“Sebelum peserta mulai menari, mereka akan masuk dari satu titik dengan cara berbaris sesuai dengan kelompok. Sehingga barisan peserta ini seperti pasukan jaranan mau berangkat berperang, berputar ke arah tempat masing-masing,” terang Ketua Dewan Juri Ammy Aulia Renata.
Puncak Festival Jaranan Jawa akan berlangsung di kawasan Monumen Simpang Lima Gumul (SLG). Tepatnya di depan kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Kediri.
“Peserta yang tampil berjumlah sembilan hingga sepuluh kelompok pada setiap seksi,” lanjut alumnus Institut Seni Indonesia (ISI) Jogjakarta.
Penjelasan tentang itu dijelaskan Renata saat technical meeting Selasa lalu (16/5). Di hadapan perwakilan peserta, penyandang gelar S-2 ini mengatakan bahwa saat penampilan peserta nanti menggunakan audio master dari panitia. Terutama untuk kelompok SD dan SMP. Sedangkan para peserta kelompok SMA, yang tampil satu per satu, menggunakan live musik. Yang juga disediakan oleh panitia.
Bagi peserta kelompok SD dan SMP, mereka akan tampil serempak setiap sepuluh kelompk. Setelah kelompok-kelompok itu berada di titik tampil, audio master dibunyikan.
Menurutnya, setiap kavling untuk lokasi tampil memiliki ukuran yang sama, 6x6 meter. Ukuran area tampil ini sudah diterapkan kepada peserta dalam latihan. Agar peseta bisa terbiasa menari dalam area yang telah ditetapkan itu.
Renata menjelaskan bahwa durasi tampil selama tujuh menit dalam satu kali pertunjukan. Selain itu selama pertunjukkan berlangsung yang boleh masuk dalam area hanya peserta dan ofisial. Registrasi dilakukan oleh perwakilan official untuk mengambil nomor peserta dan konsumsi.
“Kami rasa peserta yang ikut adalah delegasi terbaik. Hanya karena ini adalah festival akan dipilih yang paling baik dari terbaik,” kata perempuan kelahiran tahun 1993.
Untuk kategori SD, kategori yang dinilai adalah desain busana terbaik, penyaji unggulan, dan penyaji terbaik. Kemudian untuk kategori SMP, kategorinya adalah desain busana terbaik dan penyaji terbaik. Sedangkan untuk SMA dan SMK kategori desain busana terbaik dan penyaji terbaik. Pada penilaian nominasi desain busana terbaik, aspek penilaiannya dari kerapian, keserasian warna, dan pemilihan motif.
Seperti diberitakan, Festival Jaranan Jawa merupakan event seni pertama di Bumi Panjalu. Festival seni digelar menyusul dipatenkannya kesenian asli Kabupaten Kediri ini ke Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkum HAM). Festival yang diikuti oleh pelajar dari tingkat SD, SMP, hingga SMA/SMK ini sekaligus untuk melestarikan kesenian tersebut di kalangan pelajar dan masyarakat luas.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah