Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Warga Keluhkan Harga Pertamax, Begini Klarifikasi Pihak Pertamina

Hilda Nurmala Risani • Sabtu, 13 Juni 2026 | 09:36 WIB
Suasana SPBU ketika harga pertamax mengalami kenaikan. (Wahyu Adji/JPRK)
Suasana SPBU ketika harga pertamax mengalami kenaikan. (Wahyu Adji/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri - Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi jenis Pertamax mulai dirasakan oleh masyarakat Kota Kediri. Harga Pertamax RON 92 yang sebelumnya Rp 12.300 per liter naik menjadi Rp 16.250 per liter.

“Baru tau naik tadi habis Subuh membuka Instagram. Eh, waktu cek tangki sepeda motor memang sudah jadwalnya mengisi. Mau tidak mau tetap beli,” ujar Alfina Raniah, warga Kecamatan Kota, Kota Kediri.

Perempuan yang akrab disapa Fina itu menyesalkan kenaikan harga Pertamax. Terlebih kenaikannya cukup tinggi dibandingkan sebelumnya.  Yang pasti sangat terasa di kantong.

Baca Juga: Bahlil Tanggapi Harga Pertamax Naik, Pastikan Harga BBM Subsidi dan LPG Tetap Aman

Meskipun naik, diakuinya tetap membeli BBM jenis ini karena untuk menjaga mesin kendaraan sepeda motornya. Mengingat kasus beberapa waktu lalu ketika di isi jenis Pertalite langsung mbrebet.

“Sejak kasus itu (mbrebet, Red) saya sudah gak pernah mengisi jenis Pertalite. Saya rutinkan ngisi jenis Pertamax alhamdulillah aman sampai sekarang,” imbuhnya.

Kondisi serupa juga dikeluhkan oleh Rafi, 22, warga Kecamatan Kota, Kota Kediri. “Menyayangkan sih harusnya pemerintah menjaga harga tetap sama tapi ternyata naik. Biasanya beli cukup Rp 20 ribu sekarang jadi Rp 25 ribu,” keluh mahasiswa salah satu perguruan tinggi (PT) swasta di Kota Kediri.

Diakuinya dengan kenaikan harga ini membuatnya merugi. Jika biasanya ada sisa uang Rp 10 ribu untuk makan terpaksa untuk membeli bensin semua. 

Baca Juga: Janji Bahlil Soal Harga BBM Disorot, Hari Ini Pertamax Resmi Naik Jadi Rp16.250 per Liter

“Jadi sayang sih kan Rp 10 ribu itu berharga untuk makan. Apalagi anak kuliah,” tandasnya. Dia tetap mengisi jenis Pertamax demi menjaga mesin kendaraan barunya tetap prima. 

Pantauan wartawan Jawa Pos Radar Kediri, suasana sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) di Kota Kediri tampak ramai seperti biasanya. Namun di balik keramaian itu ada pemandangan berbeda. Antrean di jalur pengisian Pertalite tampak lebih padat. 

Ya, terlihat adanya perubahan pola konsumsi masyarakat. Seperti di SPBU Joyoboyo Kota Kediri. Antrean kendaraan di jalur pengisian Pertalite ada puluhan dalam kurun waktu 15 menit. Sementara jalur pengisian Pertamax hanya ada belasan kendaraan.

Baca Juga: Kenapa Pertamax Naik? Ternyata Ini Alasan Pertamina Menaikkan Harga Hingga Rp16.250 per Liter

“Beralih mengisi ke Pertalite per hari ini. Karena perbedaan harganya jauh. Terlebih mobilitas saya sebagai ojol cukup tinggi,” ujar Ahmad, 30, warga Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri.

Pria yang berprofesi sebagai ojol itu menyebut jika kenaikan harga Pertamax sangat berdampak pada pengeluarannya. Oleh karenanya dia lebih memilih menurunkan kualitas BBM dibandingkan harus menambah pengeluaran uangnya.

“Ya semoga kendaraan saya tetap aman. Ada keajaiban harganya bisa turun,” harapnya.

Tak hanya Ahmad, Ulfa juga melakukan hal yang sama. Dia lebih memilih mengganti jenis BBM dibandingkan mengeluarkan uang lebih banyak. “Biasanya mengisi Pertamax memang. Cuma karena naik pengen coba isi Pertalite saja. Kalau cocok ya diteruskan, jika bermasalah tinggal ganti,” tutur perempuan asal Kecamatan Pesantren, Kota Kediri.

Baca Juga: Harga BBM Terbaru per 10 Juni 2026: Pertamax Naik Jadi Rp16.250 per liter, Ini Rinciannya

Di lain sisi, Ahad Rahedi Area Manager Comm, Rel. & CSR Jatimbalinus PT Pertamina Patra Niaga menyebut penyesuaian harga jual BBM non subsidi untuk produk Pertamax dan Pertamax Green diputuskan setelah dikoordinasikan dengan pemerintah sebagai regulator. 

“Dan dilakukan sesuai mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan perkembangan harga minyak dunia serta harga pasar keekonomian,” terang pria yang akrab disapa Ahad itu. 

Menurutnya, penyesuaian harga BBM non subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi. Yang bertujuan untuk menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, dan kepastian pasokan energi bagi masyarakat.

Baca Juga: Daftar Harga BBM 1 April 2026: Rincian Pertalite hingga Pertamax di Seluruh Indonesia

“Kami memastikan pasokan Pertamax dan Pertamax Green tetap aman serta tersedia di jaringan SPBU Pertamina. Masyarakat dapat memperoleh informasi harga BBM terbaru melalui kanal resmi Pertamina, Pertamina Patra Niaga, maupun aplikasi MyPertamina,” pungkasnya.

Daftar Harga BBM Retail Non Subsidi melalui SPBU per 10 Juni 2026:
- Pertamax (RON 92): dari Rp. 12.300/liter menjadi Rp. 16.250/liter

- Pertamax Green 95 (RON 95): dari Rp. 12.900/liter menjadi Rp. 17.000/liter.

Editor : Andhika Attar Anindita
#harga pertamax naik #spbu joyoboyo #warga mengeluh #naik drastis #kota kediri