Bagaimana Cara Cek Bansos Pakai KTP? Ini Kategori Desil yang Dapat Bantuan Uang hingga Beras

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:44 WIB
Cek Desil KTP
Cek Desil KTP

JP Radar Kediri – Pemerintah melalui Kementerian Sosial (Kemensos) terus menggulirkan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) atau yang populer disebut Program Sembako. 

Bagi Keluarga Penerima Manfaat (KPM), masa penyaluran Tahap 3 tahun 2026 saat ini tengah berlangsung. Jika kamu ingin memastikan status bantuan, pengecekan bisa dilakukan dengan mudah, cepat, dan akurat hanya berbekal NIK KTP melalui ponsel kamu.

BPNT hadir sebagai bantalan ekonomi bagi masyarakat kurang mampu untuk memenuhi kebutuhan pangan pokok. Bantuan ini disalurkan secara berkala langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS) penerima.

Perlu dicatat, mulai tahun 2026, Kemensos melakukan penyesuaian kriteria penerima. Fokus penyaluran kini dialihkan kepada kelompok Desil 1 hingga 4, yang bertujuan untuk menyelaraskan data dengan kriteria penerima Program Keluarga Harapan (PKH).

Baca Juga: 8 Indikator Penentu Kategori Desil Lengkap dengan Cara Cek DTSEN Pakai HP di Situs BPS dan Kemensos

Jadwal Penyaluran BPNT 2026

Penyaluran bansos BPNT tahap ketiga telah bergulir sejak 20 Juli 2026 dan akan berlangsung hingga akhir September mendatang. Jika hingga saat ini bantuan Anda belum masuk ke rekening, jangan panik. Penyaluran dilakukan secara bertahap, sehingga waktu penerimaan antar-KPM bisa berbeda.

Berikut adalah jadwal distribusi BPNT per triwulan:

Tahap 1: Januari, Februari, Maret

Tahap 2: April, Mei, Juni

Tahap 3: Juli, Agustus, September

Tahap 4: Oktober, November, Desember

Cara Cek Penerima Bansos BPNT di cekbansos.kemensos.go.id

Langkah paling praktis untuk memantau status bantuan adalah melalui laman resmi Kemensos. Berikut panduannya:

Kunjungi situs https://cekbansos.kemensos.go.id/.

Masukkan data wilayah (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa) sesuai KTP.

Input nama lengkap penerima sesuai NIK KTP.

Masukkan empat kode verifikasi (captcha) yang muncul di kotak. Jika sulit terbaca, klik ikon "refresh" untuk mendapatkan kode baru.

Klik tombol "CARI DATA".

Sistem akan menampilkan informasi status Anda. Jika dinyatakan sebagai penerima, kolom BPNT akan bertuliskan "YA". Sebaliknya, jika tertulis "TIDAK", artinya nama Anda tidak terdaftar sebagai penerima manfaat untuk periode ini.

Baca Juga: Dapat Rp 50 Ribu Sudah Jadi Orang Kaya, Ini Keluhan Warga Yang Mengalami Perubahan Desil!

Cek Bansos via Aplikasi Cek Bansos

Jika ingin cara yang lebih fleksibel, Anda bisa menggunakan aplikasi "Cek Bansos" resmi dari Kemensos:

Unduh aplikasi Cek Bansos melalui Google Play Store atau App Store.

Lakukan registrasi akun baru jika Anda belum memilikinya.

Masuk ke menu "Cek Bansos".

Isi nomor NIK KTP dengan benar.

Sistem akan menampilkan detail identitas, jenis bantuan (PKH/BPNT), serta status periode pencairan yang sedang berjalan.

Berapa Nominal Bansos BPNT 2026?

KPM akan menerima bantuan sebesar Rp200.000 per bulan. Untuk pencairan Tahap 3 (triwulan), dana yang diterima adalah Rp600.000 (alokasi Juli, Agustus, dan September).

Dana tersebut akan langsung ditransfer ke rekening KKS dan dapat ditarik secara tunai melalui mesin ATM bank Himbara (BRI, BNI, Mandiri, BTN) atau melalui Agen Bank terdekat tanpa dipotong biaya administrasi.

