Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mereka yang Berjaya di School Contest XV: Tak Percaya, Tanya Ulang ke MC dan Langsung Nangis

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 27 September 2023 | 16:58 WIB

Photo
Photo

Perasaan para pemenang School English Star bak nano-nano. Campur aduk aneka rasa. Perasaan tak percaya, terharu, hingga menangis tersedu di panggung.

 

Gladis Fransistalia Rusdianingrum tak bisa menutupi keterkejutannya. Gadis 16 tahun siswa MAN 2 Kota Kediri itu hanya sekilas mendengar namanya dipanggil pembawa acara Final Party School Contest XV GenZverse : Time Traveler. Namun, dia tak yakin bahwa yang disebut itu benar-benar namanya.

Perasaannya berkecamuk saat itu. Paduan antara senang dan tegang. Ada pula ketakutan bahwa nama yang diucapkan sang MC itu bukan dirinya.

“Saya lari ke panggung. Terus, saya di situ, masih nanya lagi. Apakah Gladis dari MAN 2 Kota Kediri?” ujarnya menceritakan moment menyenangkan sekaligus menegangkan yang tersaji di atrium Kediri Town Square (Ketos) malam itu.

Ya, gadis berhijab ini takut dia salah dengar. Ketika MC membenarkan, keharuan pun menyeruak. Kegembiraannya tertumpah dengan derai air mata di panggung.

“Saya langsung nangis di situ,” kenang gadis yang rumahnya di Kecamatan Plosoklaten, Kabupaten Kediri ini.

Tangis haru itu meledak karena mengingat dukungan besar teman-teman sekelasnya. Mereka terus bersorak kencang saat nama Gladis disebut. Selain itu, hadir pula guru, orang tua, dan adiknya, yang juga memberikan dukungan.

“Ini kemenangan pertama (untuk perlombaan storry telling),” kata Gladis yang saat ini duduk di kelas X.

Sebelumnya, dia pernah mengikuti lomba serupa. Seperti ketika masih duduk di bangku SMP. Namun, saat itu hanya berstatus peserta cadangan.

Tahun ini dia sebenarnya tak berharap banyak. Dia bahkan ragu bisa menang. Penampilan pesaingnya sangat bagus.

Toh, juri terpikat dengan aksinya dalam storry telling itu. Membawakan cerita rakyat Jaka Tarub. Gladis berusaha tampil seapik mungkin. Mengenakan kostum khusus yang diklaimnya mewakili karakter Jaka Tarub dan Nawang Wulan.

Jangan heran bila Gladis benar-benar menjiwai cerita ini. Karena dia punya memori tersendiri. “Ibu saya suka banget cerita Jaka Tarub. Terus waktu kecil mau tidur sering diceritain  ke saya,” ungkapnya.

Naskah yang ditampilkan dia susun sendiri. Dengan mencari referensi di internet. Kemudian, berlatih keras agar lolos seleksi internal di sekolahnya. Setelah lolos, Gladis hanya membaca naskah untuk menghafalnya. Kemudian, tepat sehari sebelum lomba, baru berlatih all out mulai dari ekspresi, intonasi, hingga ke pendalaman karakter.

Gladis sempat tak percaya diri saat tampil di panggung. Masalahnya, dia harus memegang mikrofon. Membuatnya leluasa menciptakan gerakan.

“Harusnya kemarin saya menyiapkan mikrofon yang nempel di telinga,” akunya.

Kendala mikrofon juga dialami pemenang kedua, Elsa Fazira. Pelajar SMAN 4 Kota Kediri itu menyebut nafasnya terdengar jelas. Membuatnya sedikit tidak puas.

Dalam School English Star Elsa juga ber-story telling. Mengangkat kisah Cut Nyak Dien. Meski begitu, Elsa bisa tampil dengan baik.

“Saya senang, nggak nyangka karena semua peserta bagus-bagus,” akunya. “Alhamdulillah, saya berterima kasih kepada orang tua, guru, dan teman-teman yang mendukung,” sambungnya.

Nadya Isna Khairina, pemenang ketiga, yang juga dari MAN 2 Kota Kediri, menampilkan speech tentang pentingnya belajar bahasa Inggris. Dia mengaku harus meninggikan nada suaranya agar terdengar jelas. Kendala itu bisa ditanganinya dengan baik walaupun sempat tidak percaya diri. Itu karena dirinya sempat sakit hingga diopname beberapa hari sebelum tampil.

“Saya senang, nggak expect bisa menang karena kurang latihan dan tampil seadanya,” ujarnya.

Rasa senang dan syukur juga dirasakan oleh pemenang harapan satu dan dua. Umi Fathanah dari Pondok Pesantren Al Matlab Nganjuk mengaku senang kembali mendapat gelar juara harapan satu. Gadis itu menampilkan sebuah monolog bercerita tentang seorang kasih sayang ibu terhadap anaknya.

“Saya senang. Alhamdulillah,” ungkapnya sembari menyebut dirinya sudah tiga kali berturut-turut mengikuti School Contest.

Sementara, rasa kaget karena menang juga dialami oleh juara harapan dua yaitu Kenisha Fatihah Azzahra dari SMAN 1 Kota Kediri. Dia mengaku menyusun script seorang diri untuk penampilan speech-nya yang mengangkat topik tentang hoaks. Saat mendapat disebut mendapat juara harapan dua, Kenisha pun merasa sangat senang dan bersyukur. Dan juga mengucap terima kasih kepada orang-orang terdekatnya yang selalu memberikan support.

“Senang, kaget, bersyukur. Saya akan improve (kemampuan, red) lagi,” ungkap Kenisha.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#school contest #genz verse #pemenang #english