KEDIRI, JP Radar Kediri - Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat mulai berdampak nyata bagi pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Salah satunya adalah produsen tahu yang berlokasi di Kelurahan Tinalan, Kecamatan Kota.
“Harga kedelai impor mengalami lonjakan. Saat ini mencapai Rp 10.800 per kilogram (kg),” ujar Tri Pramulaksono, seorang produsen tahu di Kelurahan Tinalan.
Menurutnya, fluktuasi kurs rupiah sangat menentukan biaya produksi. Ketergantungan pada kedelai impor, membuat harga bahan baku tersebut naik signifikan dari sebelumnya yang berada di kisaran Rp 9 ribu per kg.
Baca Juga: Kampung Tahu di Tinalan Kecamatan Pesantren Tercekik Harga Kedelai
Lebih lanjut dia menjelaskan, lonjakan biaya tersebut membuatnya harus melakukan beberapa langkah. Pertama, menambah harga jual tahu sebesar Rp 100 per biji. Kedua, mengurangi intensitas memasak dari lima kali sehari menjadi hanya tiga kali. Ketiga, mengatur penggunaan kedelai secara ketat dalam satu kali proses masak.
“Dalam satu kali proses memasak biasanya menggunakan sekitar 8 kg kedelai yang menghasilkan 200 biji tahu. Menipisnya margin keuntungan membuat pengurangan volume produksi menjadi pilihan terakhir yang tidak bisa dihindari,” imbuh pria yang akrab disapa Tri itu.
Kebijakan menaikkan harga ini mulai berdampak pada penurunan daya beli masyarakat. Tri mengaku permintaan pasar menurun karena konsumen mulai beralih mencari alternatif pangan yang lebih murah.
Baca Juga: Produsen Tahu di Kediri tetap Bertahan meski Harga Kedelai Impor bikin Tekor
“Dulu dalam sehari kami bisa memproduksi hingga 1.000 potong tahu. Sekarang, dengan kondisi seperti ini, mentok hanya bisa menghasilkan 600 potong saja,” ucapnya.
Menyikapi situasi yang telah berjalan selama dua bulan ini, para perajin berharap pemerintah segera turun tangan mengambil langkah taktis guna menstabilkan harga kedelai impor. “Jika fluktuasi harga ini terus dibiarkan, keberlangsungan usaha tahu skala rumahan di Kota Kediri dipastikan kian terancam,” keluhnya.
Di lain sisi, Misriati pembeli tahu turut merasakan kenaikan harga. Terlebih jualannya mayoritas berbahan dasar tahu yang membuatnya harus mencari cara agar biaya produksi tidak bengkak.
Baca Juga: Kedelai Mahal Perajin Tempe Kelimpungan
“Mengakalinya ya memberikan campuran lebih banyak. Jadi rasa tahunya tetap ada tapi lebih banyak komposisi lainnya,” pungkas Sri, pedagang martabak tahu di Kecamatan Kota, Kota Kediri.
Editor : Andhika Attar Anindita