Tanggapan Menteri ESDM Bahlil Soal Antrean BBM Subsidi yang Mengular di Makassar

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Selasa, 15 September 2026 | 17:43 WIB
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

JP Radar Kediri – Terakiat antrean kendaraan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di Makassar yang mengular, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara tegas membantah bahwa fenomena ini disebabkan oleh kelangkaan pasokan BBM.

Menurutnya, cadangan BBM nasional saat ini masih berada di atas standar minimum, yakni aman untuk sekitar 20 hari ke depan.

"Aku sudah cek, apa ini masalahnya, karena cadangan nasional kita 20 hari. Harusnya enggak logic masa terjadi antre?" ujar Bahlil dalam acara Talkshow Innovation Technology for Social and Environmental Awards (InTechSea) 2026 di Jakarta, Senin lalu.

Ia membeberkan, akar masalah dari antrean ini adalah fenomena shifting atau peralihan konsumen dari BBM nonsubsidi ke BBM subsidi. Pergeseran masif ini terjadi akibat disparitas harga yang cukup tinggi antara kedua jenis bahan bakar tersebut.

"Masalahnya sekarang, adalah banyak orang awalnya tidak memakai subsidi, kemudian shifting ke subsidi, ini karena harganya melonjak. Itulah yang terjadi sebagian di Makassar. Ini karena Unhas kan, harus kita masuk juga ini bagian Makassar," imbuhnya.

Baca Juga: Harga BBM Pertamina 8 September 2026, Pertalite di Kediri Mulai Langka

Kendati demikian, persoalan di lapangan ternyata jauh lebih kompleks. Bahlil menyebut antrean di SPBU Makassar semakin parah akibat ulah oknum yang memodifikasi kendaraan demi meraup BBM subsidi dalam jumlah jumbo. Ia pun telah meminta aparat kepolisian turun tangan untuk menindak tegas praktik curang ini.

"Dan ternyata Bapak, Ibu semua, saya minta tolong kerja sama sama Kepolisian, itu adalah ada sebagian shifting, tapi jauh lebih dari itu adalah ada mobil-mobil Pajero, mobil-mobil truk, bikin tangki gede, besar, sampai 700 liter 1 ton, isi minyak di situ," ungkap Bahlil.

Dengan nada geram, ia menyentil mentalitas para pelanggar aturan tersebut. "Dalam hati saya ini bagaimana model begini? Kalau begini, mau tunggu Menteri ESDM dari langit pun akan seperti ini. Ini yang terjadi, Bos," tambahnya.

Tak hanya itu, temuan di lapangan juga mengindikasikan adanya unsur kesengajaan atau rekayasa dalam antrean. Sejumlah pengendara motor dan mobil kedapatan ikut mengantre meski tangki bahan bakarnya belum kosong.

"Bahkan ada beberapa indikasi sengaja motor dan mobil itu antre, tangkinya belum kosong sudah antre. Isinya ada yang cuma 15 liter, 10 liter, 20 liter," bebernya.

Pertamina Terapkan Ganjil Genap dan Perkuat Pasokan di Makassar

Menanggapi carut-marut di lapangan, PT Pertamina Patra Niaga langsung bergerak cepat untuk mengurai kemacetan dan antrean di berbagai SPBU Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menyampaikan bahwa antrean kini mulai berangsur melandai seiring dengan langkah optimalisasi pasokan dan pengetatan layanan.

“Antrean di sejumlah SPBU di Makassar saat ini secara bertahap mulai melandai. Kami terus melakukan berbagai langkah untuk memperkuat pasokan dan pelayanan, serta berkolaborasi dengan Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan untuk mendukung kelancaran pelayanan BBM kepada masyarakat,” kata Kitty melalui keterangan tertulis, Minggu (13/9).

Baca Juga: Beredar Kabar Wajib Tunjukkan STNK untuk Beli BBM Subsidi, Pertamina Buka Suara

Salah satu strategi utama hasil kolaborasi dengan Pemprov Sulsel adalah pemberlakuan sistem ganjil-genap bagi kendaraan yang ingin mengisi BBM subsidi di SPBU. 

Melalui aturan ini, kendaraan berpelat nomor ganjil hanya diizinkan mengisi bahan bakar pada tanggal ganjil, dan berlaku sebaliknya untuk pelat genap.

Selain pembatasan lewat plat nomor, Pertamina juga mengguyur pasokan ekstra dengan mengoperasikan mobil tangki selama 24 jam penuh. Sebanyak 25 SPBU di Makassar pun disiagakan beroperasi 24 jam demi memperluas akses masyarakat.

Optimalisasi teknis di SPBU turut dilakukan melalui penambahan jumlah nozzle (selang pengisian) BBM subsidi, penambahan petugas operator, hingga pengoperasian tiga unit SPBU Modular di titik-titik strategis.

“Berbagai langkah ini kami lakukan untuk memastikan pasokan dan pelayanan terus berjalan secara optimal. Kami juga terus memantau kondisi di lapangan dan melakukan penyesuaian sesuai kebutuhan, sehingga masyarakat dapat memperoleh BBM dengan lebih lancar,” jelas Kitty.

Pertamina Patra Niaga turut mengapresiasi dukungan penuh dari Pemprov Sulsel serta kesadaran masyarakat yang tertib mengikuti arahan petugas di lapangan. Kolaborasi lintas sektor ini diharapkan mampu menjaga stabilitas distribusi energi dan kelancaran aktivitas harian warga Makassar ke depannya.

Editor : Shinta Nurma Ababil
bbm subsidi makassar bbm makassar menteri esdm balil bbm BBM Pertalite