KEDIRI, JP Radar Kediri – Fenomena El Nino yang diperkirakan memengaruhi musim kemarau tahun ini diproyeksikan berdampak terhadap produksi beras di Kabupaten Kediri.
Meski tidak sebesar daerah lain, penurunan produksi tetap perlu diwaspadai.
Ketua Meteorologi Publik BMKG Stasiun Meteorologi Kelas III Dhoho Kediri Satria Kridha Nugraha memaparkan hasil analisis hubungan curah hujan dan produksi beras yang dilakukan menggunakan data selama delapan tahun.
Analisis tersebut menunjukkan adanya pengaruh penurunan curah hujan terhadap produksi padi.
Baca Juga: Cuaca Panas Saat Kemarau Pantang Bikin Batal Liburan, Ini 5 Jurus Jitu Tetap Asyik Plesiran
Dalam kajian tersebut, Kabupaten Kediri masuk kategori wilayah dengan tingkat kerentanan sedang.
Dampak El Nino diperkirakan tetap memengaruhi hasil panen meski tidak sebesar wilayah yang sangat bergantung pada hujan.
“Dampaknya berbeda dan ada jeda waktu antara El Nino dengan penurunan produksi beras. Rata-rata sekitar 2 hingga 3 bulan jadinya,” jelasnya.
Satria menyebut selama periode El Nino, produksi beras di Kabupaten Kediri diperkirakan mengalami penurunan sekitar 200 ton.
Angka tersebut lebih kecil dibanding wilayah lain yang memiliki ketergantungan lebih tinggi terhadap curah hujan.
“Di Nganjuk dan Kabupaten Kediri ini jika ditotal semuanya selama El Nino ini turun sekitar 6.000 ton. Kabupaten Kediri turun sekitar 200 ton,” terangnya.
Menurut dia, kondisi tersebut menjadi sinyal penting bagi pemerintah daerah dan sektor pertanian untuk meningkatkan kesiapsiagaan. Terutama dalam menjaga ketersediaan air irigasi selama musim kemarau berlangsung.
“Yang menentukan besarnya dampak itu bukanlah seberapa kuat El Nino terjadi. Tapi seberapa siap kita menghadapi,” pungkasnya
Editor : Andhika Attar Anindita