Sedikitnya 1.147 peserta mulai berdatangan sejak pukul 6.30. Membawa meja lipat dan krayon masing-masing, anak-anak TK ini beradu ide untuk menghidupkan gambar bertema pelestarian lingkungan yang diterimanya.
“Mbak Wali perkenankan adik-adik mewarnai dengan warna apapun. Jangan takut salah. Jangan takut kalah,” pesan Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati yang membersamai peserta lomba mewarnai Crayon Eco-Kids 2026.
Baca Juga: Semarak! Ribuan Anak Belajar Pilah Sampah dan Menabung Lewat Lomba Mewarnai Crayon-EcoKids 2026
Menurutnya, Crayon Eco-Kids 2026 ini jadi ruang bagi anak-anak TK untuk bersenang-senang dan bermain bersama teman sebaya. Dalam kesempatan kemarin, Vinanda juga memotivasi anak-anak agar percaya diri dan berani mencoba serta berkarya.
Di sana, anak-anak ditantang untuk mewarnai gambar bertema pemilahan sampah. Serta mengambil peluang ekonominya dengan menyetorkannya ke bank sampah.
“Kami ingin mengajarkan anak-anak kita tentang pemilahan sampah, kemudian ternyata juga bisa menjadi barang yang bernilai ekonomis. Dan alhamdulillah anak-anak sudah paham apa maksud dari lomba mewarnai ini,” terangnya, berharap nilai itu bisa diterapkan di kehidupan sehari-hari.
Untuk diketahui, Crayon Eco-Kids 2026 merupakan ajang edukatif yang digelar oleh Pemkot Kediri melalui Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri.
Kegiatan yang merupakan rangkaian Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147 dan Hari Indonesia Menabung itu digelar untuk mendorong semangat pelestarian lingkungan lewat edukasi pemilahan sampah. Di sana, anak-anak juga diajari menabung sejak dini.
Baca Juga: Tabungan Pelajar Total Rp 8,9 Juta Menanti Jawara Crayon-EcoKids 2026, Banjir Hadiah Menarik
Sebagai pemantiknya, hadiah apresiasi bagi karya terbaik diberikan dalam bentuk tabungan pelajar. “Kami juga ingin menanamkan ke anak-anak agar bisa belajar menabung sejak usia dini. Kami kolaborasi dengan perbankan, nantinya anak-anak insyaallah untuk pemenang akan mendapat tabungan yang ada saldonya,” tandas Vinanda.
Kepala DLHKP Kota Kediri Indun Munawaroh menambahkan, pelibatan anak-anak TK tak lepas dari upaya pemkot menggencarkan edukasi pelestarian lingkungan sedini mungkin kepada masyarakat. Utamanya terkait pemilahan sampah.
“Kami ingin lebih mengenalkan kepada anak-anak kita di usia dini bahwa memilah sampah itu penting. Dan dari sampah-sampah yang dihasilkan oleh rumah tangga, industri, ataupun lainnya itu ternyata punya nilai ekonomis,” terang Indun.
Pemilihan lokasi di Taman Brantas juga jadi upaya pemkot menghadirkan beragam aktivitas untuk masyarakat di ruang terbuka hijau tersebut. Untuk menunjang aktivitas pengunjung, DLHKP—lanjut Indun—juga memperluas area parkir Taman Brantas tahun ini.
“Kami ingin ada banyak aktivitas-aktivitas masyarakat yang dilakukan di taman-taman. Biar taman itu berfungsi selayaknya ruang terbuka hijau bagi masyarakat,” tandas Indun.
Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kediri Ismirani Saputri juga mengapresiasi acara ini. Melalui edukasi tabungan pelajar itu, anak-anak diajak untuk terbiasa menyisihkan uang dan menabung sejak usia dini.
“Kami mengajarkannya mulai dari mimpi. Punya mimpi apa dulu? Mimpi ingin punya apa? Misalnya mimpi ingin punya sepeda. Yuk, mulai menabung dengan menyisihkan uang saku dari orang tua untuk membantu orang tua mewujudkan mimpi mereka,” ujar Ismirani. (ais/ut)
Editor : Andhika Attar AninditaSumber : Radar Kediri