Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Kontes Sapi dan Gebyar Panen Pedet: Yang Besar Belum Tentu Menang

adi nugroho • Senin, 5 Agustus 2019 | 01:22 WIB
kontes-sapi-dan-gebyar-panen-pedet-yang-besar-belum-tentu-menang
kontes-sapi-dan-gebyar-panen-pedet-yang-besar-belum-tentu-menang

KABUPATEN, JP Radar Kediri - Penjurian dalam ajang Kontes Sapi dan Gebyar Panen Pedet dilakukan dengan sangat detail di lapangan SMKN 1 Plosoklaten, kemarin (3/8). Tak hanya berat dan bentuk badan ternak saja yang dinilai. Faktor kesehatan lembu pun turut menjadi sorotan dewan juri.


“Kami melihat secara menyeluruh. Apakah ada cacat dari bagian tubuh sapi tersebut. Mulai hidung, mulut, dan sebagainya. Tak selalu yang besar menang, kecuali kalau dalam kelas ekstrem,” ujar Trilas Sardjito, salah satu dewan juri, kepada wartawan koran ini, kemarin.


Penjurian dilakukan di sebuah tenda yang berada tak jauh dari ternak sapi dipamerkan. Dalam tenda penjurian ada beberapa poin yang dinilai. Di antaranya jumlah gigi, kecacatan, panjang, lingkar dada, tinggi, umur, dan berat sapi.


Peserta kontes ternak ada sepuluh kelas yang terdiri atas empat kriteria lembu keturunan peranakan Ongole. Tak hanya itu, ada pula lima kriteria sapi persilangan hasil inseminasi buatan (IB) atau yang biasa dikenal dengan istilah kawin suntik.


Terakhir, yakni sapi jantan kereman akhir. Semua sapi yang mengikuti kontes tersebut merupakan perwakilan dari 26 kecamatan yang ada di wilayah Kabupaten Kediri.


Lantaran menjadi salah satu ajang yang bergengsi dan dapat meningkatkan nilai jual sapi pemenang, tim juri yang dipilih pun tidak main-main. Dalam proses penilaian ternak tersebut melibatkan para ahli peternakan Universitas Airlangga (Unair), Surabaya dan Universitas Islam Kadiri (Uniska) Kediri. Tak ketinggalan, Dinas Peternakan Jawa Timur (Jatim) turut menjadi juri kontes tersebut.


Proses penilaian tersebut dilaksanakan sekitar pukul 12.00 WIB. Secara bergantian, satu per satu sapi pun keluar-masuk tenda dan setelah dinilai juri. “Kami akan menilai dari segala aspek. Dengan begitu, juara yang terpilih memang sapi dengan kualitas tinggi,” imbuh Sardjito


Secara sekilas, Sardjito menilai bahwa kualitas sapi yang mengikuti kontes tahun ini mengalami peningkatan dibanding tahun lalu. “Itu artinya peternakan di Kabupaten Kediri dikelola dengan baik. Baik dari dinas terkait maupun para peternak itu sendiri,” imbuhnya.


Jumlah ternak yang akan dipamerkan di lapangan SMKN 1 Plosoklaten itu melebihi dari target awal penyelenggara. Total ternak sapi yang akan diikutkan kontes itu ada sebanyak 146 ekor. Padahal target awal penyelenggara hanya menetapkan maksimal 100 ekor saja.


Atas tingginya antusiasme peserta, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih mengaku, sangat senang. Pasalnya, kontes ini memang diadakan untuk memberikan apresiasi bagi seluruh insan peternakan di Kabupaten Kediri.


“Ajang ini kami adakan sebagai bentuk dukungan kepada mereka yang bergerak di bidang peternakan yang ada di Kabupaten Kediri. Kami berharap dengan adanya kontes ini dapat meningkatkan kualitas, baik dari peternak maupun hewan ternaknya sendiri,” terang Tutik.


Untuk diketahui, dalam kontes tersebut pemenang akan mendapatkan piagam penghargaan juara, trofi, dan uang pembinaan jutaan rupiah. Di luar hal tersebut, prestise sebagai pemenang kontes justru menjadi magnet utama.


Pasalnya, dengan menjadi juara, harga sapi yang bersangkutan akan dipastikan naik tinggi. “Harga sapi yang menjadi juara itu bisa melonjak tinggi,” beber perempuan berkacamata tersebut.


 


Kelas Kontes Sapi


1.   Calon induk PO


2.   Induk PO


3.   Bakal Kereman PO


4.   Kereman PO


5.   Calon induk persilangan hasil IB


6.   Induk persilangan hasil IB


7.   Calon bakalan Kereman persilangan hasil IB


8.   Bakal Kereman persilangan hasil IB


9.   Kereman persilangan IB


10.                        Kereman akhir atau ekstrem


 

Editor : adi nugroho