Meski salawat baru dimulai sekitar pukul 20.00, jemaah sudah berdatangan di kawasan SLG sejak Maghrib. Sekitar pukul 19.00, area SLG sudah penuh. Kendaraan roda dua diwajibkan parkir di dekat terminal SLG.
Bupati Hanindhito Himawan Pramana mengungkapkan, Pemkab Kediri sengaja menggelar Tausiah Kebangsaan untuk memohon keberkahan bagi Kabupaten Kediri. “Prinsipnya kami adakan salawat dan Tausiah Kebangsaan untuk memohon keberkahan bagi Kabupaten Kediri,” ujar Dhito.
Lebih jauh Dhito menjelaskan, saat ini banyak proyek besar yang sedang dikerjakan di Kabupaten Kediri. Tiga di antaranya merupakan proyek strategis nasional (PSN). Yaitu, Bandara International Dhoho, Tol Kediri-Kertosono, dan Tol Kediri-Tulungagung. Ditambah, proyek nasional pembangunan Jembatan Jongbiru. “Kami juga berharap adanya bandara nanti membawa berkah dan manfaat bagi masyarakat luas,” tutur bapak dua anak itu.
Pria yang gemar naik vespa itu mengaku sengaja membuat konsep acara salawat dengan sakral. Sebelum bersalawat tadi malam, dia melakukan ziarah ke makam para wali, sesepuh, hingga ke makam Bupati Kediri pada Kamis (11/5). Selanjutnya, kemarin pagi juga digelar Kirab Kebangsaan yang diikuti oleh berbagai elemen masyarakat. “Acara ini merupakan rangkaian peringatan hari jadi Kabupaten Kediri,” sambung Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Bakesbangpol) Kabupaten Kediri Yuli Marwantoko.
Sementara itu, Habib Luthfi Habib bin Yahya yang dijadwalkan hadir, melakukan tausiah secara daring. Di depan jemaah, tokoh karismatik itu menyebut Tausiah Kebangsaan sangat diperlukan karena menurunnya kecintaan akan bangsa dan negara. Begitu juga dengan Kirab Kebangsaan.
Tak sekadar membawa bendera merah-putih semata, filosofi dan semangat di balik bendera merah-putih tersebut harus diresapi. “Maknanya merah-putih itu terdapat kehormatan, harga diri, dan jati diri bangsa,” tutur Habib Luthfi.
Lebih jauh, Habib Luthfi mengingatkan pada generasi penerus untuk terus mengingat perjuangan para pendiri bangsa. “Semua yang kita rasakan sekarang ini harus disyukuri. Tidak hanya dengan ucapan semata. Tetapi juga dengan perbuatan dan tindakan nyata,” paparnya sembari meminta jemaah untuk pandai bersyukur dengan menjaga seluruh pemberian dari Allah SWT dan tidak mengotori kehormatan bangsa.
Untuk mendapatkan berita-berita terkini Jawa Pos Radar Kediri, silakan bergabung di Grup Telegram "Radar Kediri". Caranya klik link join telegramradarkediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi Telegram di ponsel. Editor : Anwar Bahar Basalamah