Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Bioindikator Lingkungan Sungai Sehat Itu Semakin Hilang, Tim Ekspedisi Sungai Lanjutkan Penelitian di Sungai Kresek Kota Kediri

Ayu Ismawati • Jumat, 5 Juni 2026 | 16:48 WIB
Tim Kediri River Expedition 2026 menyisir Sungai Kresek dan mengumpulkan bentos untuk uji biotilik. Pengujian itu jadi salah satu metode untuk mengungkap kondisi kesehatan sungai.
Tim Kediri River Expedition 2026 menyisir Sungai Kresek dan mengumpulkan bentos untuk uji biotilik. Pengujian itu jadi salah satu metode untuk mengungkap kondisi kesehatan sungai. 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Di hari ketiga Kediri River Expedition 2026, tim kembali menyasar beberapa aliran sungai di Kota Kediri.

Kemarin, aliran Sungai Kresek di Kecamatan Kota menjadi lokasi penelitian yang dilakukan oleh Radar Kediri Institute (RKI)– lembaga litbang milik Jawa Pos Radar Kediri– bersama akademisi Universitas Nusantara PGRI (UNP) Kediri. 

Setiap titik yang didatangi tim ekspedisi sungai selalu menguak fakta baru. Mulai dari yang membawa harapan, hingga teguran bagi semua.

Seperti saat tim mengambil data di aliran Sungai Kresek. Tepatnya di titik pertama di Kelurahan Dandangan, serta titik kedua di Kelurahan Banjaran. 

Baca Juga: Masih Ada Harapan Selamatkan Sungai Kota Kediri! Tim Kediri River Expedition 2026 Mulai Cek Kualitas Sungai Kedak dan Anak Sungainya

Sekilas, aliran sungai di dua titik itu memang masih nampak jernih. Meskipun beberapa sampah-sampah plastik masih mudah ditemui di sepanjang badan sungai.

Namun, di beberapa titik, aliran sungai itu nampak keruh karena aktivitas pembuangan limbah cair ke sungai. Termasuk di antaranya limbah domestik.

“Aliran sungai ini masih lebih bagus dari yang kemarin (Sungai Parung di Kaliombo dan anak Sungai Tawang di Singonegaran, Red). Masih ditemukan organisme yang sebagai indikator lingkungan baik,” kata Dosen Program Studi Pendidikan Biologi UNP Kediri Tutut Indah Sulistiyowati.

Baca Juga: Penumpukan Sampah dan Tumbuhan Air Jadi Ancaman Sungai di Kota Kediri, Tim Kediri River Expedition 2026 Lanjutkan Misi

Temuan beberapa bioindikator lingkungan baik itu meliputi Leptophlebidae atau lalat capung insang cabang dan Heptagenidae atau lalat capung berkepala pipih.

Spesies ini punya peran penting sebagai indikator kualitas lingkungan sebab sangat tidak toleran terhadap polutan. 

Temuan itu tentu menjadi angin segar. Sebab hewan-hewan tersebut sudah semakin jarang ditemui di sungai-sungai lainnya di Kota Kediri. Sayangnya, populasinya sudah tidak banyak lagi karena faktor lingkungan yang kurang sehat. 

“Sehingga kesimpulan sementara dari biotiliknya itu dari segi vegetasi di kiri kanannya, bangunan, substrat, sampah-sampah yang ditemukan, lingkungan yang ada di Dandangan tadi kurang sehat. Jadi kurang bisa mendukung untuk hidupnya organisme tersebut,” terang peneliti ekologi tersebut.

Baca Juga: Kualitas Air Sungai Parung Kediri Lampaui Ambang Baku Mutu, Warga Keluhkan Bau dan Sampah yang Menumpuk Saat Debit Tinggi

Dalam penelitian kualitas sungai di ekspedisi ini, tim UNP Kediri menggunakan tiga parameter sekaligus. Yakni, biologi, fisika, dan kimia.

Hasil sementara pengujian parameter biologi yang dilakukan dengan metode biotilik itu, dua titik yang diuji kemarin masuk dalam kategori tercemar sedang.

“Kondisi fisik sungai juga menentukan siapa yang tinggal di situ. Kalau di titik pertama, kiri kanannya banyak batuan, tidak langsung berbatasan dengan beton. Kalau di sini (titik kedua) langsung berbatasan dengan beton dan banyak saluran buangan dari rumah. Sehingga organisme yang ditemukan lebih bagus yang di titik pertama,” terang Tutut.

Namun, dari kedua titik itu, tim menemukan satu kesamaan. Yakni, potensi cemaran yang mayoritas masih disumbang dari limbah cair dari rumah tangga.

Itu terlihat dari pipa-pipa yang mudah ditemui di sepanjang aliran sungai. Pipa itu tersambung dengan bangunan-bangunan di tepi sungai.

Baca Juga: BPBD Kota Kediri Petakan Bahaya Pladu di Sungai Brantas, Ini Imbauan Yang Wajib Diperhatikan!

“Untuk sampahnya, di titik pertama lebih bagus (pengendaliannya) karena ada petugas yang langsung turun untuk membersihkan secara rutin dan itu memang dibayar. Sedangkan di titik kedua ini belum ada pembersihan,” ungkapnya.

Dua titik yang dituju tim kemarin sekaligus menutup rangkaian Kediri River Expedition 2026. Data yang telah dikumpulkan selanjutnya akan diolah secara komprehensif.

Hasil temuan itu diharapkan bisa menjadi data awal yang konkret dalam upaya penyelamatan sungai di Kota Kediri.

“Ini merupakan rangkaian kegiatan yang kami susun dengan berbasis data-driver action. Hasilnya nanti akan menjadi dasar aksi penyelamatan sungai yang lebih besar,” tandas Direktur Operasional Radar Kediri Institute (RKI) Andhika Attar Anindita. (ais/fud)

Editor : Andhika Attar Anindita
#ekspedisi sungai #kediri river expedition 2026 #sungai kresek #unp #sungai