Mengurai Problem Pasar Tradisional di Kota Kediri (2) : Mintanya Tarif Murah tapi Fasilitas Bagus

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Rabu, 21 Oktober 2026 | 08:00 WIB

 

Mintanya Tarif Murah tapi Fasilitas Bagus. (Wahyu Adji/JPRK)
Mintanya Tarif Murah tapi Fasilitas Bagus. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Soal harga sewa kios kerap menjadi sumbu peletup konflik di pasar tradisional. Karena itu, pengelola pasar mengaku tak pernah menaikkan tarif sejak tiga tahun lalu. Kalaupun ada perjanjian sewa, tujuannya untuk mencegah monopoli.

Soal harga sewa kios di pasar-pasar tradisional Kota Kediri memang ibarat buah simalakama. Bila terlalu mahal pedagang  yang menjerit. Namun, bila terlalu murah bisa jadi pengelolaan pasar yang kurang optimal.

Menimbang kepentingan pedagang itulah Perumda Pasar Joyoboyo, yang menjadi pengelola pasar-pasar tradisional milik pemkot, mengaku tak pernah menaikkan tarif sewa. Harga yang dipatok saat ini masih sama seperti tiga tahun lalu.

Baca Juga: Polemik Pasar Tradisional yang Tak Kunjung Selesai

"Perumda Pasar Joyoboyo selama 3 tahun ini tidak meningkatkan tarif. Tarif yang berlaku saat ini sudah sejak 2023," aku Direktur Utama Perumda Pasar Joyoboyo Djauhari Luthfi saat mengikuti diskusi bertajuk “Mengurai Polemik Pasar Tradisional Kota Kediri” yang diadakan Jawa Pos Radar Kediri pada Jumat (9/10) lalu.

Kalaupun pihak perumda pasar membuat perjanjian sewa, tujuannya pun untuk mengatur. Yaitu agar tidak ada praktik monopoli atau penguasaan sepihak oleh pedagang.

Soal tarif, perumda pasar mengatakan tak menetapkan secara sepihak. Lebih dulu melakukan kajian dan keputusan pimpinan. Jika kuasa pemilik modal (KPM) setuju, barulah tarif diberlakukan.

Baca Juga: Komisi B DPRD Kota Kediri Sidak Pasar Tradisional, Soroti Soal Retribusi hingga Biaya Sewa

"Kebijakan penyesuaian tarif tidak bisa dilakukan secara serta-merta turun atau naik begitu saja. Melainkan harus melalui proses kajian dan analisa mendalam berdasarkan berbagai pertimbangan yang kuat," bebernya.

Dia pun mengklaim kebijakan yang diterapkan sejauh ini sudah dikomunikasikan dengan sangat baik dengan stakeholder terkait. Misalnya untuk Pasar Pahing sejak 2022 sudah dilakukan sosialisasi terkait sewa. Ada surat keputusan (SK) yang harus ditaati oleh para pedagang.

Biaya yang ditetapkan pun masih sangat terjangkau. Misalnya untuk satu kios setiap harinya di tarif Rp 20 ribu. Jika diakumulasikan dalam satu tahun hanya di angka Rp 7.300.000. Tentu ini lebih murah dengan tarif sewa kios di lokasi lain yang nilainya bisa mencapai belasan juta rupiah.

Baca Juga: Ratusan Pedagang Pasar Tradisional di Kota Kediri Turun ke Jalan, Ini Tuntutannya!

“Kalau dibandingkan sewa yang lain masih sangat terjangkau. Terlebih lokasi (kios, Red) dengan tarif Rp 20 ribu itu menghadap ke jalan raya. Tentu sangat cocok untuk berwirausaha,” tandasnya.

Bahkan, pihaknya juga memberikan kelonggaran dalam hal pembayaran. Bagi pedagang yang kiosnya sedang sepi dan berkenan membayar di lain waktu saat sedang ramai tak menjadi masalah. Asalkan ada komunikasi dengan petugas.

"Terkait pembayaran sewa ini kami juga ada kelonggaran. Yang penting ada komunikasi dengan petugas. Kami pun pasti akan mengerti dan memahami," papar pria asal Kecamatan Kota, Kota Kediri itu.

Baca Juga: Pengamat Ekonomi Soroti Lesunya Pasar Tradisional Kediri Jelang Lebaran

Lebih lanjut dia menjelaskan, tarif sewa yang ditarik ini nantinya untuk keperluan operasional pasar itu sendiri. Yaitu untuk memperbaiki sarana dan prasarana demi terwujudnya pasar yang aman dan nyaman.

Di lain sisi, Pengamat Ekonomi Dr Ema Nurzainul Hakimah menilai tarif yang diterapkan Perumda Pasar Joyoboyo saat ini masih terjangkau. Setidaknya bila dibandingkan dengan biaya sewa kios yang ada di luar pasar.

"Mengingat saat ini semua juga mengalami kenaikan. Sehingga memang dirasa perlu untuk dilakukan kajian terkait tarif sewa. Apakah dengan nilai tersebut sudah mampu meng-cover operasional pasar atau seperti apa," ujar perempuan yang juga berprofesi sebagai dosen ekonomi di UNP itu.

Baca Juga: Parkir Sumbang Pendapatan Tertinggi Pasar Tradisional di Kota Kediri, Tembus Ratusan Juta

Dia menambahkan, harus ada keseimbangan antara harapan pedagang dan pengelolaan pasar. "Jangan sampai pedagang meminta tarif murah tetapi juga menuntut pasar harus bagus. Harus tetap disesuaikan dengan kondisi yang ada," pungkasnya. 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
polemik pasar tradisional Perumda Pasar Joyoboyo pasar setonobetek pasar pahing kota kediri