Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Tikungan Kembar Klodan Bikin Ndredeg Tim Jawa Pos Radar Kediri

Anwar Bahar Basalamah • Kamis, 7 Juli 2022 | 17:08 WIB
MEDAN SEMPIT: Tim Ekspedisi Selingkar Wilis Jawa Pos Radar Kediri dan Pemkab Nganjuk melewati jalan desa yang masih sempit untuk digunakan kendaraan roda empat. (Foto: M. Arif Hanafi)
MEDAN SEMPIT: Tim Ekspedisi Selingkar Wilis Jawa Pos Radar Kediri dan Pemkab Nganjuk melewati jalan desa yang masih sempit untuk digunakan kendaraan roda empat. (Foto: M. Arif Hanafi)
NGANJUK, JP Radar Kediri-Hari kedua Ekspedisi Selingkar Wilis, tim Jawa Pos Radar Kediri menyusuri trase di wilayah Nganjuk. Start dari rute gerilya Jenderal Soedirman di Desa Bajulan, Loceret, tim dibuat ndredek alias berdebar-debar saat melewati tikungan kembar di Desa Klodan yang sangat tajam.

Dengan rute sepanjang 39,9 kilometer, Jawa Pos Radar Kediri bersama perwakilan Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda Nganjuk) dan Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (PUPR) Nganjuk harus menempuh perjalanan selama enam jam.

“Memang lebih singkat dari penyusuran rute di Kabupaten Kediri,” kata Ketua Tim Ekspedisi M. Arif Hanafi sembari menyebut total perjalanan ekspedisi di Nganjuk sejauh 64 kilometer.

Dimulai dari Desa Bajulan, Loceret, tim menyusuri rute hingga Desa Bendolo, Sawahan. Perjalanan berakhir di perbatasan Nganjuk-Madiun. Tepatnya di Kecamatan Garangan, Madiun.

Selain di Desa Klodan, Ngetos, menurut Hanafi ada beberapa lokasi yang membuat jantungnya berdebar-debar.  Di antaranya, saat dia melewati jalan di Dusun Nglarangan, Desa Bajulan, Loceret. Selanjutnya, Dusun Desa Blongko, Ngetos. Serta, dan Dusun/Desa Margopatut, Kecamatan Sawahan.

Di beberapa titik itu, tidak hanya kondisi jalan yang menanjak. Melainkan, di jalan tersebut juga banyak tikungan tajam. “Di Dusun Nglarangan, Desa Bajulan, Loceret itu jalannya menanjak cukup panjang,” beber bapak tiga anak itu.

Pengendara pemula tidak direkomendasikan melewati jalan di Dusun Nglarangan, Desa Bajulan, Loceret. Selain akses jalan yang belum lebar, kondisi jalan banyak yang aspalnya mengelupas dan berbatu. Ditambah lagi, banyak tanjakan dan tikungan tajamnya.

Secara keseluruhan, kondisi trase di Kabupaten Nganjuk sudah tersambung. Jalan yang masih berbentuk makadam hanya sekitar 10 persen saja. Selebihnya sudah aspal. Meski, masih banyak ruas yang sempit. “Saat papasan dengan kendaraan roda empat, salah satu kendaraan harus berhenti,” jelasnya.

Tim Ekspedisi Selingkar Wilis dari Dinas PUPR Kabupaten Nganjuk Supriyanto mengakui, rata-rata lebar jalan hanya tiga meter. “Memang masih perlu pelebaran jalan,”aku pria yang kemarin bersama Tumijan, koleganya di PUPR.

Henry Sujatmiko, perwakilan dari Bappeda Nganjuk menambahkan, trase Selingkar Wilis yang dilewati kemarin hanya salah satu alternatif yang disiapkan. Total ada tiga trase yang bisa jadi pilihan Selingkar Wilis. “Yang kita lalui hari ini (kemarin, Red) itu trase yang paling komplit,” paparnya.

Trase tersebut melewati tiga kecamatan mulai dari Loceret, Ngetos, dan Sawahan. Total ada sembilan desa di trase lereng Gunung Wilis tersebut sebelum berbatasan dengan Madiun. Editor : Anwar Bahar Basalamah
#radar kediri #jawa pos radar kediri #ekspedisi selingkar wilis #berita terkini #seputar kediri #info kediri #berita terbaru #berita hari ini #trase Selingkar Wilis #info terbaru #jalur selingkar wilis #PUPR Nganjuk #info terkini #info hari ini #berita kediri #tim ekspedisi selingkar wilis #kabar kediri #kediri news #Bappeda Nganjuk #selingkar wilis