.
Namun, mereka tetap tak ingin mengulang kesalahan. Terutama soal kostum dan kereografi. Bila mengulang seperti tahun lalu sudah pasti hasilnya tak jauh beda. Karena itu proses penentuan kostum berlangsung lama. Hingga menemukan ide seperti karakter Joker di film Batman. Celana dan rompi berwarna ungu dan kemeja putih. Ditambah dengan make up khas senyum Joker berwarna merah merona, rambut hijau, dan wajah berwarna putih.
“Ide itu tiba-tiba muncul. Sepertinya belum ada yang menggunakan konsep tersebut,” tambahnya.
Biaya pembuatan kostum dibiayai mandiri oleh anggota grup. Juga biaya menyewa guru koreografi di setiap latihan.
Kostum, make up, dan koreografi yang mereka tunjukkan benar-benar menjadi pembeda. Dewan juri pun terkesima dengan penampilan grup nomor urut ke-20 itu.
“Akhirnya penasaran terbayarkan lunas. Kami bisa juara,” tegasnya.
Perasaan haru juga ditunjukkan oleh juara dua, Uphoria. Grup dance dari SMAN 8 Kota Kediri ini merasa senang karena mampu mempertahankan prestasi sama seperti di tahun lalu. Beranggotakan Ariane Putri, Zildjian Rislandiera, Rahma Trias, Yuneta Dana, Aura Cantika, Aurelya Vania, Clara Laurencya, mereka juga meraih juara kedua di tahun lalu.
“Kami sangat senang. Karena di tahun lalu dan tahun ini sama-sama dapat juara dua,” ungkap Ariane Putri.
Hasil itu membuat jerih payah berlatih selama tiga minggu tak sia-sia. Meskipun tak membuat mereka benar-benar puas. Tahun depan, Ariane berjanji akan kembali berkompetisi untuk merebutkan juara pertama.
“Semoga tim kami dapat sukses di kompetisi School Contest selanjutnya,” harapnya.
Kegembiraan juga ditunjukkan X-Time, grup dance SMAN 7 Kota Kediri yang meraih peringkat ketiga. Tim yang beranggotakan Martina Chandra, Agis Maqda, Herida Syaluna, Revina Alfiana, Aisyah Putri, Zaskya Sindi, Titania Keisha itu berucap syukur atas prestasinya.
“Kami senang sekali mampu meraih juara ketiga di School Contest tahun ini,” sebut Agis Maqda.
Tapi, sama seperti Uphoria, raihan tahun ini belum membuat Aqis dkk puas. Mereka masih akan menuntaskan rasa penasaraannya itu di tahun depan. Dengan targetnya adalah meraih juara pertama.
“Target kita di tahun depan lebih tinggi lagi. Ingin juara pertama,” tegasnya singkat.
Editor : Anwar Bahar Basalamah