Mengenal 10 Tingkatan Desil Kesejahteraan Sosial

Dalam pemetaan sosial ekonomi nasional, masyarakat dikelompokkan ke dalam 10 tingkatan atau desil, di mana masing-masing mencakup 10% dari populasi penduduk. Berikut adalah rincian karakteristik dan fungsi dari Desil 1 hingga Desil 10:

Desil 1 (10% Penduduk Paling Rendah): Kelompok masyarakat dengan tingkat kesejahteraan paling bawah dan paling rentan. Memiliki keterbatasan parah pada hunian, sanitasi, dan pekerjaan tetap. Mereka adalah prioritas utama mutlak untuk seluruh program perlindungan sosial seperti PKH, BPNT, BLT, dan jaminan kesehatan.

Desil 2 (10% Kelompok Sangat Miskin): Berada satu tingkat di atas Desil 1 dengan kondisi ekonomi yang sangat rapuh dan rentan terhadap guncangan finansial mendadak. Menjadi sasaran utama bantuan sosial reguler untuk menjaga daya beli.

Desil 3 (10% Kelompok Rentan): Keluarga yang sudah memiliki sedikit perbaikan pada aspek pekerjaan atau rumah, namun secara ekonomi masih berada di garis batas kemiskinan. Tetap masuk dalam radar jaring pengaman sosial.

Desil 4 (10% Batas Atas Kelompok Rentan): Ambang batas kelompok 40% terbawah populasi nasional. Membutuhkan sokongan perlindungan sosial agar tidak jatuh ke kemiskinan ekstrem, serta menjadi batas maksimal acuan penerima bansos reguler.

Desil 5 (Kelompok Menengah Bawah): Berada di garis tengah antara masyarakat kurang mampu dan kelas menengah dengan pekerjaan tetap berpenghasilan pas-pasan. Mulai keluar dari skema bantuan tunai reguler, namun kerap dipertimbangkan untuk PBI-JK atau subsidi energi tertentu.

Desil 6 (Kelompok Menengah): Merepresentasikan kelas pekerja atau masyarakat berpenghasilan menengah ke bawah yang mandiri dan tidak lagi menjadi target utama program kemiskinan.

Desil 7 (Kelompok Menengah Mapan): Memiliki kondisi sosial ekonomi yang stabil, akses pendidikan yang baik, pekerjaan formal mapan, serta kepemilikan aset dan perumahan yang layak.

Desil 8 (Kelompok Menengah Atas): Masyarakat dengan tingkat kesejahteraan tinggi, ditandai kepemilikan aset bernilai ekonomi lebih, kendaraan pribadi, dan daya beli yang kuat.

Desil 9 (Kelompok Kaya): Lapisan masyarakat atas dengan standar hidup sangat baik, fasilitas perumahan premium, dan stabilitas finansial yang mapan.

Desil 10 (10% Penduduk Paling Sejahtera): Kelompok puncak dengan kesejahteraan tertinggi di Indonesia. Merupakan kalangan elit atau berpenghasilan sangat tinggi yang tidak berhak sama sekali menerima segala bentuk bansos maupun barang bersubsidi, serta menjadi target utama kebijakan subsidi tepat sasaran.

Fungsi Desil dalam Penyaluran Bantuan Sosial

Selain memetakan tingkat kesejahteraan nasional, desil menjadi acuan utama dalam menentukan sasaran program perlindungan sosial:

Desil 1 hingga 4 (40% terbawah): Menjadi basis utama target usulan penerima bantuan sosial seperti Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Sembako.

Desil 5: Umumnya diusulkan sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).

Cara Cek Status Desil

Unduh aplikasi Cek Bansos resmi dari Kementerian Sosial melalui Google Play Store.

Buka aplikasi, lalu pilih Buat Akun Baru apabila Anda belum terdaftar.

Masukkan data diri secara lengkap sesuai KTP, meliputi Nomor Kartu Keluarga (KK), NIK, nama lengkap, nomor ponsel, dan alamat email.

Lakukan login menggunakan username dan password yang telah dibuat.

Pilih menu Profil di dalam aplikasi untuk melihat informasi kategori desil kesejahteraan Anda.

Cara Cek Status Penerima Bansos Lewat NIK

Buka aplikasi Cek Bansos yang sudah terpasang.

Pilih menu Cek Bansos di halaman utama.

Masukkan data wilayah tempat tinggal (Provinsi, Kabupaten/Kota, Kecamatan, dan Desa/Kelurahan) serta nomor NIK KTP Anda.

Ketikkan kode verifikasi yang muncul di layar.

Klik Cari Data untuk memproses informasi.

Catatan: Pengecekan ini juga bisa diakses secara praktis melalui situs resmi Cek Bansos Kemensos dengan memasukkan data wilayah dan 16 digit NIK.

Editor : Shinta Nurma Ababil
cek desil cek bansos ktp cek desil bansos cek bansos cek bansos kemensos