Publish or Perish 2.0! Axis School Fest 2026 Ajak Publikasi Sekolah via Multiplatform, Apa Itu?

Mahfud • Dipublikasikan Jumat, 7 Agustus 2026 | 18:18 WIB
Peserta berfoto bersama usai kegiatan Axis School Fest 2026 di Aula SMAN 2 Nganjuk Jumat (7/8).
Peserta berfoto bersama usai kegiatan Axis School Fest 2026 di Aula SMAN 2 Nganjuk Jumat (7/8).

 

JP Radar Kediri – Publish or Perish 2.0! Itulah tema materi yang disampaikan dalam Axis School Fest 2026 di aula SMAN 2 Nganjuk Jumat siang (7/8). Materi yang disampaikan oleh Pemimpin Redaksi dan Penanggung Jawab Multiplatform Jawa Pos Radar Kediri itu mengajak para pelajar agar ‘melek’ publikasi. Terutama untuk kegiatan-kegiatan sekolah.

“Publish or perish. Artinya, pilih publikasi atau punah. Tanpa publikasi, kegiatan yang kita lakukan menjadi kurang bermakna,” urai Mahfud, di hadapan 300-an siswa dari SMAN 2 Nganjuk, SMKN 1 Nganjuk, SMKN 2 Nganjuk, serta SMA Muhammadiyah Nganjuk tersebut.

Model publikasinya pun tentu saja berbeda dibanding era lama. Menurutnya, publikasi era 2.0 tidak lagi sekadar mengandalkan koran, pamflet, atau bulletin sekolah. Melainkan sudah melibatkan multiplatform. Melalui media cetak dan media digital.

“Tapi jangan salah, multiplatform tidak sekadar share-share belaka. Namun memiliki kesatuan meskipun melalui banyak platform digital,” ingat pria yang telah 27 tahun menjadi jurnalis ini.

Baca Juga: Lewat Axis School Fest, Siswa SMAN 1 Sukomoro Manfaatkan Peluang Bisnis Digital di Usia Muda 

Menurutnya, publikasi pada 2.0 ini induknya tetaplah media konvensional, baik berupa koran maupun web atau portal berita. Namun, berita itu kemudian disebarkan melalui medsos dan disesuaikan dengan karakteristik platform.

“Misal, menyebar publikasi melalui TikTok jelas berbeda dengan YouTube. Demikian pula dengan Instagram, Facebook, maupun X,” urainya.

Mahfud juga menjabarkan, beraktivitas di medsos tidak ada salahnya. Apalagi, medsos bisa menguntungkan bila dimanfaatkan dengan benar. Seperti mendapatkan monetisasi dari platform secara langsung.

“Facebook dan YouTube memberi monetisasi pada konten yang kita unggah. Sedangkan yang lain bisa mendatangkan pemasukan melalui endorse maupun afilliate. Yang penting, kita harus bisa memanfaatkan medsos, bukan kita yang diperbudak oleh medsos,” ingatnya.

Baca Juga: Jadi Bos dengan Bisnis Digital, Ratusan Siswa SMKN 1 Lengkong Antusias Ikuti AXIS School Fest

Acara yang berlangsung mulai pukul 13.30 itu dibuka oleh Kepala SMAN 2 Nganjuk Drs Murtoyo, MSi. Sang kasek berpesan agar peserta mendengarkan materi yang diberikan dengan seksama.

“Sebisa mungkin kalian memanfaatkan ilmu itu dengan sebaik-baiknya,” ucap Murtoyo.

Sementara itu, Head Sales Operation XLSmart Kediri-Madiun, Fadil Muhammad mengatakan, produk dari XLSmart siap mendukung para pelajar dalam mengembangkan kreativitas mereka. Terlebih di era kecerdasan buatan saat ini, para siswa semakin dipermudah dalam menjelajahi berbagai informasi yang mereka butuhkan.

Baca Juga: AXIS School Fest Ajak Siswa Ciptakan Konten Inspiratif, Komitmen Tingkatkan Literasi Digital Generasi Muda

Di akhir sesi, Fadil juga membagikan tips-tips bagaimana berkreasi dengan Axis. Sebab, kartu Axis bisa memberikan kemudahan-kemudahan dalam membuat konten. Termasuk fasilitas Akal Imitasi (Artificial Intelligence) yang bisa dimaksimalkan. (*)

Editor : Mahfud
Axis school fest Publish or perish Multiplatform jawa pos radar kediri sman 2 nganjuk