Harga Ayam Tinggi di Kabupaten Kediri, Penjualan Jadi Seret, Begini Keluhan Pedagang

Muhamad Asad Muhamiyus Sidqi • Dipublikasikan Kamis, 20 Agustus 2026 | 06:15 WIB
Ilustrasi kandang ayam. (magnific @tawatchai07)
Ilustrasi kandang ayam. (magnific @tawatchai07)

JP Radar Kediri – Harga ayam potong di tingkat pedagang masih tergolong tinggi. Kondisi tersebut dikeluhkan pedagang karena membuat keuntungan menipis. Sementara daya beli masyarakat justru berkurang.

Zahra Fitria, 29, salah seorang pedagang ayam di Ngasem, mengatakan harga ayam yang dijualnya saat ini mencapai sekitar Rp 37 ribu per kilogram.

Sehari sebelumnya, harga kulakan bahkan berada di kisaran Rp 30 ribu per kilogram. “Bati (untung, red) sedikit karena kulaknya mahal. Jualnya juga sulit karena pembeli berkurang,” ujar Zahra.

Menurutnya, harga normal ayam yang biasa dijual berada di kisaran Rp 25 ribu hingga Rp 35 ribu per kilogram.

Namun, dalam beberapa hari terakhir, harga mengalami kenaikan. Bahkan, menjelang peringatan Kemerdekaan RI, harga ayam sempat menyentuh Rp 40 ribu per kilogram.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 19 Agustus 2026 Anjlok Rp50.000, Buyback Turut Melemah

Kondisi tersebut turut berdampak pada jumlah ayam yang dibeli pedagang. Zahra mengaku pembelian dari biasanya bisa turun sampai 40 kilogram.

Menariknya, saat program Makan Bergizi Gratis (MBG) libur, penjualan ayam justru dirasakan lebih ramai.

Saat itu harga ayam juga sempat turun menjadi sekitar Rp25 ribu per kilogram. “MBG libur, harga turun Rp25 ribu. Malah ramai yang beli,” ungkapnya.

Terkait adanya hal itu, dibenarkan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Tutik Purwaningsih. “Kisaran Rp 38-40 ribu ini,” jelasnya.

Menurutnya harga itu sudah tinggi. Walau demikian, masih berada pada HAP sesuai SK Bapanas.

Dia berharap, ada kebijakan pusat yang mempermudah terkait harga pakan. “Kebijakan pusat yang kami harapkan. Terkait harga pakan,” jelasnya. 

Editor : Mahfud
Sumber : Radar Kediri
harga tinggi omzet turun keuntungan seret ayam mahal