Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Manufaktur RI Kembali Kontraksi, PMI Juni 2026 Anjlok ke 46,9

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 9 Juli 2026 | 14:35 WIB
Suasana kesibukan para pekerja di jalur perakitan otomatis sebuah industri manufaktur. (Yuan Hongfu/Xinhua)
Suasana kesibukan para pekerja di jalur perakitan otomatis sebuah industri manufaktur. (Yuan Hongfu/Xinhua)

JP Radar Kediri — Sektor manufaktur Indonesia kembali melemah menutup semester pertama 2026. Purchasing Managers' Index (PMI) atau Indeks Manajer Pembelian manufaktur Indonesia turun tajam pada Juni 2026, menandai kembalinya sektor ini ke zona kontraksi setelah sempat stabil pada bulan sebelumnya.

PMI sendiri merupakan indikator yang mengukur tingkat kesehatan dan aktivitas sektor manufaktur suatu negara, berdasarkan survei terhadap pesanan baru, output, ketenagakerjaan, waktu pengiriman pemasok, dan stok barang. Angka di atas 50 menandakan ekspansi, sementara di bawah 50 menunjukkan kontraksi. 

Baca Juga: Harga Emas Pegadaian Hari Ini 8 Juli 2026: Galeri24, UBS, Antam Turun

1. PMI Anjlok ke Zona Kontraksi

2. Penyebab Utama Kontraksi

3. Tekanan Biaya Ikut Memberatkan

Baca Juga: Bansos Juli 2026 Mulai Cair! Cek Status PIP Rp 450 Ribu dan BPNT Tahap 3 via HP, Begini Caranya

4. Respons Pemerintah dan Pelaku Usaha

Pihak

Pandangan

Kemenperin

Optimistis, didukung Indeks Kepercayaan Industri (IKI) Juni yang masih ekspansif di 52,90

Ekonom Indef

Sebut ini "zona bahaya merah", perlu transformasi industri jangka panjang

Kadin

Minta pemerintah perkuat permintaan domestik & turunkan biaya usaha

Gaikindo (otomotif)

Belum ubah strategi, pelemahan dinilai bersifat musiman

HKI

Dorong percepatan izin Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) untuk jaga investasi

5. Harapan ke Depan

Oleh: Zebita Rizqi Priyangga
Universitas: Universitas Negeri Yogyakarta

 

Editor : Shinta Nurma Ababil
#Purchasing Managers' Index #industri #PMI #melemah #manufaktur