Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Juri Sudah Kantongi Nilai Terbaik Anugerah Peternak Milenial Kabupaten Kediri, Jadi Penasaran

Andhika Attar Anindita • Rabu, 9 Agustus 2023 | 16:55 WIB

 

PENJURIAN: Tim juri melakukan observasi kandang salah satu peserta Anugerah Peternak Milenial di Desa Badalpandean, Kecamatan Ngadiluwih kemarin pagi.
PENJURIAN: Tim juri melakukan observasi kandang salah satu peserta Anugerah Peternak Milenial di Desa Badalpandean, Kecamatan Ngadiluwih kemarin pagi.

KEDIRI, JP Radar Kediri-
Tahapan penjurian dan observasi kandang Anugerah Peternak Milenial telah rampung kemarin. Total ada tiga peternak milenial yang didatangi langsung oleh tim juri. Nama-nama peternak dengan nilai terbaik pun telah dikantongi.

Sekretaris Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Kabupaten Kediri Agung Joko Retmono mengaku sangat terkesan selama observasi kandang. Menurutnya, ada banyak inovasi yang menarik. “Semua peserta memilki keunggulannya masing-masing. Inovasinya perlu diacungi jempol,” ujar Agung.

Tidak hanya menarik, inovasi para peserta dinilai sangat bagus untuk dijadikan contoh bagi peternak lainnya di Kabupaten Kediri. Menurut Agung, apa yang dilakukan para peternak milenial ini mampu meningkatkan kualitas produksi. Tidak hanya itu, mereka juga menerapkan konsep peternakan zero waste.

Limbah peternakan banyak dimanfaatkan kembali menjadi sesuatu produk yang menghasilkan. Seperti penggunaan pakan tambahan, kotoran yang disulap menjadi kompos, dan lain sebagainya. Agung menilai, hal tersebut sangat menarik jika diterapkan oleh para peternak di Kabupaten Kediri.

Selain itu, Agung mengatakan, anugerah ini sengaja menyasar peternak milenial bukan tanpa sebab. Pihaknya ingin mengedukasi para generasi muda beternak itu keren. Sehingga tidak ada salahnya menjadi peternak pada usia yang muda. “Hasilnya pun kalau ditekuni sangat menghasilkan. Tidak kalah dengan pekerjaan kantoran,” tutur Agung.

Sementara itu, kemarin terdapat tiga lokasi yang dikunjungi tim juri saat observasi kandang. Pertama yaitu Nida Dzafi Firmanda Mohammad, seorang peternak kambing asal Desa Badalpandean, Kecamatan Ngadiluwih. Dia berinovasi dengan racikan pakan untuk ternaknya.

Kedua yaitu Andi Setyawan, peternak domba asal Desa Tunge, Kecamatan Wates. Andi mengembangkan inovasi teknologi pembuatan pakan penggemukan dan pengolahan pupuk bokashi. Andi yang masih berusia 37 tahun ini telah memiliki lebih dari 300 ekor kambing dan domba. Bahkan, usaha berkembang ke pakan ternak.
Lokasi terakhir yang didatangi adalah Ahmad Rifai, peternak kambing asal Desa Bedali, Kecamatan Ngancar. Dia menerapkan pakan ternak kambing dengan limbah media jamur tiram. Tak sendirian, Rifai menerapkan penggunaan pakan ini bersama kelompok pembudidayaan kambing.

Lomba yang digelar Dinas DKPP Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri ini memiliki tiga tahapan. Setelah dilakukan seleksi administrasi, wawancara dan selanjutnya ditutup dengan seleksi lapangan. Para pemenang berhak mendapatkan piala, uang jutaan rupiah dan piagam penghargaan.

 

Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel.

Editor : Anwar Bahar Basalamah
#milenial #peternak #Penjurian #ternak