Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Mereka yang Berjaya di School Contest XV: Dukungan Madrasah Jadikan Mading MTsN 7 Kediri Gemilang

Anwar Bahar Basalamah • Selasa, 26 September 2023 | 18:00 WIB

 

Photo
Photo

Mulanya mereka
pesimistis melihat lawan yang hebat-hebat. Ternyata, justru merekalah yang hebat dan tampil keren. Mampu tampil sebagai Best Overall, gelar paling bergengsi di Mading War.

 

Keringat menetes di pelipis mereka. Kegugupan menyelimuti tim mading yang berasal dari kelas 7, 8, dan 9 itu. Raut wajah mereka tegang. Ada kecemasan yang bercampur harapan.

Beberapa cara mereka lakukan untuk membunuh ketegangan itu. Sebagian duduk bersimpuh sambil berharap. Sebagian lagi berdiri, dengan mulut komat-kamit merapal doa. Berharap mading karya mereka bisa menjadi juara dalam event akbar tahunan, Mading War.

Saat salah seorang MC menyebut nama Jourju New Generation, tangis Nuzulin Ladayka Nur langsung pecah. Demikin pula seluruh anggota tim, sama-sama menangis, mengikuti sang ketua tim. Sesaat kemudian jerit histeris mereka tumpahkan.  

“Kami tidak menyangka menjadi best overall. Mengingat pesaing juga bagus-bagus,” aku M. Maghfur Qumaidi, pembina tim mading MTsN 7 Kediri.

Kemenangan itu tidak mereka raih dengan mudah. Namun buah dari kerja keras yang dilalui dengan ‘berdarah-darah’. Tiga minggu tim yang beranggotakan Irfan Almuradif, Muhammad Ihsan Al-Khamid,  Aal Tangguh Putra Pambudi, Alan Mirza Al-Fajar, Hammad Rijal Ardliansyah, Anara Ayu Kusumaning Ratri, Muhammad Andika Iqbal Mustofa, Nayla Azza Ramadhania sebagai maskotnya itu harus berpeluh menghasilkan karya terbaik.

Selama proses pengerjaan mereka tidak menjadikannya sebagai alasan untuk bolos pelajaran. Di madrasahnya, MTsN 7 Kediri, mereka dan siswa lainnya dididik bertanggung jawab. Walaupun mengikuti kegiatan di luar jam pelajaran, tetap serius mengikuti kegiatan belajar-mengajar. Saat jam pelajaran tetap ikut. Saat pulang sekolah barulah mereka mengerjakan tugasnya.

Hal itu tidak terlalu menyulitkan bagi siswa-siswi dari madrasah yang memiliki tagline “Religius, Cendekia, Literat, Moderat, dan Peduli Lingkungan”. Sebagian besar merupakan aggota ekstrakurikuler jurnalis dan anggota OSIS. Yang memang memiliki keahlian khusus. Utamanya di bidang tulis menulis. Itu pula yang menjadikan muatan isi dari mading yang dibawakan juga bagus.

“Anak-anak ini memang sudah biasa menulis, bukan hanya berita dan artikel, tapi banyak juga yang menulis novel,” sebut Maghfur dengan bangga memiliki anak didik yang piawai menulis itu.

“Kami kerjakan sambil jalan. Karena anak-anak rutin menulis berita di blog teropong madrasah,” imbuh guru yang juga mengajar mata pelajaran IPS itu.

Itu juga didasari dari literasi anak-anak MtsN 7 Kediri yang tinggi. Apalagi di madrasah itu ada program 15 menit membaca buku-buku non-pelajaran. Sebelum aktivitas utama dimulai.

Dalam pembuatan mading yang pembuatannya memperlukan jerih payah itu, mereka mengangkat tema yang sesuai dengan program MTsN 7 Kediri. Yakni sekolah yang mengusung tinggi literasi dan juga adiwiyata. 

“Mading ini sebenarnya konsep kolaborasi dua program madrasah. Yaitu program literasi dan program Adiwiyata. Kebetulan madrasah kami adalah literasi nasional. Demikian pula untuk  Adiwiyata juga nasional.” imbuh Abas Shofwan, kepala MTsN 7 Kediri.

Sebelumnya, dalam ajang yang sama, sudah beberapa kali meraih juara. Seperti  di 2020 yang memperoleh juara jurnalis blog. Kemudian 2022 memperoleh best content. Tak ayal jika di pagelaran School Contest XV GenZverse : Time Traveler MTsN 7 Kediri meraih best overall.

Kemenangan itu juga tidak lepas dari dukungan penuh pihak sekolahan. Semua biaya yang digunakan untuk mengikuti perlombaan, sepenuhnya ditanggung oleh madrasah. Tidak hanya materi, namun dukungan moral juga terus diberikan oleh Abas selaku kepala madrasah.

“Semua dana dan bahan yang membiayai madrasah, sama seperti tahun-tahun sebelumnya semua biaya dikeluarkan oleh madrasah,” aku Zulin.

 “Sangat mendukung, karena event ini selalu ditunggu MTsN 7 Kediri,” imbuh Abas.

Magfur mengimbuhkan bahwa Mading Goa Jegles itu sejak Rabu (20/9) hingga hari ini turut dipamerkan dalam Penjurian East Java Tourism Award 2023. "ditaruh di lokasi aslinya Goa Jegles Desa Keling," pungkasnya.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#school contest #genz verse #MTsN 7 #mading