Harga Cabai Rawit di Kediri Terus Melejit, Ini Peningkatannya!

Hilda Nurmala Risani • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 22:51 WIB
Ilustrasi harga cabai rawit semakin melejit.
Ilustrasi harga cabai rawit semakin melejit.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Harga cabai di Kota Kediri terus melejit. Lonjakan harga tersebut salah satunya terlihat di Pasar Setonobetek. Harga cabai rawit menyentuh angka Rp 65 ribu per kilogram.

Kondisi tersebut diungkapkan oleh Tina, salah satu pedagang pracangan di Pasar Setonobetek. “Harga cabai rawit saat ini berada di kisaran Rp 65 ribu hingga Rp 70 ribu, yang jauh lebih meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya,” ujar Tina.

Ya, harga tersebut sudah tergolong naik dibandingkan hari-hari biasa. Jumlah kenaikan harga komoditas ini berada di kisaran angka Rp 5 ribu sampai dengan Rp 10 ribu.

Baca Juga: Ini Penyebab Harga Ayam dan Cabai Rawit Terus Melejit di Kediri, Salah Satunya Faktor Siklus

Menurutnya, kenaikan harga ini terjadi seiring dengan tingginya permintaan masyarakat untuk keperluan memasak di momentum kemerdekaan. Sementara stok di pasaran terbatas. Sehingga pedagang terpaksa menaikkan harganya.

“Apalagi ini musim kemarau. Selain stok yang berkurang juga kualitasnya sangat berpengaruh,” ucapnya.

Perempuan asal Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri itu menyebutkan bahwa fenomena kenaikan harga seperti ini memang selalu terjadi dari tahun ke tahun. Naik turunnya harga terjadi sangat cepat.

Baca Juga: Petikan Sedikit, Harga Cabai Rawit Melejit Dipicu Berakhirnya Masa Panen Raya

Situasi serupa turut dirasakan oleh Titin, 30, seorang warga Kecamatan Pesantren yang berjualan di Pasar Pahing. Ia menyebut bahwa harga cabai rawit terus melejit dalam beberapa hari terakhir. Terhitung sejak satu minggu lalu dengan kenaikan sekitar Rp 10 ribu dibandingkan sebelumnya.

Lebih lanjut dia menjelaskan, kenaikan ini dipicu oleh stok cabai di tingkat pasar grosir yang tidak sebanding dengan tingginya permintaan di pasaran. Meskipun stoknya terbatas, ia memastikan bahwa ketersediaan barang masih aman dan kebutuhan masyarakat tetap tercukupi dengan baik.

Terkait dengan volume penjualan, Titin mengungkapkan bahwa permintaan justru semakin berkurang. Sebab masyarakat lebih memilih mengurangi jumlah pembelian. Jika biasanya ia hanya mampu menjual sekitar 7 kilogram dalam sehari, kini penjualannya menurun menjadi 3 kilogram.

Baca Juga: Harga Cabai Rawit Merah Tembus Rp38 Ribu per Kilogram, Timun Hanya Segini Harganya di Pasar Induk Pare

“Penjualan menjadi berkurang dari 7 kilogram menjadi 3 kilogram setiap harinya,” beber Titin.

Di sisi lain Lina, 36, warga Kecamatan Kota turut membenarkan adanya kenaikan harga tersebut dan mengaku mengurangi jumlah pembelian. “Memang sengaja menurun pembelian karena harganya naik dratis. Sebelumnya beli 5 kilogram sekarang 2,5 kilogram saja. Ditambah dengan cabai bubuk,” tandas Lina.

Editor : Andhika Attar Anindita
Sumber : RADAR KEDIRI'
TERUS MELEJIT cabai rawit pasar setonobetek kota kediri