JP Radar Kediri - Penetapan Desil kesejahteraan mengacu pada hasil survei ekonomi dan data tunggal social dan ekonomi nasional (DTSEN).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan data tersebut digunakan pemerintah untuk menyalurkan bantuan social (bansos) kepada masyarakat.
“Sekarang kan sedang ada economic survey (Survei Ekonomi 2026). Kemaren kan khusus untuk desil ekonomi basisnya DTSEN,” ujar Airlangga kepada wartawan, Kamis (20/8).
Pemerintah juga tengah melakukan Survei Ekonomi 2026 untuk memperbarui informasi mengenai kondisi sosial dan ekonomi masyarakat.
“Sekarang bansos menggunakan satu data dari DTSEN, terus sekarang survei ekonomi sedang dilakukan sehingga kita lihat hasilnya bagaimana,” ujarnya.
Baca Juga: BPS: Desil 10 Belum Tentu Orang Kaya, Ini Penjelasan BPS Yang Wajib Kamu Tahu!
Desil Berpotensi Berubah
Airlangga menegaskan bahwa data sosial dan ekonomi bersifat dinamis.
“Data kan sifatnya dinamis,” ucapnya.
Diberitakan sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS), menyebut Sensus Ekonomi 2026 dapat menjadi salah satu elemen yang digunakan oleh pemerintah untuk menentukan desil kesejahteraan keluarga Indonesia.
Deputi Bidang Statistik Sosial BPS, M Nashrul Wajdi, mengatakan penentuan desil menggunakan banyak variable dan salah satunya adalah data yang terkumpul pada Sensus Ekonomi 2026.
“(Sensus Ekonomi menjadi satu elemen menentukan desil) Bisa, tapi, bukan satu-satunya sumber,” ujar Nashrul kepada JawaPos.com, Kamis (20/8).
Baca Juga: Cek Desil 1-10 Mudah di dtsen-form.bps.go.id dan cekbansos.kemensos.go.id
Nashrul mengatakan Sensus Ekonomi 2026 saat ini masih dalam tahap pendataan lapangan yang berlangsung hingga 31 Agustus 2026. Pada tahap tersebut, BPS berfokus memastikan seluruh unit ekonomi tercatat dalam sensus.
Dia menjelaskan, pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 ditargetkan selesai pada Agustus 2026. Setelah seluruh data terkumpul, BPS akan melanjutkan proses ke tahap pengolahan data.
“Target penyelesaian pendataan lapangan Sensus Ekonomi 2026 adalah Agustus 2026. Setelah itu masuk ke tahapan pengolahan data. Kemungkinan awal tahun depan hasilnya sudah ada,” ucapnya.
Editor : Shinta Nurma Ababil