Sebut saja salah satunya Wisnu Ajitama, seniman asli Kediri yang sekarang menetap di Jogjakarta. Pendiri Sanggar Ruang ini akan hadir dengan karya besarnya yang sudah mengikuti pameran di tingkat Internasional. “Salah satu karya yang ditampilkan adalah Cundhamani, yang pernah ikut pameran di Geumgang Nature Art Biennaleke-8 Korea Selatan,” terang Kurator Selasar Seni 2022 Benny Widyo.
Memang, pameran yang digelar pada Kamis-Jumat (22-23/12) pekan depan ini melibatkan kurator Benny Widyo. Nama Benny bukanlah nama asing di kalangan seniman dan kurator. Pendiri komunitas Gulung Tukar ini berdomisili di Tulungagung. Pernah menggarap proyek kolaborasi bertajuk clickbite untuk Karya Normal Baru-Biennale Makassar dan pada 2021-2022 bertindak sebagai direktur artistik Biennale Jatim IX yang menggunakan format desentralisasi dengan program menyebar ke 38 kota. “Saya berharap dengan keberadaan Selasar Seni Daha ini bisa menjadi tempat bertemunya para seniman dari Kediri dan luar kota,” jelasnya.
Seperti konsep tema pameran selasar seni kali ini yaitu Flowers & Blooms yang sekilas mengambil konsep penyerbukan tanaman. Benny berharap seniman-seniman saling menunjukkan karya, berbunga dan bermekaran. Selanjutnya, pertemuan dengan seniman luar kota ini bisa memungkinkan munculnya silang pengetahuan. “Jadi seperti serbuk sari di bunga yang diangkut oleh serangga ke bunga lainnya untuk reproduksi. Tumbuh dan berkembang,” jelasnya. Harapannya, ke depan semakin mekar dan indah sehingga beragam pengetahuan dan pengalaman seni bisa dibagikan dalam pameran ini.
Di pameran kali ini, Benny juga hadir dengan karya Trimantra Duduk Bersila. Instalasi ini berhasil meraih Silver Award dalam Erlangga Art Awards 2022 di Musium Nasional beberapa waktu lalu. Pengunjung bisa datang langsung dan merasakan langsung sensasi keberadaan Trimantra Duduk Bersila ini. “Instalasi ini adalah wujud refleksi kita setelah melalui pandemi. Ketia audiens berinteraksi dengan instalasi ini, mereka akan menyatu dengan instalasi dan pengalaman terlahir kembali,” jelas Benny.
Bukan dua karya itu saja yang bisa dinikmati para pengunjung. Masih banyak sejumlah karya seni yang lainnya yang bisa dinikmati. Karena itu, bagi pecinta seni, jangan pernah lewatkan pameran seni yang tergabung dalam gelaran Selasar Seni Daha 2022.
Bukan hanya pameran seni, penonton juga bisa menyaksikan festival musisi jalanan. “Seperti halnya selasar, yang menyambungkan satu titik ke titik lain pada bangunan tempat rakyat, keberadaan acara ini juga diharapkan bisa menjadi tempat ekspresif seniman untuk menunjukkan kepiawaiannya,” beber Puspitorini Dian, manager Event Jawa Pos Radar Kediri.
Acara yang merupakan kerja sama antara Jawa Pos Radar Kediri dan Pemkot Kediri ini memang diharapkan menjadi tempat berbagi ragam pengetahuan dan pengalaman seni ke masyarakat. Menjadi silang pengetahuan, menggali potensi seni dan budaya di Kediri menjadi harapan besar Selasar Seni 2022. Salah satu performing art yang patut ditunggu adalah tampilan dari Yulela Nur Imama yang akan tampil dengan karya ‘Ku(daku)Da’ yang terinisiasi secara empiris dari fenomena kestaraan yang muncul dari kesenian jaranan di Kediri dengan adegan-adegan yang bisa dimainkan oleh gender apapun. Karena itu, datang dan saksikan semua karya seni indah ini dalam Selasar Seni Daha 2022. Editor : Anwar Bahar Basalamah