JP Radar Kediri – Harga minyak mentah dunia bergerak melemah pada perdagangan Senin (24/8/2026) pagi, seiring aksi ambil untung yang dilakukan investor menjelang pengumuman sanksi tambahan Amerika Serikat terhadap Iran.
Berdasarkan data Investing pukul 08.24 WIB, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 1,75 poin atau 1,89 persen ke level 90,92 dolar per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) asal AS terkoreksi 2,10 poin atau 2,41 persen ke level 84,93 dolar per barel.
Baca Juga: Harga Minyak Kembali Tembus USD 100, Menkeu Purbaya: APBN Tidak Terancam
Pelemahan ini terjadi di tengah sikap wait and see pelaku pasar menjelang pernyataan resmi yang dijadwalkan disampaikan Washington terkait penerapan sanksi tambahan kepada Iran, kebijakan yang dikhawatirkan dapat semakin mengganggu pasokan minyak dari kawasan Timur Tengah. Menteri Keuangan AS Scott Bessent dijadwalkan menggelar konferensi pers pada Senin pukul 14.00 waktu AS Timur, setelah sebelumnya sempat mengancam akan menjatuhkan sanksi terberat sepanjang sejarah kepada Teheran. Presiden Donald Trump turut mengancam akan menyasar mitra dagang Iran dengan sanksi serupa.
Analis komoditas Commonwealth Bank of Australia, Vivek Dhar, menyoroti ketidakpastian efektivitas kebijakan isolasi ekonomi tersebut. Ia mengatakan, jika langkah AS terbukti berhasil, maka risiko peningkatan respons kekerasan dari Iran menjadi hal yang perlu semakin diperhitungkan pasar energi.
Di sisi lain, Iran mengecam keras rencana sanksi baru tersebut, meski Presiden Iran Masoud Pezeshkian tetap menyerukan penyelesaian melalui jalur diplomasi. Analis pasar dari IG, Tony Sycamore, menilai kubu pragmatis dalam kepemimpinan Iran cenderung memilih deeskalasi, sementara kelompok garis keras dinilai lebih memilih mempertahankan konflik hingga akhir. Ia mengatakan, "saya pikir pada akhir pekan ini kita akan memiliki gambaran yang lebih jelas."
Baca Juga: OPEC dan IEA Kompak Pangkas Proyeksi Permintaan, Harga Minyak Dunia Tertekan
Berdasarkan informasi dari sumber perdagangan, penawaran minyak mentah Iran kepada pembeli di Tiongkok tercatat menurun, sementara harganya justru melonjak menyusul blokade AS yang memangkas volume pengiriman minyak Teheran ke pasar global.
Pergerakan harga minyak hari ini melanjutkan tren fluktuatif yang terjadi sejak pekan lalu. Pada Jumat (21/8), harga minyak dunia sempat bergerak berfluktuasi dengan Brent yang bahkan tembus level 93 dolar per barel, menyusul ancaman sanksi terberat AS terhadap Iran yang pertama kali diumumkan.
Baca Juga: Trump Ancam Serang Lagi, Harga Minyak Dunia Kembali Tertekan Naik
Editor : Shinta Nurma Ababil