Beras Premium Status Waspada, Harga Menembus Angka Rp15 Ribu

Himalaya Azzahra • Dipublikasikan Jumat, 2 Oktober 2026 | 13:03 WIB

 

kios penjual beras di pasar setono betek
kios penjual beras di pasar setono betek

KOTA, JP Radar Kediri — Harga beras premium di Kota Kediri belum kembali ke bawah batas harga eceran tertinggi (HET). Hingga akhir September, komoditas tersebut masih berada dalam kategori waspada. Pasalnya harga di tingkat pasar telah melampaui ketentuan pemerintah.

Catatan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Kediri menunjukkan kondisi tersebut bukan baru terjadi dalam beberapa hari terakhir. Indikator harga beras premium sudah masuk status waspada sejak April 2026. Tren tersebut kemudian terus terlihat hingga mencapai titik tertinggi pada awal September.

Baca Juga: Bapanas: Beras Premium Langka karena Kendala Distribusi, Ini Sasaran Sidaknya!

Pada akhir periode pemantauan, 30 September, harga beras premium tercatat sekitar Rp 15.061 per kilogram. Angka itu berada di atas HET yang ditetapkan sebesar Rp 14.900 per kilogram. Selisih tersebut membuat beras premium tetap berada dalam zona waspada yang menjadi perhatian DKPP.

Kepala DKPP Kota Kediri Arief Cholisudin mengatakan, perkembangan harga pangan perlu dilihat berdasarkan pergerakannya. Pemerintah tidak serta-merta menganggap kenaikan sesaat sebagai gejolak harga. “Kalau ada perbedaan harga, kita tidak langsung menganggap ada gejolak. Terlebih dahulu kita pantau pergerakan harganya, apakah kenaikannya terus terjadi atau hanya fluktuasi,” kata Cholis.

Menurut Cholis, pemantauan terhadap beras premium kini menjadi perhatian karena pergerakan harganya berada di atas batas yang telah ditentukan. Meski demikian, kondisi tersebut belum otomatis diikuti dengan pelaksanaan operasi pasar. “Untuk beras premium, statusnya waspada sehingga pemantauan akan kami perketat. Tetapi tidak langsung operasi pasar,” ujarnya.

Baca Juga: Satgas Pangan Kabupaten Kediri Sidak Beras ke Sejumlah Titik, Ini Temuannya!

DKPP melihat persoalan harga beras premium tidak hanya berkaitan dengan ketersediaan komoditas. Jalur distribusi dari pemasok hingga pedagang eceran juga ikut memengaruhi harga yang diterima konsumen. Temuan Satgas Pangan Bapanas dan Polri dalam sidak pada 10 September lalu menjadi salah satu gambaran. Pemeriksaan dilakukan di Pasar Setono Betek dan ritel modern.

Dari hasil pemantauan tersebut diketahui pedagang yang memperoleh beras melalui beberapa tingkatan distribusi cenderung mendapatkan harga lebih tinggi. Kondisi itu kemudian berpengaruh terhadap harga jual di tingkat konsumen.

Sementara pedagang yang memperoleh pasokan langsung dari distributor masih memungkinkan menjual beras sesuai HET. Yakni Rp 14.900 per kilogram.

Dengan kondisi tersebut, DKPP tidak hanya melihat angka harga di pasar. Tetapi juga menelusuri bagaimana beras sampai ke tangan pedagang. Semakin panjang jalur distribusi, terdapat potensi tambahan biaya yang kemudian tercermin dalam harga jual.

Baca Juga: Bapanas: Beras Premium Langka karena Kendala Distribusi, Ini Sasaran Sidaknya!

Selain distribusi, faktor pasokan juga menjadi perhatian. September merupakan periode ketika sebagian wilayah mulai memasuki musim tanam sehingga belum berada pada masa panen raya. “Pasokan menjadi salah satu faktor yang kami perhatikan, selain kondisi iklim dan kebutuhan bahan pangan,” tutur Cholis.

Kondisi tersebut dapat memengaruhi pasokan beras di pasaran. Faktor lain yang tercatat dalam analisis DKPP antara lain kondisi iklim, kebutuhan bahan pangan serta dinamika geopolitik global.

Data pemantauan DKPP juga memperlihatkan pola yang relatif sejalan dengan sejumlah sumber pembanding, di antaranya SISKAPERBAPO milik Disperdag Jawa Timur dan Panel Harga Bapanas. Kenaikan serupa juga terlihat dalam tren rata-rata harga beras di Jawa Timur. Meski pergerakannya lebih landai.

Status waspada tersebut membuat DKPP meningkatkan pemantauan terhadap perkembangan harga beras premium. Monitoring dilakukan setiap hari untuk melihat arah pergerakan harga sekaligus menganalisis indikator SPHP. “Pemantauan harga beras premium akan dilakukan setiap hari,” tegas Cholis. (him/tar)

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : Radar Kediri
kediri 2026 beras premium harga beras sidak pasar DKPP Kota kediri