Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Inflasi Juni 2026 Naik ke 3,34 Persen, Harga BBM dan Bahan Pangan Jadi Biang Kerok

Shinta Nurma Ababil • Kamis, 2 Juli 2026 | 08:28 WIB
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono. (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Ateng Hartono. (ANTARA/AMuzdaffar Fauzan)

JP Radar Kediri - Tekanan harga di dalam negeri kembali meningkat memasuki pertengahan tahun. Mengumumkan bahwa inflasi tahunan Indonesia pada Juni 2026 tercatat sebesar 3,34 persen (year-on-year/yoy), naik dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di level 3,08 persen.

"Terjadi inflasi di Juni 2026 yang lebih tinggi dari pada inflasi Mei 2026," ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam Jumpa Pers BRS di Jakarta, Rabu.

Kenaikan Bertahap Sejak Mei

Secara bulanan (month-to-month/mtm), inflasi tercatat 0,44 persen, sementara secara tahun kalender (year-to-date/ytd) sudah mencapai 1,79 persen sejak awal 2026. Kenaikan Indeks Harga Konsumen (IHK) turut mengonfirmasi tren ini, dari 111,40 pada Mei menjadi 111,89 pada Juni 2026.

Baca Juga: Wow! Pemprov Jatim Usulkan Ribuan Formasi CPNS dan PPPK 2026, Intip Ada Apa Saja?

Bensin dan Tiket Pesawat Jadi Pemicu Utama

Inflasi Juni kali ini justru didominasi oleh kelompok transportasi. Sektor ini mencatatkan inflasi hingga 2,29 persen secara bulanan, dengan andil 0,28 persen terhadap inflasi nasional porsi terbesar dibanding kelompok pengeluaran lainnya.

Penyebabnya adalah harga BBM nonsubsidi naik dua kali sepanjang Juni, yakni pada 1 Juni dan 10 Juni. Kenaikan harga Pertamax dan Pertamax Turbo, ditambah lonjakan tarif angkutan udara akibat tingginya permintaan selama musim libur sekolah, membuat komponen ini menyumbang andil paling besar. 

Di luar transportasi, kelompok makanan, minuman, dan tembakau juga masih ikut mendorong inflasi bulanan. Beberapa komoditas seperti bawang merah, bawang putih, dan beras jadi penyumbang utamanya. Menariknya, ada pula komoditas yang justru mengalami deflasi dan meredam laju inflasi, seperti daging ayam ras dan telur ayam ras.

Baca Juga: Gaji Pensiunan PNS Juli 2026 Cair Tanggal 1, Taspen Minta Lakukan Ini Agar Tidak Ada Kendala

Emas Perhiasan Ikut Kerek Inflasi Tahunan

Jika dilihat dari sisi tahunan, gambarannya sedikit berbeda. Penyumbang terbesar justru datang dari kelompok makanan, minuman, dan tembakau dengan andil 1,36 persen didorong oleh kenaikan harga ikan segar, beras, minyak goreng, dan cabai merah.

Posisi kedua ditempati kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan andil 0,69 persen, yang ternyata dipicu oleh melonjaknya harga emas perhiasan. Fenomena ini sejalan dengan tren harga emas dunia yang terus menanjak sepanjang tahun. Kelompok transportasi menyusul di posisi ketiga dengan andil 0,55 persen terhadap inflasi tahunan.

Seluruh Provinsi Kompak Alami Inflasi

Tak ada satu pun provinsi di Indonesia yang luput dari tekanan harga bulan ini. Inflasi tertinggi tercatat di Papua Pegunungan dengan angka mencapai 7,84 persen secara tahunan, jauh di atas rata-rata nasional. Sementara secara bulanan, inflasi tertinggi terjadi di Maluku Utara sebesar 2,45 persen, dan yang terendah tercatat di Sumatra Utara serta Kalimantan Tengah, masing-masing hanya 0,23 persen.

Baca Juga: Update Bansos BPNT Susulan via PT Pos Hari Ini,  Cek Penyebab Dana Belum Cair

Masih Dalam Rentang Target, Tapi Perlu Diwaspadai

Meski naik dari bulan sebelumnya, angka inflasi 3,34 persen ini sejatinya masih berada dalam kisaran sasaran pemerintah sebesar 2,5 persen plus minus 1 persen. Namun tren kenaikan tiga bulan berturut-turut dari 2,42 persen di April, 3,08 persen di Mei, hingga 3,34 persen di Juni menjadi sinyal bahwa tekanan harga belum sepenuhnya mereda.

Penulis: Zebita Rizqi Priyangga

Universitas: Universitas Negeri Yogyakarta

Editor : Shinta Nurma Ababil
#inflasijuni2026 #inflasiindonesia #badan pusat satistik #bps #inflasi