Harga Minyak Dunia Melemah Disamping Konflik AS-Iran yang Kian Memanas

Shinta Nurma Ababil • Dipublikasikan Selasa, 21 Juli 2026 | 13:07 WIB
Ancaman terganggunya rantai pasok dari wilayah produsen minyak utama ini mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, yang berpotensi memicu inflasi di berbagai negara penimpor energi. (Getty Images)
Ancaman terganggunya rantai pasok dari wilayah produsen minyak utama ini mendorong lonjakan harga minyak mentah dunia, yang berpotensi memicu inflasi di berbagai negara penimpor energi. (Getty Images)

JP Radar Kediri – Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Selasa (21/7/2026), di tengah kian memanasnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran di kawasan Timur Tengah dalam beberapa hari terakhir.

Mengutip Investing, kontrak berjangka minyak mentah Brent turun 0,38 poin atau 0,43% ke level US$88,57 per barel, sementara minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melemah 0,30 poin atau 0,36% ke level US$82,20 per barel.

Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini 21 Juli 2026 Turun Rp9.000, Cek Rinciannya Disini

Dilansir Bloomberg, Presiden AS Donald Trump berjanji akan melancarkan serangan balasan ke Teheran, menyusul tewasnya sejumlah tentara Amerika dalam rangkaian bentrokan terbaru.

Di sisi lain, kelompok Houthi yang didukung Iran menyatakan akan memberlakukan larangan lalu lintas maritim dari Arab Saudi, sebuah langkah yang berpotensi mengancam stabilitas jalur pelayaran di Laut Merah. Merespon ancaman tersebut, Kementerian Luar Negeri Arab Saudi menegaskan akan mengambil seluruh langkah yang diperlukan untuk melindungi kapal-kapalnya sesuai dengan hukum internasional yang berlaku.

Manajer Portofolio Senior Tortoise Capital LLC, Rob Thummel, mengingatkan potensi Risiko besar apabila infrastruktur maupun jalur pelayaran minyak sampai terganggu.

"Jika terjadi gangguan pada infrastruktur, khususnya jalur pelayaran, maka hal itu dapat menyebabkan lonjakan harga minyak. Persediaan sedikit berkurang, jadi tidak banyak ruang untuk melakukan kesalahan," ujarnya.

Baca Juga: 800 Bidang Tanah Aset Pemkot Kediri Rawan Diserobot Karena Belum Bersertifikat, DPRD Kota Kediri Desak Pendataan

Serangan terbaru ini terjadi menyusul serangan Iran terhadap pangkalan militer AS di Yordania yang menewaskan sedikitnya dua tentara Amerika dan melukai banyak lainnya. Militer AS dilaporkan terus memperluas sasaran serangannya di Iran, sementara Iran turut meningkatkan intensitas serangan terhadap negara-negara Teluk di sekitarnya.

Pertempuran kedua negara saat ini masih terpusat pada perebutan kendali atas Selat Hormuz, dengan Komando Pusat AS (CENTCOM) menegaskan bahwa rangkaian serangan terbarunya bertujuan terus melemahkan kemampuan militer Iran yang selama ini digunakan untuk menyerang kapal-kapal yang melintas Hormuz.

Eskalasi konflik kali ini disebut sebagai permusuhan terburuk antara AS dan Iran sejak sebelum gencatan senjata yang tercapai pada April lalu, dengan upaya perundingan damai antara kedua pihak yang kini tampak telah sepenuhnya runtuh.

Oleh: Zebita Rizqi Priyangga

Univ: Universitas Negeri Yogyakarta 

Editor : Shinta Nurma Ababil
Sumber : Jawa Pos
bren WTI harga minyak mentah melemah as serang iran