Di wilayah Tulungagung, trase untuk Jalur Selingkar Wilis kebanyakan berupa jalan kabupaten. Jalan di sembilan trase yang jadi alternatif punya lebar tiga hingga empat setengah meter. Mulai dari ruas Beringin yang berbatasan dengan Kabupaten Kediri hingga ruas Pagerwojo-Judek.
“Sebagian besar trase melalui kawasan hutan,” kata Wakil Bupati Tulungagung Gatut Sunu Wibisono, dalam diskusi bertajuk ‘Trabas Medan Satukan Tunggal Rogo Mandiri’ di Hotel Bukit Daun (11/7).
Karena masuk kawasan hutan, jalan itu dikelola oleh Perum Perhutani. Kendalanya sebagian harus membangun jalan baru karena, sejauh ini, akses jalan belum terjangkau sistem transportasi. Baik itu provinsi maupun nasional. Belum lagi, Pemkab Tulungagung juga terkendala keterbatasan anggaran infrastruktur.
Persoalan lain, kawasan Selingkar Wilis di Tulungagung belum punya grand desain pengembangan kawasan strategis pariwisata nasional (KSPN). “Padahal wisata di kawasan ini menjadi unggulan,” terang Gatut.
Bila mengacu pada data Tulungagung dalam angka 2021, kunjungan wisatawan di kawasan kawasan Selingkar Wilis menurun selama pandemi Covid-19. Penyebabnya adalah pembatasan mobilitas warga. Namun, di luar kasus korona ini, kunjungan sebenarnya terus menanjak. Yang menyiratkan potensi besar sektor ini.
Mulai 2016 jumlah wisatawan yang datang ke kawasan Selingkar Wilis ‘hanya’ 82.764 orang. Jumlah itu mengalami kenaikan pada 2017, menjadi 110.085 pengunjung. Kemudian terus bertambah di 2018 menjadi 114.065 wisatawan. Loncatan jumlah pengunjung yang sangat drastis terjadi pada 2019. Ketika jumlah wisatawannya naik menjadi 150.431 orang. Ketika ada wabah korona, grafik kunjungan wisata di kawasan Selingkar Wilis itu turun lagi. Menjadi hanya 109.679 pengunjung.
Ada sembilan potensi wisata di Selingkar Wilis yang masuk Kabupaten Tulungagung. Yang paling tinggi tingkat kunjungannya adalah obyek wisata Ori Green di Kecamatan Sendang. Jumlahnya mencapai 30.331 pengunjung. Kemudian Waduk Wonorejo yang berada di Kecamatan Pagerwojo dengan jumlah wisatawan yang datang 25.356 orang.
Masih di Pagerwojo, ada Wisata Taman Anggrek Kayangan. Peminat yang datang ke lokasi itu mencapai 17.845 pengunjung. Menjadi destinasi tiga terbanyak pengunjung di objek wisata Selingkar Wilis Kabupaten Tulungagung.
Ada juga Jurang Senggani yang berlokasi di Kecamatan Sendang. Tempat ini dikunjungi 14.760 orang tahun lalu. Sedangkan Bukit Tunggul Manik di Kecamatan Pagerwojo mendapat wisatawan sebanyak 6.771 orang.
Wisata berbasis air menjadi andalan di kawasan ini. Seperti Cowindo di Kecamatan Sendang. Tahun lalu dikunjungi 4.374 orang. Ada juga Tugu Park yang masih satu kecamatan, dengan pengunjung 3.486 pengunjung.
Tiga destinasi memiliki pengunjung paling sedikit. Yaitu Candi Penampihan di Kecamatan Sendang dengan k 3.111 pengunjung, Agro Wisata Jeruk di Kecamatan Pagerwojo didatangi 3.055 pengunjung, serta Pesanggrahan Argo Wilis di Kecamatan Sendang yung hanya diminati 590 wisatawan. Pesanggrahan Argo Wilis menjadi aset Pemkab Tulungagung dan merupakan objek wisata alam. Editor : Anwar Bahar Basalamah