Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Penyerapan Tenaga Kerja Toko Modern Sangat Minim

adi nugroho • Senin, 8 November 2021 | 18:19 WIB
penyerapan-tenaga-kerja-toko-modern-sangat-minim
penyerapan-tenaga-kerja-toko-modern-sangat-minim

KABUPATEN, JP Radar Kediri–Tidak ada alasan lagi bagi Pemkab Kediri untuk tidak melindungi pasar tradisional dan toko kelontong. Dari sisi penyerapan tenaga kerja saja, jumlah pegawai di 40 gerai toko modern berjejaring nasional masih kalah banyak dengan pedagang di satu pasar.


          Pekerja di tiap toko modern rata-rata berjumlah 6-8 orang. Dengan asumsi jumlah pekerja delapan orang saja, berarti total penyerapan tenaga kerja dari toko modern di Kabupaten Kediri hanya 320 orang. Jumlah tersebut kalah banyak dengan pedagang Pasar Gurah yang memiliki 689 lapak. Jumlah pedagang tetap di sana mencapai 480 orang.


          Bendahara Paguyuban Pedagang Pasar Gurah Rofiq mengungkapkan, dengan jumlah lapak yang lebih dari 600, penyerapan tenaga kerja di sana jauh lebih banyak dari jumlah tersebut. “Satu los bisa sampai dua pedagang,” katanya.


          Dengan penyerapan tenaga kerja yang sangat banyak, diakui Rofiq selama beberapa tahun terakhir omzet pedagang di sana turun. Salah satu penyebabnya, di dekat pasar ada tiga toko modern. Yakni, Indomaret, Alfamart, dan Trismart.


          Dengan kondisi tersebut, lelaki berusia 56 tahun ini berharap Pemkab Kediri segera mengambil kebijakan untuk melindungi pedagang. “Kalau tidak ada yang beli, penjual rugi, gulung tikar. Ekonominya, ya, mandek,” keluh pria yang kemarin berkaus kuning itu.


          Keberadaan pasar tradisional yang menjadi tumpuan penghidupan ratusan pedagang, menurut Rofiq harus mendapat perhatian yang lebih. Tidak hanya dari sisi pedagang, Rofiq menyebut perputaran uang di pasar tradisional akan kembali kepada masyarakat. Tidak sampai ke luar Kabupaten Kediri.


          “Misal ada kebijakan agar kami terus diperhatikan. Dan menunjukkan, ini lho, di pasar juga ada (penyerapan tenaga kerja, Red) dan (jumlahnya, Red) lebih banyak,” tegasnya.


          Untuk diketahui, di Kabupaten Kediri total ada 14 pasar yang berada dalam pengelolaan Dinas Perdagangan Kabupaten Kediri. Dari belasan pasar tersebut, sedikitnya ada 5.996 pedagang yang menggantungkan hidupnya dari sana.


          Padahal, selain 14 pasar itu masih ada 52 pasar yang dikelola desa. Total ada 3.116 pedagang yang juga menggantungkan perekonomiannya di sana. Selain ribuan pedagang tersebut, diyakini masih banyak pedagang dadakan yang tidak terdata. Sehingga, jumlah warga Kabupaten Kediri yang menggantungkan hidup dari kelangsungan pasar tradisional ini jauh lebih besar lagi.


          Terpisah, Plt Kepala Dinas Perdagangan  Kabupaten Kediri Tutik Purwaningsih yang dikonfirmasi tentang adanya ribuan pedagang yang menggantungkan hidupnya di pasar tradisional, tak menampiknya. “Perputaran (uang, Red) di pasar akan kembali ke masyarakat sekitar itu sendiri,” terang Tutik.


          Terkait pemberlakuan UU Cipta Kerja yang membuka keran lebih luas pada pengusaha toko modern untuk masuk ke daerah, menurut Tutik juga sedang dalam kajian dinas perdagangan dan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait. Dia pun memastikan jika Pemkab Kediri akan berpihak pada ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah. “UU Cipta Kerja pasti menekan penjual dan pasar tradisional. Sekarang kami merumuskan perlindungannya,” tegas perempuan berkerudung itu. (syi/ut)


 


Pasar Tradisional vs Toko Modern:


-Total ada 14 pasar pemkab dan 52 pasar desa dengan penyerapan tenaga kerja sedikitnya mencapai 9.112 orang.


-Penyerapan tenaga kerja dari 40 toko modern hanya 320 orang dengan asumsi tiap gerai mempekerjakan delapan orang.


-Para pedagang yang mengeluh omzetnya turun setelah serbuan toko modern meminta perlindungan kepada Pemkab Kediri.


 


 

Editor : adi nugroho
#radar kediri #ekonomi #pasar