JP Radar Kediri - Pemerintah kembali menegaskan pentingnya efisiensi belanja energi nasional. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyoroti penyaluran subsidi bahan bakar minyak (BBM) serta Liquified Petroleum Gas (LPG) yang dinilai masih belum sepenuhnya tepat sasaran karena kelompok masyarakat mampu masih leluasa menikmati komoditas bersubsidi tersebut.
"Ini kan semua orang yang kaya juga bisa ambil Pertalite misalnya, atau gas juga," ujar Purbaya kepada wartawan, Jumat (24/7).
Untuk mengatasi persoalan ini, pemerintah bersama PT Pertamina (Persero) menyiapkan langkah pengetatan agar volume konsumsi energi bersubsidi dapat dikendalikan tanpa membebani keuangan negara.
Baca Juga: Cek Harga Terbaru Pertamax di Kediri dan Jawa Timur Hari Ini 11 Agustus 2026
Purbaya bahkan berencana meninjau langsung teknologi pemantauan penyaluran yang dimiliki Pertamina untuk memastikan efektivitas di lapangan. Koordinasi intensif ini akan segera dilakukan bersama Direktur Utama Pertamina, Simon Alosius Mantiri.
"Nah dia punya teknologi, saya pengen lihat teknologi kayak gimana sih, penerapannya seperti apa," tambahnya.
Meski tekanan harga minyak dunia terus berfluktuasi, pemerintah memastikan tidak ada penambahan alokasi anggaran subsidi maupun kompensasi BBM dalam APBN. Solusi utama yang ditempuh adalah memperketat pengawasan distribusi agar volume tetap terkendali.
"Tidak ada anggaran itu. Yang kita pastikan itu subsidinya tepat sasaran sehingga bisa terkendali volumenya itu," tegas Purbaya.
Kabar Baik: Harga BBM Non-Subsidi Turun di Jawa Timur
Di tengah dinamika kebijakan energi nasional, angin segar datang bagi para pengendara di Kediri dan seluruh wilayah Jawa Timur. Memasuki Agustus 2026, PT Pertamina Patra Niaga resmi memangkas harga sejumlah produk bahan bakar minyak non-subsidi. Penyesuaian tarif ini tentu menjadi kabar baik untuk menekan pos pengeluaran transportasi bulanan, khususnya bagi warga yang memiliki mobilitas tinggi di kawasan perkotaan seperti Jalan Dhoho.
Berikut adalah rincian lengkap penyesuaian harga BBM di Jawa Timur per Selasa, 11 Agustus 2026:
Biosolar: Rp 6.800 per liter (Tetap)
Pertalite: Rp 10.000 per liter (Tetap)
Pertamax Pertashop: Rp 15.850 per liter (Turun dari Rp 16.150)
Pertamax (RON 92): Rp 15.950 per liter (Turun dari Rp 16.250)
Pertamax Green 95: Rp 16.600 per liter (Turun dari Rp 17.000)
Dexlite: Rp 19.700 per liter (Tetap)
Pertamax Turbo: Rp 18.300 per liter (Turun dari Rp 19.300)
Pertamina Dex: Rp 21.150 per liter (Tetap)
Baca Juga: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia ungkap Rencana Harga BBM Subsidi dan Nonsubsidi
Secara umum, produk bensin beroktan tinggi mengalami koreksi harga yang cukup mencolok. Pertamax Turbo turun paling tajam hingga Rp 1.000 per liter, disusul Pertamax Green 95 yang turun Rp 400 per liter, serta Pertamax reguler dan Pertashop yang masing-masing terkoreksi Rp 300 per liter.
Sementara itu, jajaran BBM penugasan dan subsidi seperti Pertalite serta Biosolar dipastikan tidak mengalami perubahan harga.
Perlu dicatat pula bahwa banderol harga BBM non-subsidi dapat sedikit bervariasi antarwilayah di tanah air. Faktor pembeda utama adalah besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan oleh masing-masing pemerintah daerah.
Faktor Pendorong Fluktuasi Harga BBM
Perubahan harga BBM non-subsidi merupakan mekanisme rutin yang mengikuti pergerakan pasar global. VP Corporate Communication Pertamina Patra Niaga, Kitty Andhora, menjelaskan bahwa kebijakan ini berpijak pada tren rata-rata harga minyak mentah dunia serta fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.
Selain merespons indikator ekonomi makro, keputusan penyesuaian harga ini telah mempertimbangkan daya beli masyarakat di berbagai daerah sekaligus komitmen perusahaan dalam menjaga stabilitas pasokan energi nasional.
"Langkah ini juga merupakan bagian dari upaya menjaga ketersediaan pasokan BBM nasional agar tetap terjamin bagi masyarakat," ujar Kitty dalam keterangan resminya.
Bagi pengendara di Kediri yang hendak melakukan perjalanan jauh maupun aktivitas harian, memantau pergerakan tarif secara berkala sangat dianjurkan. Pastikan Anda selalu mengecek informasi terkini melalui kanal komunikasi resmi Pertamina atau memantau pembaruan harga langsung lewat aplikasi MyPertamina sebelum mendatangi SPBU terdekat.
Editor : Shinta Nurma Ababil