Pantauan koran ini, puluhan peserta Festival Jaranan Jawa kategori SMP terlihat fokus mengikuti arahan Ammy Aulia Renata Anny saat berlatih di Balai Desa Kwadungan, Ngasem kemarin. Sambil memegang pecut, mereka mengikuti setiap instruksi gerakan yang dicontohkan oleh alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta tersebut.
“Satu, dua, tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan!” seru Renata sembari mengecek kekompakan Gerakan peserta. Seperti latihan sebelumnya, Renata mengulang Gerakan seperti yang ada di video master. Hanya saja durasinya lebih pendek dari pertunjukkan kelompok.
Jika pertunjukan kelompok selama tujuh menit, untuk peserta masal ini hanya lima menit. “Untuk pertunjukkan massal ini, mengikuti instruksi kami,” beber Renata. Meski durasi pertunjukan lebih pendek, kelompok pertunjukan masal ini harus berlatih lebih keras. Sebab, mereka juga harus berlatih gerakan yang membentuk formasi angka 1219. Angka Hari Jadi Kabupaten Kediri tahun ini.
Saat melihat gerakan yang tidak sinkron, Renata pun langsung meminta peserta mengulang gerakan. Terutama saat membuat formasi angka. Beberapa kali mengulang, siswa yang mulai akrab itu terlihat bersemangat. Apalagi dalam latihan kemarin dilengkapi dengan musik pengiring.
Qolbin Ahmad Arifin, peserta dari SMPN 2 Kandangan mengaku senang mengikuti latihan. Meski Balai Desa Kwadungan sangat jauh dari rumahnya, dia mengaku tetap antusias. Pun saat dia kesulitan memeragakan gerakan. “Yang agak sulit itu gerakan yang memutar,” ujar Qolbin di tengah break latihan.
Meski kesulitan, Qolbin mengaku tidak menyerah dan tetap semangat menyempurnakan gerakan. Hal tersebut tak lepas dari kegemarannya pada tari jaranan. Pemuda yang datang ke lokasi bersama Maulana Setiawan, teman satu kelasnya itu juga senang karena mendapat dukungan dari sekolah. Keduanya datang ke lokasi dengan diantar guru pendamping.
Untuk diketahui, jelang pelaksanaan Festival Jaranan Jawa besok pagi, para peserta akan mengikuti geladi resik di depan kantor dinas perhubungan, Kawasan Simpang Lima Gumul (SLG) hari ini. Sesuai jadwal, geladi resik akan dilakukan mulai pukul 13.00.
Renata memastikan, peserta tidak sekadar menghafal urutan tampil saja. Melainkan sekaligus mempelajari sirkulasi masuk dan keluar. “Geladi resik diikuti oleh semua peserta agar mereka tahu medan yang digunakan saat festival nanti,” urainya.
Seperti diberitakan, Festival Jaranan Jawa kali pertama digelar di Kabupaten Kediri. Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Kediri bekerja sama dengan Jawa Pos Radar Kediri aktif menyosialisasikan seni yang sudah menjadi milik Kabupaten Kediri setelah dipatenkan di Kementerian Hukum dan HAM tersebut. Sedikitnya ada sekitar 600 peserta dan undangan yang akan memadati area SLG pada pukul 09.00 (21/5).
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah