Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Angkut 2,28 Ton Sampah di Puncak Kediri River Expedition, Wali Kota Vinanda dan Ratusan Relawan Antusias Bersihkan Sungai Kedak

Ayu Ismawati • Minggu, 28 Juni 2026 | 10:10 WIB
AKSI NYATA: Dari kiri, Wakil Rektor III Universitas Strada Indonesia Nurwijayanti, Komandan Brigif 16 Kolonel Inf M. Sujoko, GM Jawa Pos Radar Kediri Chafid Suyuti, Kasatbinmas Polres Kediri Kota Iptu Cahyo Widodo, Kepala Staf Kodim 0809 Mayor Inf Yuliadi Purnomo, Koordinator WWI Kediri Bima Nuryawan, Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad, Wali Kota Vinanda Prameswati, Wawali Qowimuddin, Humas PT Gudang Garam Iwhan Tri Cahyono, Komandan Kompi Brimob AKP Joko Widodo, Pj Sekda Endang Kartika Sari di aliran Sungai Kedak Kelurahan Bujel kemarin (26/6). 
AKSI NYATA: Dari kiri, Wakil Rektor III Universitas Strada Indonesia Nurwijayanti, Komandan Brigif 16 Kolonel Inf M. Sujoko, GM Jawa Pos Radar Kediri Chafid Suyuti, Kasatbinmas Polres Kediri Kota Iptu Cahyo Widodo, Kepala Staf Kodim 0809 Mayor Inf Yuliadi Purnomo, Koordinator WWI Kediri Bima Nuryawan, Direktur JP Radar Kediri Kurniawan Muhammad, Wali Kota Vinanda Prameswati, Wawali Qowimuddin, Humas PT Gudang Garam Iwhan Tri Cahyono, Komandan Kompi Brimob AKP Joko Widodo, Pj Sekda Endang Kartika Sari di aliran Sungai Kedak Kelurahan Bujel kemarin (26/6). 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Aksi cepat ratusan relawan melakukan bersih-bersih sungai, dalam puncak rangkaian Kediri River Expedition 2026 kemarin berhasil memermak wajah Sungai Kedak.

Sungai yang semula penuh sampah itu bersih setelah Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati, pejabat forkopimda, dan para relawan lintas komunitas turun tangan kemarin pagi (26/6).

Total ada 2,28 ton sampah yang diangkut.

Aksi massal untuk memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia itu diharapkan jadi pemantik pelestarian sungai yang lebih masif lagi ke depannya.

Di aliran sungai yang ada di Kelurahan Bujel gang 4 itu, ada banyak sampah di bawah jembatan dan tepi sungai.

Baca Juga: Selamatkan Lingkungan, Ratusan Relawan Bersihkan Sungai Kedak Pagi Ini di Puncak Kediri River Expedition 2026

Wali Kota Vinanda yang tiba di lokasi sekitar pukul 07.00, langsung memberi arahan kepada relawan. Sejurus kemudian mereka langsung masuk ke sungai dan melakukan aksi bersih-bersih.

Selain mengumpulkan dan mengangkut sampah, mereka juga melakukan restocking atau menebar benih ikan lokal jenis tawes ke Sungai Kedak.

Sedikitnya ada 7 ribu benih ikan yang ditebar untuk memulihkan kembali populasi ikan lokal itu di ekosistem Sungai Kedak dan di Sungai Brantas.

“Kerja bakti sama-sama ini untuk membangkitkan kembali kesehatan sungai. Karena hasil ekspedisi sungai dari Radar Kediri di enam titik, ternyata seluruhnya tercemar. Ada dua kategori, tercemar berat dan tercemar sedang. Dan Sungai Kedak ini tergolong tercemar sedang,” ujar Vinanda. 

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (12) Tebar Ribuan Benih Ikan Lokal untuk Konservasi

Karenanya, melalui aksi kemarin, diharapkan sungai yang membelah Kecamatan Mojoroto itu bisa diselamatkan dari pencemaran yang berkepanjangan.

Pelestarian sungai menurut Vinanda sangat penting. Tak hanya bagi kelangsungan ekosistem, melainkan juga masyarakat yang tinggal di sekitarnya.

“Jangan sampai nanti masyarakat yang kehidupan sehari-harinya bergantung pada sungai, tapi karena sungainya tercemar ini akan mempengaruhi kondisi kesehatan masyarakat,” lanjutnya.

Vinanda juga berharap, kegiatan seperti ini tidak berhenti begitu saja. Melainkan bisa memantik kesadaran masyarakat untuk lebih peduli terhadap kelestarian sungai. Khususnya masyarakat yang tinggal di bantaran sungai. 

