Konsolidasi Danantara Pangkas 250 BUMN, Prabowo Klaim Negara Hemat Rp50 Triliun

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:05 WIB
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz
Presiden Prabowo Subianto memimpin Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026). ANTARA FOTO/Galih Pradipta/nz

JP Radar Kediri – Presiden Prabowo Subianto mengungkapkan bahwa proses konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) melalui Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) telah berhasil memangkas 250 perusahaan pelat merah, sekaligus menghemat biaya operasional negara hingga Rp50 triliun.

Baca Juga: Nazar Terpenuhi, Cucurella Siap Tato Wajah Pelatih dan Umumkan Pensiun dari Timnas Spanyol

Hal ini disampaikan Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).

Ia menjelaskan, berdasarkan laporan yang diterimanya, penutupan dan penggabungan 250 BUMN tersebut telah menghemat biaya rutin atau overhead sekitar Rp50 triliun, yang berasal dari berkurangnya beban operasional seperti gaji direksi dan komisaris, sewa gedung, biaya listrik, transportasi, hingga penyelenggaraan rapat kerja.

"Dan ada laporan, dengan ditutupnya 250 BUMN, overhead, biaya rutin yang bisa diselamatkan adalah Rp50 triliun. Rp50 triliun misal untuk gaji direksi, gaji komisaris, sewa gedung, bayar listrik, bayar transport, bayar ini, rapat kerja, Rp50 triliun," ujar Prabowo.

Dari 1.077 Jadi Ditargetkan 350 BUMN pada 2027

Prabowo menjelaskan, pembentukan Danantara menjadi langkah strategis untuk mengonsolidasikan berbagai aset negara yang sebelumnya tersebar di banyak perusahaan.

Ia mengungkapkan, pada awal masa pemerintahannya tercatat ada 1.077 BUMN, mencakup perusahaan induk beserta anak, cucu, hingga cicit usahanya. Pemerintah kini menargetkan jumlah BUMN terus dipangkas hingga tersisa sekitar 350 entitas pada akhir 2027.

"Jadi, Danantara adalah suatu dana kedaulatan, di mana tabungan-tabungan, kekayaan aset-aset negara disatukan, dikonsolidasi, di-manage dengan rapi, dan ini menjadi cadangan, ini menjadi energi untuk masa depan Indonesia, untuk anak, cucu, dan cicit kita," ujar Prabowo.

Baca Juga: Kejari Kabupaten Kediri Hentikan Penuntutan Curanmor Pelajar Lewat RJ, Ini Alasannya  

Penghematan Diproyeksi Tembus Rp70-80 Triliun Akhir Tahun

Prabowo optimistis nilai penghematan dari proses konsolidasi ini masih akan terus bertambah hingga akhir 2026.

Ia bahkan memproyeksikan angka penghematan berpotensi mendekati Rp 70 triliun hingga Rp80 triliun pada akhir tahun.

"Desember 31 saya kira ini mungkin angka penghematan bisa naik, bisa mendekati Rp70 triliun-Rp80 triliun," kata Prabowo, seraya menyampaikan apresiasinya kepada jajaran pimpinan Danantara atas capaian tersebut.

Oleh: Zebita Rizqi Priyangga

Univ: Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Antara News
Penghematan Operasional konsolidasi bumn Danantara Presiden Prabowo Subianto