JP Radar Kediri – Bantuan Langsung Tunai (BLT) Rp900 ribu disalurkan untuk kelompok lanjut usia (lansia), penyandang disabilitas, hingga anak berhadapan dengan hukum (ABH) yang belum pernah tersentuh bantuan dari pemerintah pusat kini mendapat.
Besaran bantuan yang diterima masing-masing kelompok memang bervariasi sesuai dengan tingkat kebutuhan dan asesmen di lapangan.
Untuk kategori warga miskin dan lansia, masing-sama mendapatkan Rp 1 juta, sementara anak yatim piatu menerima Rp 600 ribu. Adapun bantuan bagi penyandang disabilitas berat dipatok Rp 6 juta dan ABH sebesar Rp 3,5 juta.
Dari segi kuantitas penerima, jumlahnya juga dirinci secara spesifik. Tercatat ada 1.405 anak yatim dan 533 lansia yang menerima manfaat gelombang ini. Sedangkan untuk kategori disabilitas berat dan ABH masing-masing berjumlah 60 dan 10 orang.
Mereka resmi menerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) melalui skema Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT).
Baca Juga: BLT Warga Kediri Cair Sejak Juli 2026, Bantuan DBHCHT Disalurkan untuk Desil Ini
Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Kediri, Imam Muttakin, mengungkapkan bahwa total ada lima kelompok masyarakat yang masuk dalam daftar penerima manfaat dengan alokasi anggaran mencapai Rp 4,5 miliar. Kelompok tersebut meliputi warga miskin, lansia, anak yatim piatu, penyandang disabilitas berat, hingga ABH.
“Nilainya memang tidak sama untuk setiap kelompok,” ujar Imam di sela-sela peninjauan penyaluran bantuan di Kecamatan Pesantren.
Secara keseluruhan, ada sekitar 4.000 penerima manfaat yang lolos seleksi ketat tahun ini. Mereka dipastikan memenuhi kriteria utama, yakni terdaftar sebagai warga miskin dalam desil 1 hingga 3 Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) serta belum pernah menerima bantuan sosial dari pemerintah pusat.
Khusus untuk kategori lansia, syarat yang harus dipenuhi adalah masuk dalam desil 1 sampai 5 DTSEN dengan atasan usia minimal 65 tahun. “Untuk ABH tidak pakai desil. Kalau yang lain persyaratannya hampir sama,” imbuh Imam.
Penyaluran bantuan ini bukanlah program yang pertama kali digulirkan. Tahun lalu, Pemkot Kediri juga melaksanakan program serupa dengan nominal yang tidak jauh berbeda guna menjaga daya beli masyarakat rentan.
Agar tepat sasaran, proses verifikasi dilakukan secara berlapis dengan melibatkan pihak kelurahan setempat. Seluruh dana bantuan tersebut nantinya disalurkan secara nontunai agar lebih transparan. “Mekanismenya ditransfer langsung ke rekening penerima melalui virtual account dari Bank Jatim,” tegasnya.
Panduan Cek DTSEN dan Status Kepesertaan Bansos
Bagi masyarakat yang ingin memahami pengelompokan tingkat kesejahteraan, acuan data merujuk pada klasifikasi DTSEN berikut:
Desil 1 (Sangat Miskin): Masyarakat tanpa penghasilan tetap, kondisi hunian tidak layak, dan sangat bergantung pada bansos.
Desil 2 (Miskin): Keluarga dengan penghasilan sangat rendah yang belum mencukupi kebutuhan pokok bulanan.
Desil 3 (Rentan Miskin): Masyarakat berpenghasilan yang rentan jatuh miskin apabila menghadapi gejolak ekonomi mendadak.
Desil 4 (Hampir Miskin): Keluarga dengan penghasilan sedikit di atas garis kemiskinan yang mampu hidup sederhana namun tetap rentan.
Masyarakat juga dapat secara mandiri memeriksa status kepesertaan bansos melalui kanal resmi Kementerian Sosial, baik dengan mengakses laman daring Cek Bansos menggunakan 16 digit NIK KTP maupun lewat aplikasi seluler resmi di Google Play Store dan Apple App Store.
Cara Cek Status Penerima Bansos
Masyarakat dapat secara mandiri memeriksa status kepesertaan bansos melalui dua cara resmi berikut:
Melalui Laman Resmi Cek Bansos Kemensos
Akses laman resmi penelusuran bansos Kementerian Sosial.
Masukkan 16 digit Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP.
Ketik kode verifikasi (captcha) yang muncul di layar.
Klik tombol 'Cari Data' untuk melihat status jenis bansos serta kategori desil DTSEN Anda.
Melalui Aplikasi Cek Bansos
Unduh aplikasi resmi Cek Bansos melalui Google Play Store atau Apple App Store.
Masuk ke menu utama pencarian data.
Masukkan NIK Anda pada kolom yang tersedia, lalu tekan 'Cari Data'.
Sistem akan menampilkan informasi nama, desil DTSEN, serta status penerimaan berbagai program bantuan sosial.
Catatan Redaksi: Pastikan selalu menggunakan saluran informasi resmi dan berhati-hati terhadap tautan mencurigakan yang mengatasnamakan program bantuan sosial pemerintah.
Klarifikasi Terkait Isu BLT Nasional
Di tengah penyaluran bantuan daerah ini, pemerintah kembali mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya pada kabar burung yang berseliweran di media sosial. Terutama terkait isu simpang siur mengenai pencairan BLT senilai Rp 900.000 dari pemerintah pusat yang kerap disalahartikan.
Hingga saat ini, Kementerian Sosial (Kemensos) belum mengeluarkan pengumuman resmi mengenai pencairan kembali BLT berskala nasional untuk periode berjalan. Berbagai narasi atau klaim pencairan baru di media sosial sebagian besar merupakan informasi yang belum terverifikasi kebenarannya.
Masyarakat diimbau untuk selalu waspada terhadap tautan mencurigakan dan hanya merujuk pada kanal komunikasi instansi berwenang demi menghindari disinformasi.
Editor : Shinta Nurma Ababil