KOTA, JP Radar Kediri- Tiga kepala daerah meraih penghargaan dalam Radar Kediri Awards 2022 yang berlangsung tadi malam di Grand Surya Hotel. Ketiganya mendapat apresiasi atas pencapaiannya selama memimpin wilayahnya masing-masing.
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendapat penghargaan sebagai A Leader with Unswering Policies atas konsistensinya dalam Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas). Sedangkan Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dinobatkan sebagai A Young Achieving Leader, sebagai kepala daerah yang mencapai keberhasilan di usia muda.
Sementara Bupati Nganjuk mendapat penghargaan sebagai A Leader to Maintain the Sustainability of Work Program. Sebagai apresiasi dalam upayanya menata kembali pemerintahannya.
Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengatakan, ketiga kepala daerah ini memiliki prestasi yang berbeda sesuai dengan kondisi wilayah masing-masing. Ia mencontohkan kepemimpinan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar yang telah menelurkan kebijakan program pemberdayaan masyarakat (prodamas).
“Program ini berkembang dan konsisten dilaksanakan hingga sekarang,” ujarnya.
Prodamas menyasar ke tiap rukun tetangga (RT) dengan anggaran setiap tahunnya Rp 100 juta, meningkat dari awalnya yang sebesar Rp 50 juta per tahun per RT. Inti dari program tersebut adalah demokratisasi anggaran. Pembangunan dari semua, oleh semua, dan untuk semua. Warga terlibat langsung menyiapkan programnya dari penyusunan anggaran hingga pelaksanaannya. Hebatnya, program ini mulai dicontoh dan diterapkan di daerah lain.
Adapun Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana dianggap memiliki beragam terobosan meski belum genap setahun menjadi bupati. Program perbaikan jalan dan pemerataan infrastruktur digenjot sejak pertama memimpin warga Kabupaten Kediri. Termasuk mendorong ekspor hasil pertanian.
“Ada program perlindungan pada pelaku usaha kecil, pedagang pasar dan toko kelontong,” ujar Kurniawan, yang kerap disapa Kum ini.
Terakhir adalah Plt Bupati Nganjuk Marhaen Djumadi. Kepala daerah ini punya tantangan lebih berat dibanding dengan kepala daerah lainnya. Politisi PDI Perjuangan itu harus menata birokrasi internal yang berantakan sekaligus mengembalikan kepercayaan publik yang sempat turun. Beban berat itu berhasil dia emban dengan baik.
“Roda pemerintahan yang tersendat mulai kita benahi,” papar Kum. Roda perekonomian di Nganjuk mulai dibenahi. Yang dulunya sempat terpuruk kini mulai bangkit. Semua berkat kerja kerasnya.
Yang menarik, komika nasional Insan Nur Akbar atau yang lebih dikenal dengan Akbar menggelontorkan joke-joke yang mengocok perut. Untuk menyampaikan materi stand up-nya, komika yang pernah mengenyam pendidikan di SMAN 2 Nganjuk tersebut harus belajar selama satu minggu.
Selain menghadirkan Akbar, Radar Kediri Awards tadi malam juga menampilkan para komika dari Kediri dan Jatim. Mereka memberikan hiburan segar bagi para penerima penghargaan. Total ada puluhan tokoh yang mendapatkan penghargaan. Terdiri dari tokoh politik, tokoh masyarakat, pendidikan, hingga pengusaha.
Mereka diberi penghargaan untuk beberapa kategori. Yaitu inspiring figure, goal achiever, dan terakhir surviving business. Dari tiga kategori tersebut nanti akan dinilai secara spesifikasi masing-masing bidang yang ditekuni. Karena itu, Dian mengatakan butuh waktu setahun untuk melakukan pengamatan yang dilakukan pada Januari hingga Desember 2021. Selain penerima penghargaan dan tiga kepala daerah, acara tadi malam juga dihadiri Wakil Gubernur Emil Listianto Dardak dan istrinya, Arumi Bachsin. (rq/fud)
Editor : adi nugroho