JP Radar Kediri – Harga cabai rawit merah di Pasar Induk Pare, Kabupaten Kediri, masih menjadi komoditas yang paling berfluktuasi. Berdasarkan pembaruan harga yang dirilis Asosiasi Petani Cabai Indonesia (APCI) Kabupaten Kediri pada Senin (6/7), cabai rawit merah kualitas super sempat menyentuh Rp38 ribu per kilogram.
Ketua APCI Kabupaten Kediri, Suyono, mengatakan perubahan harga cabai masih dipengaruhi pasokan yang masuk ke pasar setiap hari. Meski begitu, mayoritas harga sayuran lainnya masih relatif stabil.
"Cabai rawit masih menjadi komoditas yang paling sensitif terhadap perubahan pasokan. Sementara untuk sayuran lain seperti timun, tomat, sawi hingga kangkung, harganya relatif stabil dan tidak mengalami perubahan yang signifikan," ujar Suyono.
Data APCI mencatat, cabai rawit merah kualitas super asal Ori dibuka di kisaran Rp39-40 ribu per kilogram, kemudian turun menjadi Rp38 ribu dan ditutup di angka Rp37 ribu. Sementara kualitas biasa berada di kisaran Rp36 ribu per kilogram.
Cabai rawit merah lokal kualitas super diperdagangkan mulai Rp38 ribu, kemudian turun menjadi Rp36 ribu dan ditutup Rp35 ribu per kilogram. Untuk cabai rawit asal Ngantang berada di kisaran Rp35-36 ribu per kilogram, sedangkan varietas Kamelia dijual Rp33-34 ribu dan rawit Prentol sekitar Rp31 ribu per kilogram.
Di luar komoditas cabai, harga berbagai jenis sayuran cenderung stabil. Timun dijual Rp10 ribu per kilogram, tomat berkisar Rp2 ribu hingga Rp4 ribu per kilogram, buncis Rp5 ribu hingga Rp7 ribu per kilogram, kacang panjang Rp4 ribu hingga Rp9 ribu per kilogram, serta gambas dan terong masing-masing berada di kisaran Rp4 ribu hingga Rp6 ribu per kilogram.
Sementara itu, sawi hijau dipasarkan Rp3 ribu hingga Rp5 ribu per kilogram, kangkung Rp2 ribu hingga Rp3 ribu per ikat, bayam Rp3 ribu per ikat, kenikir Rp4 ribu hingga Rp5 ribu per ikat, sawi putih Rp3 ribu per kilogram, dan pakcoy Rp2 ribu per kilogram.
Suyono menambahkan, informasi harga yang diperbarui setiap hari diharapkan dapat menjadi acuan bagi petani maupun pedagang dalam melakukan transaksi di Pasar Induk Pare.
"Perubahan harga merupakan dinamika pasar yang dipengaruhi jumlah pasokan dan permintaan setiap harinya. Karena itu, harga bisa berubah sejak pagi hingga pasar tutup," pungkasnya. (c2)
Editor : Mahfud