Ketiga siswa SMP Al Huda Kediri harus berpikir cepat. Seharusnya, hiasan untuk menu pisang gulung durian menggunakan buah ceri. Namun, buah itu tak ada di deretan bahan yang disediakan panitia. Jadinya, mereka menggantinya dengan hiasan dari pisang.
HABIBAH A. MUKTIARA, Kabupaten, JP Radar Kediri
Wajah tiga siswa SMK Negeri 1 Plosoklaten ini terlihat ceria. Senyum lebar tergambar di wajah Finella Antonieta, Eka Fitriyaningrum, dan Asroful Ma’wa Uzlatul Aula.
Bukan tidak ada alasan bila ketiganya tampak bahagia. Penyebabnya tentu saja karena mereka baru saja tampil sebagai juara dalam lomba Masak Asik dalam event besar Beat School Contest XIII. Lomba yang berlangsung di Convention Hall Simpang Lima Gumul (SLG), Jumat (28/2) lalu.
Keberhasilan menjadi juara di ajang tahunan itu sangat mereka syukuri. Terlebih karena menjadi sesuatu yang tak disangka-sangka sebelumnya.
“Sebenarnya kami sempat minder. Apalagi setelah melihat plating dari peserta lain yang bagus,” terang Eka.
Bagi ketiga gadis ini, saat menyajikan menu mereka itu menjadi kelemahan. Apalagi meja tempat mereka berlaga diapit peserta yang berasal dari sekolah yang kemampuan masak-memasaknya sudah diakui. Yaitu SMK Negeri 3 Kota Kediri dan MAN 1 Kota Kediri.
Lebih minder lagi bila melihat latar belakang jurusan mereka. Ketiga gadis ini berasal dari jurusan agribisnis pengolahan hasil pertanian (APHP). Bukan jurusan yang spesialis memasak.
“Ketika waktu pengumuman juara, kami sama sekali tidak menyangka kalau nama sekolah kami yang disebutkan,” kenangnya.
Tentu saja kemenangan yang mereka dapatkan itu bukan hadiah yang turun dari langit. Tapi melalui jerih payah tak kenal lelah. Bagaimana tidak, sebelum hari perlombaan mereka terus-menerus berpraktik masak. Menyiapkan dua menu yang jadi syarat bagi setiap peserta.
Menu yang mereka siapkan awalnya adalah klepon pisang dan brownis pisang. “Kami melakukan praktik ketika pulang sekolah,” ungkap Finella.
Selain usai pelajaran, siswa yang duduk di kelas 10 ini juga memanfaatkan jam waktu-waktu tanpa pelajaran karena kelas 12 sedang ujian. Mereka menggunakan waktu senggang tersebut untuk latihan.
Agar mensimulasikan suasana seperti lomba betulan, saat latihan mereka pun menggunakan waktu. Tujuannya supaya saat berlatih itu benar-benar seperti pelaksanaan lomba.
Namun, persiapan yang mereka lakukan dengan susah payah itu sempat sia-sia. Sebab, menu yang mereka siapkan semuanya dengan cita rasa manis. Padahal, syarat dalam lomba itu menu yang dibuat peserta harus berbeda. Satu manis, yang lain gurih.
“Ketika hari perlombaan kami baru tahu bahwa satu manis dan satu gurih,” imbuhnya.
Merekapun harus mengganti menu klepon pisang dengan nuget pisang. Untuk bahan nuget pisang, salah satu bahannya yang berupa sosis dibeli di lokasi perlombaan. Karena itulah, kemenangan yang mereka dapatkan benar-benar seperti mendapat durian runtuh. Mereka tak menyangka sama sekali.
Setelah sukses di perlombaan tersebut, kini mereka kembali harus mempersiapkan diri untuk lomba yang lain. Yaitu lomba Gerakan Inovasi Makanan Berbasis Ikan. Dalam lomba tersebut mereka dikirim oleh Dinas Perikanan Kabupaten Kediri.
Wajah gembira juga terlihat dari tiga siswa SMP Al-Huda ini. Mereka adalah juara Masak Asik kategori SMP. “Sebenarnya saya kira akan menjadi juara kedua,” terang Alfina Izzati Nuha, salah seorang siswa. Selain Fina, kelompok ini juga diisi Alya Aliyyuna dan Lauresya Noviota Rini.
Karena menu harus berbahan pisang tanduk, yang mereka kreasikan adalah kroket pisang ebi dengan saus telur asin dan pisang gulung durian dengan saus gula kelapa.
Selama berlatih, ketiganya di bawah pengawasan Chef Agus Syahfrudin, ayah Fina. Selama proses latihan, banyak kendala yang mereka hadapi. Seperti saat menggoreng nuget misalnya. Api yang terlalu besar membuat nuget mereka cepat gosong. Untung kejadian itu terjadi saat berlatih.
Ketika lomba berlangsung, kendala bukannya tak ada. Kali ini terkait ketersediaan bahan pendamping. “Hiasan untuk pisang gulung duriannya seharusnya pakai buah ceri. Karena tak ada terpaksa diganti dengan pisang,” kenang Fina.
Editor : adi nugroho