Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Konflik AS-Iran Kian Panas, Harga Minyak Dunia Justru Melemah

Shinta Nurma Ababil • Sabtu, 11 Juli 2026 | 08:30 WIB
Ilustrasi industri hulu migas Iran.
Ilustrasi industri hulu migas Iran.

JP Radar Kediri – Harga minyak mentah dunia kompak melemah pada perdagangan Jumat (10/7/2026), di tengah eskalasi tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah menyusul aksi saling serang antara Amerika Serikat dan Iran.

Mengutip data Investing, harga minyak jenis Brent tercatat turun 0,09% menjadi US$76,01 per barel. Sementara itu , minyak mentah acuan Amerika Serikat, West Texas Intermediate (WTI), melemah 0,19% ke level US$71,92 per barel.

Iran Serang Balik, Pemakaman Khamenei Digelar di Mashhad

Berdasarkan laporan Reuters, militer Iran melancarkan serangan terhadap sejumlah infrastruktur militer AS di beberapa negara kawasan Teluk pada Kamis, sebagai balasan atas serangan udara Amerika Serikat ke wilayah pesisir selatan dan provinsi timur Iran. Di waktu yang bersamaan, Iran tengah menuntaskan prosesi pemakaman Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei di Kota Mashhad, setelah rangkaian upacara berlangsung sepekan penuh.

Sejumlah ledakan dilaporkan masih terdengar di beberapa wilayah Iran, termasuk di Bushehr lokasi salah satu pembangkit listrik tenaga nuklir milik negara tersebut.

"Kami memperkirakan ketegangan terbaru di Timur Tengah antara AS dan Iran hanya akan berlangsung relatif singkat karena kedua negara dibatasi oleh realitas ekonomi dan politik yang mereka hadapi," ujar ahli strategi energi global Macquarie Group, Vikas Dwivedi dikutip Reuters, Jumat (10/7).

Baca Juga: Debut Perdana di Bursa, Saham Emiten Alat Kesehatan Grup Prodia Langsung Naik 35%

Pelemahan harga minyak dunia hari itu pun mengindikasikan bahwa pelaku pasar mulai memperhitungkan potensi meredanya konflik, kendati situasi di lapangan masih menunjukkan eskalasi ketegangan antara kedua negara.

"Setelah dua hari melakukan serangan, Iran tampaknya mulai melakukan komunikasi untuk meredakan permusuhan dan kemungkinan kembali ke meja perundingan," ujar Yawger.(*)

(Artikel ditulis oleh  Zebita Rizqi Priyangga, mahasiswa magang dari  Universitas Negeri Yogyakarta)

Editor : Mahfud
#perang iran-as #harga minyak dunia turun #minyak mentah #geopolitik