JP Radar Kediri — Sektor manufaktur Indonesia kembali melemah menutup semester pertama 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) atau Indeks Manajer Pembelian manufaktur Indonesia turun tajam pada Juni 2026, menandai kembalinya sektor ini ke zona kontraksi setelah sempat stabil pada bulan sebelumnya.
PMI sendiri merupakan indikator yang mengukur tingkat kesehatan dan aktivitas sektor manufaktur suatu negara, berdasarkan survei terhadap pesanan baru, output, ketenagakerjaan, waktu pengiriman pemasok, dan stok barang. Angka di atas 50 menandakan ekspansi, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi.
Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Juli 2026: Galeri24, UBS, Antam Turun
1. PMI Anjlok ke Zona Kontraksi
- PMI Manufaktur Indonesia versi S&P Global: 46,9 pada Juni 2026, turun dari 50,0 di Mei
- Angka di bawah 50 menandakan kontraksi; di atas 50 berarti ekspansi
- Penurunan terkuat dalam setahun terakhir, dan kontraksi kedua sepanjang 2026
2. Penyebab Utama Kontraksi
- Pesanan baru turun untuk pertama kalinya dalam 3 bulan, laju tercepat dalam setahun
- Penjualan ekspor merosot, penurunan terdalam sejak Agustus 2021
- Output menyusut 4 bulan berturut-turut, tercepat sejak April 2025
- Perusahaan memangkas tenaga kerja dan pembelian input pada laju tercepat dalam hampir 5 tahun
3. Tekanan Biaya Ikut Memberatkan
- Inflasi biaya input tertinggi kedua sepanjang sejarah survei PMI (sejak 2011)
- Produsen menaikkan harga jual dengan laju tercepat sejak 2013
- Faktor pemicu: pelemahan rupiah, kenaikan harga bahan baku, dan inflasi domestik yang mencapai 3,34% yoy
Baca Juga: Bansos Juli 2026 Mulai Cair! Cek Status PIP Rp 450 Ribu dan BPNT Tahap 3 via HP, Begini Caranya
4. Respons Pemerintah dan Pelaku Usaha
|
Pihak |
Pandangan |
|
Kemenperin |
Optimistis, didukung Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni yang masih ekspansif di 52,90 |
|
Ekonom Indef |
Sebut ini "zona bahaya merah", perlu transformasi industri jangka panjang |
|
Kadin |
Minta pemerintah perkuat permintaan domestik & turunkan biaya usaha |
|
Gaikindo (otomotif) |
Belum ubah strategi, pelemahan dinilai bersifat musiman |
|
HKI |
Dorong percepatan izin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk jaga investasi |
5. Harapan ke Depan
- Tingkat keyakinan produsen terhadap 12 bulan ke depan justru membaik, tertinggi dalam 3 bulan terakhir
- Harga minyak dunia yang mulai turun diharapkan meringankan biaya produksi mulai kuartal IV-2026
- Pemulihan permintaan domestik pada semester II-2026 jadi kunci utama kebangkitan sektor manufaktur
Oleh: Zebita Rizqi Priyangga
Universitas: Universitas Negeri Yogyakarta
Editor : Shinta Nurma Ababil