KEDIRI KOTA– Acara salawatan menjadi penanda akhir dari peringatan Hari Jadi ke-1138 Kota Kediri, tadi malam. Puluhan ribu umat berpakaian dominan putih-putih tumpek-blek di Stadion Brawijaya, Jl Ahmad Yani, Banjaran, dalam acara Kota Kediri Bersalawat.
Lantunan syiar dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW dipimpin langsung oleh Habib Syech. Hadir pula Wali Kota Abdullah Abu Bakar yang juga tampak bersalawat dengan khusyuk di atas panggung. Seluruh tribun dan lapangan stadion pun dipenuhi oleh para jamaah yang didominasi busana putih-putih.
“Ada sekitar 36 ribu masyarakat yang hadir,” terang Nur Muhyar, kepala dinas kebudayaan, pariwisata, pemuda dan olahraga (disbudparpora) Kota Kediri, kepada Jawa Pos Radar Kediri.
Sejak usai Magrib, Syecher Mania–sebutan penggemar Habib Syech- sudah memadati area stadion kebanggaan warga Kota Tahu tersebut. Tidak hanya dari dalam kota, banyak pula yang datang dari wilayah eks Karesidenan Kediri. Mulai dari Blitar, Tulungagung, Nganjuk hingga Jombang.
Sebelum Habib Syech naik ke panggung, acara diisi dengan penampilan hadrah dan pembacaan rotibul hadad oleh komunitas salawat Kota Kediri. Gegap gempita suara salawat pun bergema di angkasa. Suasana terlihat khidmat dan khusyuk.
Para pengunjung yang sebagian besar berpakaian putih duduk dengan tertib di tribun dan sebagian beralas rumput stadion. Barulah sekitar pukul 20.00, Habib Syech hadir di depan puluhan ribu jamaahnya. Dipimpin oleh Habib Syech bin Abdul Qodir Asshegaf, pelantun salawat, salawatan berlangsung khidmat.
Sementara itu, Wali Kota Abdullah Abu Bakar menjelaskan bahwa salawat merupakan wadah mengajak anak-anak muda menjalankan akhlak Rasulullah SAW. Selain menyejukkan, salawat juga bisa meminimalisasi sifat-sifat buruk yang berpotensi menjangkiti anak-anak muda. “Seperti narkoba dan hal negatif lainnya,” terangnya dalam sambutan kemarin.
Selain itu, Kota Kediri Bersalawat yang digelar tadi malam juga menjadi ajang silaturahmi sehingga semakin memperkokoh persatuan dan kesatuan warga Kota Kediri dan sekitarnya. “Mudah-mudahan Kota kediri menjadi kota yang diberi kemakmuran, ketenteraman, rukun, damai, aman dan selalu harmonis,” tandasnya.
Semakin malam, salawat terus menggema di setiap sudut Stadion Brawijaya. Salawat akhirnya selesai sekitar pukul 23.00 WIB. Jamaah kemudian pulang dengan tertib ke rumah masing-masing.
Editor : adi nugroho