JP Radar Kediri — Proses persiapan pencairan bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) tahap ketiga tahun 2026 terus dipantau secara ketat melalui aplikasi Sistem Informasi Kesejahteraan Sosial-Next Generation (SIKS-NG).
Berdasarkan update data per 24 Juli 2026, terdapat dinamika perkembangan penting yang wajib diketahui oleh Keluarga Penerima Manfaat (KPM), khususnya terkait hasil verifikasi rekening yang mulai menunjukkan adanya status gagal pada beberapa kategori bantuan.
Status PKH Tahap Ketiga Masih Belum Ada Pergerakan Signifikan
Berdasarkan pemantauan langsung pada akun SIKS-NG pendamping sosial di lapangan, bantuan sosial PKH untuk alokasi tahap ketiga periode Juli, Agustus, dan September 2026 terpantau masih belum menunjukkan pergerakan baru yang signifikan.
Baca Juga: Bansos PKH-BPNT Triwulan III Cair Mulai Hari Ini, Segera Cek Status Penerima Disini!
Sebelumnya, periode salur PKH sempat muncul di menu monitoring salur bansos dan menu final closing. Namun, saat dicek kembali melalui menu view DTKS, sistem masih menampilkan periode salur tahap kedua. Kendati demikian, perlu dicatat bahwa tampilan detail pada aplikasi SIKS-NG terkadang dapat sedikit berbeda antarwilayah, meski perbedaannya secara umum tidak terlalu prinsipil.
BPNT Rp600.000 Masuki Tahap Verifikasi Rekening
Kondisi berbeda terlihat pada bantuan sosial BPNT (Program Sembako) dengan nominal Rp600.000 per tiga bulan. Penyaluran tahap ketiga ini sudah mulai memperlihatkan rogress nyata dari proses verifikasi dan cek rekening sejak tanggal 23 Juli 2026.
Pada menu monitoring salur bansos bagian BPNT untuk periode Juli–September 2026, data validasi mulai bermunculan, termasuk catatan mengenai status gagal verifikasi rekening. Berdasarkan pengecekan pada sampel akun pendamping sosial, tercatat ada sejumlah KPM yang mendapati status gagal verifikasi rekening. Proses verifikasi ini masih terus berjalan dinamis, sehingga jumlah KPM dengan status tersebut berpotensi mengalami penyesuaian seiring berjalannya waktu.
Baca Juga: Penerima Bansos Besok Senin 20 Juli 2026, Rencana Skema Baru oleh Kemensos
Penyebab Utama Gagal Verifikasi Rekening Bansos
Status gagal verifikasi rekening yang dialami sejumlah KPM umumnya dipicu oleh adanya ketidaksesuaian atau perbedaan data identitas kependudukan. Ketidaksinkronan data ini biasanya terjadi antara catatan di Direktorat Jenderal Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) dengan data perbankan penyalur maupun Kementerian Sosial Republik Indonesia.
Bagi KPM yang datanya dinyatakan bersih dan valid tanpa kendala, tahapan pencairan akan otomatis berlanjut ke tahap SP2D (Surat Perintah Pencairan Dana), SPM (Surat Perintah Membayar), hingga SI (Standing Instruction) sebelum akhirnya saldo dana bantuan di-top up langsung ke rekening Kartu Keluarga Sejahtera (KKS).
Dua Kemungkinan Hasil Cek Rekening dan Langkah KPM
Pemerintah menegaskan bahwa proses cek rekening bertujuan menjamin validitas data agar dana bansos benar-benar diterima oleh pihak yang berhak secara tepat sasaran. Terdapat dua kemungkinan hasil dari proses pemeriksaan rekening ini:
Gagal Cek Rekening: Disebabkan oleh ketidaksesuaian data identitas antara bank dan Dukcapil, atau nomor rekening yang sudah tidak aktif. Jika ini terjadi, pencairan dana berpotensi tertunda hingga data diperbaiki.
Berhasil Cek Rekening: Menandakan bahwa data KPM telah valid, sinkron, dan aktif tanpa hambatan, sehingga proses pencairan dapat segera melaju ke tahap penyaluran saldo akhir.
Secara keseluruhan, hingga 24 Juli 2026, proses pencairan bansos tahap ketiga terus bergulir. Masuknya BPNT ke fase verifikasi rekening menjadi indikator positif bahwa jadwal penyaluran semakin dekat. KPM diimbau untuk tetap tenang, bersabar, dan rutin berkoordinasi dengan pendamping sosial resmi di wilayah masing-masing untuk memantau pembaruan data secara berkala.
Editor : Shinta Nurma Ababil