JP Radar Kediri – Menteri Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal (Mendes PDT) Yandri Susanto menegaskan kehadiran Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) tidak akan mematikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) maupun warung-warung yang selama ini sudah berjalan di desa. Ia menyebut, Kopdes Merah Putih justru dirancang untuk membangun kolaborasi dengan warung-warung tersebut, bukan menggantikannya.
Baca Juga: Produktivitas Kebun Anjlok Lebih dari 60% Agrinas Palma Didesak Diaudit Menyeluruh
"Kementerian Desa dengan lahirnya Koperasi Desa Merah Putih, karena sudah ada Badan Usaha Milik Desa, ada UMKM, ada warung-warung kecil, insyaallah akan kita bangun kolaborasi yang luar biasa. Tidak akan ada saling meniadakan dan saling menjatuhkan," kata Mendes Yandri dalam acara Seminar Nasional KDKMP di Gedung Sasana Kriya, TMII, Jakarta Timur, Kamis (16/7/2026).
Fungsi Kopdes Disesuaikan dengan Potensi Tiap Desa
Dalam berbagai kesempatan, Yandri kerap menyampaikan bahwa begitu Kopdes Merah Putih berjalan penuh, fungsinya akan dimaksimalkan sesuai dengan potensi masing-masing desa, sehingga tidak akan diseragamkan secara nasional.
Yandri optimistis pemerintah desa akan turut mendukung kesuksesan program ini, mengingat skema pembagian keuntungannya yang dinilai menguntungkan masyarakat: sebanyak 80% keuntungan Kopdes akan kembali ke masyarakat desa, sementara 20% sisanya menjadi pendapatan asli desa (PADes).
"Jadi saya kira pemerintah desa beserta seluruh jajarannya pasti akan memaksimalkan perannya masing-masing untuk terus memastikan semua potensi desa yang berbeda-beda tadi, pada ujungnya ya kita sukseskan Koperasi Desa Merah Putih," katanya.
Baca Juga: Cabor Aeromodelling Incar Medali Porprov, Dua Atlet Moncer di Ajang Kejurnas
Gandeng 10 Asosiasi lewat Seminar Nasional
Untuk menyamakan persepsi di tengah masyarakat sekaligus memperbarui informasi soal progres operasional KDKMP, Kemendes PDT bersama 10 asosiasi terkait menggelar Seminar Nasional sebagai forum publik.
"Maka kami buat Seminar Nasional yang mengundang hampir semua unsur yang ada di republik ini," ujar Yandri.
Ia berharap forum tersebut dapat menjaring masukan dan saran dari publik, sekaligus menjadi ruang untuk menyampaikan informasi secara lebih komprehensif kepada peserta seminar.
"Maka kita perlu mendapatkan masukan, saran dari publik, termasuk juga kita ingin menyampaikan juga yang secara komprehensif, informasi komprehensif kepada peserta seminar," kata Mendes Yandri.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 17 Juli 2026: UBS, Galeri24, dan Antam Turun Tipis
Penulis : Zebita Rizqi Priyangga, mahasiswa magang asal Universitas Negeri Yogyakarta
Editor : MahfudSumber : Jawa Pos