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (9) Warga Harus Kelola Sendiri Limbah Rumah Tangganya 

Dalam kesempatan kemarin, wali kota termuda itu juga mengapresiasi upaya Jawa Pos Radar Kediri yang telah menginisiasi ekspedisi sungai ini bersama akademisi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri.

“Nantinya jangan sampai masyarakat masih membuang sampah sembarang di sungai. Harapannya ini bisa jadi upaya kita bersama untuk meningkatkan komitmen menjaga kelestarian sungai,” tuturnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Kebersihan, dan Pertamanan (DLHKP) Kota Kediri Indun Munawaroh menambahkan, ada 700 orang yang dilibatkan dalam aksi massal itu.

Mereka terdiri dari organisasi perangkat daerah (OPD), pelajar dan mahasiswa, aktivis penggerak lingkungan, hingga prajurit TNI dan brigade mobil (brimob).

Dari sekitar 200 meter luas area yang dibersihkan, total ada 2,28 ton sampah yang berhasil diangkat dari Sungai Kedak. 

Baca Juga: Mengulik Lebih Detil Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (1) Sinyal Merah, Empat dari Enam Sungai Tercemar Berat

“Kami ingin mengedukasi masyarakat, memberikan contoh baik, bahwa seperti yang disampaikan Mbak Wali, kita tidak butuh langkah-langkah besar. Tetapi cukup langkah-langkah kecil yang kita wujudkan menjadi kenyataan,” ujar Indun. 

Sementara itu, Direktur Jawa Pos Radar Kediri Kurniawan Muhammad mengatakan, Kediri River Expedition 

2026 diselenggarakan Radar Kediri Institute sebagai respons atas keprihatinan terhadap kondisi sungai-sungai urban di Kota Kediri.

Bekerjasama dengan prodi Biologi UNP Kediri, tim melaksanakan ekspedisi selama kurang lebih 10 hari. Dengan sasaran penelitian di enam lokasi sungai.

“Ekspedisi yang kami lakukan ini bukan sekadar mengumpulkan data. Tetapi ibaratnya kami ini sedang melakukan rekam medis terhadap urat nadi kehidupan kota yang kondisinya perlu kita perhatikan bersama-sama,” ujarnya. 

Baca Juga: Mengulik Lebih Detil Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (2) Pencemaran Tinggi, Sungai Mulai Kehilangan Kehidupannya

Lewat penelitian yang menggabungkan pendekatan biologi, kimia, dan fisika itu, disimpulkan bahwa seluruh sungai yang diteliti status kesehatannya sedang tidak baik-baik saja.

Ada yang dinyatakan tercemar sedang, dan ada yang tercemar berat.

Mayoritas ancaman sungai itu berasal dari kontaminasi limbah domestik yang berkepanjangan.

“Karena itu, tanggung jawab sungai bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja. Tetapi ini tanggung jawab kita bersama,” tandasnya, berharap kegiatan seperti ini dapat menjadi gerakan moral bersama serta jembatan bagi empati menuju aksi nyata.

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (3) Sungai Semakin ‘Sesak Napas’ karena Miskin Oksigen

Pantauan Jawa Pos Radar Kediri, aksi bersih sungai kemarin disambut antusias peserta. Salah satunya Dinda Ainun, relawan dari Mahasiswa Pecinta Alam (Mapala) Pelita UNP Kediri.

Gadis yang akrab disapa Ainun itu mengaku terpanggil untuk ikut turun ke sungai atas dasar kemanusiaan.

“Sangat seru bisa ikut kegiatan ini. Karena di tahun-tahun sebelumnya, setiap tahun saya juga selalu mengikuti kegiatan bersih sampah di Sungai Kedak. Tapi ini termasuk kegiatan yang besar dengan banyak relawan yang terlibat,” katanya. 

Dia berharap, kelestarian alam bisa terjaga melalui upaya seperti ini. Khususnya Sungai Kedak yang masih banyak dipenuhi sampah. 

Mahasiswa semester 8 itu pun mengaku prihatin dengan pemandangan itu. 

Baca Juga: Mengulik Lebih Detail Hasil Jawa Pos Radar Kediri River Expedition 2026 (4) Kadar Garam Tinggi Jadi Indikasi Penumpukan Limbah

“Sampah-sampah yang ada di sungai ini tadi beraneka ragam, ya. Mulai dari pampers bayi sampai baju-baju yang dibuang begitu saja. Dan ini jadi pengingat bagi kami, khususnya pecinta alam, untuk lebih peduli terhadap lingkungan,” tandas Ainun. 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#kediri river expedition 2026 #hari lingkungan hidup sedunia #ekspedisi #dinas lingkungan hidup #Vinanda Prameswati