Rupiah Menguat Usai BI Putuskan Tahan Suku Bunga Acuan

Zebita Rizqi Priyangga • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 13:15 WIB
Karyawan tersebut terlihat sedang menghitung dan mengatur tumpukan uang kertas pecahan Rupiah (IDR) dan Dolar Amerika Serikat (USD) Ayu Masagung di Jakarta, Senin (13/7/2026). (Risyal Hidayat/foc)
Karyawan tersebut terlihat sedang menghitung dan mengatur tumpukan uang kertas pecahan Rupiah (IDR) dan Dolar Amerika Serikat (USD) Ayu Masagung. (Risyal Hidayat/foc)

JP Radar Kediri Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) bergerak menguat pada penutupan perdagangan Rabu (19/8/2026), seiring keputusan Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan atau BI-Rate. Rupiah ditutup menguat 22 poin atau 0,12 persen menjadi Rp17.840 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.862 per dolar AS.

Baca Juga: Edukasi yang Penuh Keseruan di QRISNIVAL Bank Indonesia Dorong Gen Z Bijak Bertransaksi Keuangan Digital

Keputusan BI Jadi Salah Satu Pendorong Penguatan

Analis mata uang sekaligus Direktur Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkapkan, penguatan rupiah kali ini sejalan dengan keputusan BI mempertahankan BI-Rate di level 5,75 persen dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Agustus 2026. Menurutnya, keputusan suku bunga tersebut tetap konsisten sebagai upaya menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak tingginya gejolak global akibat perang di Timur Tengah.

Bagian dari Strategi Redam Tekanan Global

Keputusan BI menahan suku bunga acuan dinilai menjadi sinyal bahwa otoritas moneter tetap berhati-hati di tengah ketidakpastian ekonomi global, tanpa mengorbankan momentum pertumbuhan ekonomi domestik. Pjs Gubernur BI Destry Damayanti sebelumnya menegaskan bahwa kebijakan ini juga diarahkan untuk menjaga sasaran inflasi nasional serta memperkuat aliran modal asing ke pasar keuangan domestik.

Baca Juga: Profil Destry Damayanti, Ekonom Senior yang Kini Pimpin Sementara Bank Indonesia

Dengan penguatan ini, rupiah melanjutkan tren positif dalam beberapa hari terakhir, di tengah pelaku pasar yang juga mencermati perkembangan data ekonomi Amerika Serikat serta dinamika geopolitik di kawasan Timur Tengah yang masih berpotensi memengaruhi pergerakan mata uang global, termasuk rupiah, dalam waktu dekat.

 

 

Editor : Mahfud
Rupiah To Dollar bank Indonesia nilai tukar suku bunga