KOTA, JP Radar Kediri - Usai sudah penjurian tahap pertama dalam Prodamas Award 2019. Tim juri telah mendatangi RT-RT terakhirnya dalam penilaian kemarin.
Persaingan tahun ini terbilang ketat. Tiap RT yang didatangi menunjukkan pelaksanaan program yang sungguh-sungguh. salah satunya adalah RT 26/ RW 09 Kelurahan Tosaren, Kecamatan Pesantren. Warga memanfaatkan dana Prodamas untuk meningkatkan sarana infrastruktur. Seperti pavingisasi, pembangunan jembatan, juga pembuatan resapan. “Pembangunan jembatan sebagai akses warga ke daerah lain,” kata Ketua RT Wahyu Miadi.
Tak hanya mengandalkan dana Prodamas, partisipasi masyarakat untuk membuat lingkungan juga cukup bagus. Dengan swadaya, warga di sana memanfaatkan gang yang dahulu terkesan kumuh menjadi lebih cantik. Dengan memberikan kesan ceria melalui lukisan pelangi. “Sekarang banyak anak-anak kecil yang bermain di sana setiap hari,” ujar Wahyu.
Di Kelurahan Tosaren lainnya, penjurian juga dilakukan di RT 07/ RW 03. Di sana, selain pembangunan infrastruktur berupa pavingisasi dan pembuatan penerangan jalan, juga pengadaan poskamling.
“Sebelumnya kalau kumpul ronda di teras saya. Karena poskamling sangat dibutuhkan, saat rembug warga kami setuju untuk membangun itu,” kata Bambang, ketua RT setempat.
Sementara, RT 08/ RW 03 lebih fokus pada kegiatan sosial. Yakni pengadaan peralatan dapur dan juga peralatan pesta. “Saya buat video barang-barang dari prodamas sejak awal,” ujarnya.
Berpindah ke RT 22/RW 05 Kelurahan Jamsaren, Kecamatan Pesantren, warganya pernah gundah. Lingkungan terasa tak aman. Gara-garanya mereka kerap kehilangan barang. Antartetangga pun saling curiga. Potensi terjadi fitnah besar. Rawan keributan dan konflik. Apalagi permukiman berada di gang padat penduduk.
“Agar tak ada fitnah dan saling tuduh, kami rembukkan masalah itu. Warga akhirnya menyepakati pengadaan CCTV (closed circuit television),” kata Ketua RT 22 Agus Wiludjeng.
Masih di Jamsaren, RT 21/RW 05 mewujudkan proyek pemasangan gapura dan pengecatan tembok gang. Tak sekadar dicat, tetapi dindingnya juga dihias dengan ragam gambar warna-warni. “Temanya keindahan alam,” ujar Ketua RT Dwi Priyanto.
Kemudian di RT 37/RW 08 Kelurahan Jamsaren, Lingkungan Kleco terealisasi proyek perbaikan musala. Menurut Suparno, ketua RT-nya, anggaran prodamas dimanfaatkan untuk memasang tambahan keramik sekaligus menambah atapnya. Ukurannya sekitar 8 x 10 meter. “Sekarang lebih luas. Jika jamaah meluber hingga ke luar musala, tak khawatir kehujanan lagi. Ibadah lebih tenang dan khusyuk,” urai Suparno.
Editor : adi nugroho