Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Abadikan Tempat Salat Soedirman di Tepi Sungai Bajulan

Anwar Bahar Basalamah • Rabu, 21 September 2022 | 17:21 WIB
BERSEJARAH: Petilasan Jenderal Soedirman di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Selain tempat salat tergambar pula patung tempat ia berdialog menyusun siasat perang. (Foto: M. Arif Hanafi)
BERSEJARAH: Petilasan Jenderal Soedirman di Desa Bajulan, Kecamatan Loceret. Selain tempat salat tergambar pula patung tempat ia berdialog menyusun siasat perang. (Foto: M. Arif Hanafi)
Kawasan Wilis lekat dengan nama Jenderal Soedirman. Karena sebagian besar waktu gerilyanya dihabiskan di tempat ini. Berpindah dari satu tempat ke tempat lain.

Di balik ketegasannya sebagai panglima perang gerilya, sosok Soedirman dikenal sangat religius. Beberapa cerita yang berkembang menggambarkan seperti apa kereligiusan sang pahlawan. Seperti ketika dia hampir tertangkap tentara Belanda. Saat itu Jenderal Soedirman terus membaca wirid. Kemudian menyaru jadi rakyat biasa. Kepasrahan pada Sang Pencipta itu membuatnya lolos dari kepungan tentara penjajah.

Banyak kisah tentang Jenderal Soedirman yang didengar oleh warga lereng Wilis. Dan itu diceritakan lagi dari generasi ke generasi. Bahkan, ada salah satu hutan yang disebut penduduk sebagai Alas Kepung. Karena menjadi tempat pengepungan tentara Belanda terhadap pasukan gerilya tentara Indonesia.

“Kalau melihat lokasinya, Alas Kepung itu berada di rute gerilya Jenderal Soedirman,” terang Sugito, 50, salah seorang perangkat Desa Kalipang, Kecamatan Grogol, Kabupaten Kediri.

Kisah pengepungan seperti itu diperkuat oleh penggiat Komunitas Budayawan Eling Handarbeni Hangurungkepi Upaya Madya (Edhum) Kota Kediri Achmad Zainal Fachris. Menurutnya perang fisik kerap terjadi antara pasukan Soedirman dengan Belanda. Ada banyak jembatan yang sengaja dibom untuk menghalau perjalanan Belanda. Peperangan itu membuat tentaranya menyebar. Dan yang ikut dengannya semakin sedikit.

Tentara Belanda yang dilengkapi senjata perang selalu memborbardir kawasan Wilis. Tentara terus diserang dari udara dan darat. “Pak Dirman (Jenderal Soedirman, Red) tahu persis Belanda tidak menguasai medan tempur sehingga taktik gerilya menjadi keputusan untuk bertempur yang dikenal Gerilya Semesta,” ucapnya.

Selepas dari Desa Kalipang, Jenderal Soedirman menuju ke Desa Bajulan, Kecamatan Loceret, Kabupaten Nganjuk. Di desa yang terkenal dengan air terjun Roro Kuning itulah sosok Pak Dirman yang religius bisa tergambar dengan baik. Di Desa Bajulan, ada tempat ia mengambil air wudu. Tempatnya salat berada di tepi sungai di atas bebatuan.

Sekarang, petilasan tempat salatnya itu sudah di pagar keliling. Di tempat itu terdapat papan nama bertulis tempat sembahyang Jenderal Soedirman. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#ekspedisi selingkar wilis #berita terkini #seputar kediri #gunung wilis #jendral soedirman #kediri #kabar kediri terkini #info terbaru kediri #info kediri #sejarah indonesia #viral kediri #berita terbaru #berita kediri terbaru #berita kediri terkini #wilis #pahlawan #pahlawan indonesia #cerita sejarah #kediri lagi #berita viral kediri #kabar kediri #kediri news #selingkar wilis