Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Festival Mahakarya Jadi Penggerak Roda Perekonomian

adi nugroho • Senin, 14 Agustus 2017 | 13:51 WIB
festival-mahakarya-jadi-penggerak-roda-perekonomian
festival-mahakarya-jadi-penggerak-roda-perekonomian



KEDIRI KOTA – Festival Mahakarya Kota Kediri berlangsung semarak, kemarin. Puluhan komunitas se-Kota Kediri memadati Jalan PK Bangsa. Mereka unjuk eksistensi. Tak asal menyelenggarakan, acara tersebut diharapkan menjadi wadah potensi lokal anak-anak muda sehingga semakin berkembang.


Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawali) Lilik Muhibbah dalam acara Mahakarya di Memorial Park, Banjaran, Kota Tahu. Orang nomor dua di pemkot ini berharap, kegiatan yang diselenggarakan menjadi wahana mengembangkan potensi-potensi lokal.


“Ada banyak komunitas dan kreativitas anak-anak muda Kota Kediri, melalui acara ini harapannya bisa menjadi wadah menunjukkan karya,” terang Ning Lik dalam sambutannya, kemarin.


Tidak hanya mewadahi kreativitas anak muda, Mahakarya juga menjadi sarana masyarakat mengenal lebih jauh potensi usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kediri. Dari pengenalan potensi tersebut diharapkan nantinya muncul ide-ide usaha yang bisa dikembangkan masyarakat.


“Acara ini juga bisa dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM untuk mempromosikan produk-produknya,” tambahnya.


Mengapa tahun ini cukup banyak acara-acara festival sejenis yang digelar di Kota Kediri? Menurut Ning Lik, acara-acara tersebut cukup efektif menggerakkan perekonomian lokal. Festival tersebut menjadi magnet masyarakat untuk berkumpul dan menikmati sajian dan kreativitas anak-anak muda.


Makanya perekonomian bisa semakin bergerak lebih cepat. Upaya pemkot tersebut cukup berhasil. Indikator positif ditunjukkan oleh data Badan Pusat Statistik (BPS) bahwa perekonomian di Kota Kediri terus meningkat seiring semakin bertambahnya jumlah UMKM.


 “Dengan bertambahnya jumlah pelaku usaha, angka kemiskinan bisa ditekan sampai 0,11 persen,” tandasnya.


Untuk diketahui, acara dimulai sejak pukul 15.00 WIB. Ada banyak komunitas yang mendirikan stan di sepanjang Jalan PK Bangsa hingga Memorial Park. Tidak hanya mempromosikan komunitasnya, para pemuda Kota Kediri juga memberikan pertunjukan karya dalam bentuk pertunjukan musik dan teater.


Beberapa stan komunitas terlihat dipenuhi masyarakat yang antusias mencari informasi maupun yang sekadar berfoto. Seperti komunitas pencinta burung hantu. Mereka tampak sibuk menjelaskan bagaimana cara memelihara burung hantu dan juga melayani masyarakat yang tertarik untuk selfie dengan burung hantu.


“Karena sering ikut acara-acara seperti ini, anggota komunitas kami semakin banyak. Masyarakat juga semakin banyak yang tertarik dan tahu bagaimana memelihara burung hantu dengan baik,” terang Bambang, salah satu anggota komunitas tersebut.


 

Editor : adi nugroho
#kota kediri