Sepinya pembeli itu diduga karena terbatasnya pilihan pakaian yang dijual pedagang. Padahal Gombek (gombal bekas) Grogol yang ada di Kabupaten Kediri itu menjadi destinasi favorit para pemburu baju bekas. Bahkan pelanggannya datang dari luar kabupaten.
Menghilangnya pedagang Gombek Grogol salah satunya diduga karena adanya larangan pemerintah terhadap baju impor. Membuat jumlah pedagang gombek yang sudah berjualan belasan tahun itu berguguran. Dan kini hanya tersisa sekitar lima toko saja yang bertahan.
"Banyak yang tutup, sekarang yang jualan hanya yang telaten saja," ungkap Eli, salah satu penjual pakaian bekas khusus celana.
Eli menyebut, para pedagang banyak yang tutup karena kesulitan mendapatkan stok baru. Dulunya, para pedagang Pasar Gombek ramai membeli pakaian bekas di gudang-gudang besar seperti 'Toko Hijau' yang berdiri di sekitar Jalan Raya Kediri-Nganjuk.
Namun, gudang-gudang besar tersebut telah tutup. Akibatnya, pemilik toko yang kebanyakan sudah berusia paruh baya itu kesulitan mencari stok. Dan yang saat ini berjualan banyak yang hanya menghabiskan stok lama.
"Ini stok lama semua, gak bisa beli lagi. Kadang penjual lain yang mau tutup saya beli barangnya, paling sekitar 1 larik begitu," jelas wanita yang sudah berjualan gombek sejak 1998 itu.
Dalam sehari, jumlah pembeli di toko Eli tidak pasti. Ia menyebut kadang hanya 1-5 orang saja yang belum tentu membeli. Omzet yang ia dapat pun hanya sekitar Rp 35 ribu – Rp 85 ribu.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Naik, Terpantau di Angka Rp2,398 Juta per Gram
"Sehari kadang terjual 2-3 potong saja, yang penting cukup untuk makan sehari-hari," jelasnya.
Hal yang sama juga diungkapkan Jantik, pedagang baju bekas. Ia mengatakan bahwa saat ini, semua koleksi baju miliknya adalah koleksi lama karena kesulitan mencari pemasok baju.
Baca Juga: Cair! Tunjangan Profesi Guru November 2025 Hari Ini Bareng Bonus Hari Guru, Ini Besaran Nominalnya
Jantik mengaku sudah tidak pernah membeli stok sejak tiga tahun yang lalu. "Barangnya ga ada, jadi ya ini saja yang dijual," ungkapnya.
Jantik menyebut saat ini, penjualan baju bekas tidak seramai dulu. Hal tersebut terjadi karena stok barang yang menipis dan penjual yang kesulitan mencari stok barang.
Untuk mendapatkan berita- berita terkini Jawa Pos Radar Kediri , silakan bergabung di saluran WhatsApp " Radar Kediri ". Caranya klik link join saluran WhatsApp Radar Kediri. Sebelumnya, pastikan Anda sudah menginstal aplikasi WhatsApp di ponsel.
Editor : rekian