Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Pedagang Tolak Wacana Kenaikan Harga Eceran Minyak Goreng Minyakita, Ini Alasannya!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 9 Juni 2026 | 20:47 WIB
Warga berburu minyakita di gerakan pangan murah (GPM) Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren.
Ilustrasi warga berburu minyakita di gerakan pangan murah (GPM) Kelurahan Tempurejo, Kecamatan Pesantren.

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Pasokan minyakita subsidi di pasar tradisional semakin berkurang. Kondisi ini membuat pedagang maupun pembeli resah. Pasalnya harus mengeluarkan uang cukup banyak untuk satu liter minyak goreng.

“Dropping stok lancar tapi memang ada perbedaan dari sebelumnya. Sekarang dikirim 13 dus nanti rencana ada 15 dus yang dikirim,” ujar Sri, salah satu pedagang yang ada di Pasar Setonobetek. Menurutnya, jumlah stok tersebut berkurangnya sangat jauh. Jika dulunya bisa mendapat 30 karton. Kini, hanya setengahnya saja setiap minggunya.

Padahal peminat minyakita subsidi ini cukup tinggi. Mengingat harganya yang hanya Rp 15.700 per liter jauh lebih murah. Terlebih jika dibandingkan minyak goreng lainnya. “Sangat membantu warganya, membantu konsumen karena harganya agak murah daripada yang lain-lain. Misalnya minyak curah harganya Rp 21 ribu,” tuturnya.

Baca Juga: Dapati Distributor Minyakita Lebihi HET, Satgas Pangan Kediri Gencarkan Inspeksi Mendadak

Tingginya peminat minyakita subsidi dibuktikan dengan penjualan yang bisa habis dalam kurun waktu kurang dari satu minggu. “Kalau 13 karton itu biasanya bisa habis 5 hari sampai 6 hari belum sampai habis sudah ada pasokan lagi,” ucap Sri.

Ditanya terkait wacana kenaikan harga eceran tertinggi (HET) Minyakita, Sri berharap jangan sampai naik. Sebab akan menyusahkan pedagang dan konsumen mengingat semua sembako perlahan-lahan juga mengalami kenaikan.

“Kalau bisa jangan naik karena kondisinya seperti ini. Daya beli masyarakat tidak seperti dulu. Kasihan konsumen jika semua sembako mahal,” beber perempuan asal Kecamatan Kota itu.

Baca Juga: Minyakita di Atas HET Jadi Atensi Disperdagin, Ini Yang Akan Dilakukan Kepada Pelanggar

Sejalan dengan Sri, Juju Zubaidah menyebut jika stok seminggu 13 karton itu masih kurang. Karena peminat Minyakita subsidi di pasar tradisional cukup tinggi. “Seminggu sekali (stoknya, Red). Tapi 13 dus masih kurang. Peminatnya banyak karena harganya murah, jadi orang goreng mengambilnya jenis ini semua,” ungkap Juju.

Dengan realita tersebut, perempuan yang akrab disapa Zubaidah itu berharap stoknya bisa meningkat dengan harga yang tetap sesuai HET yaitu Rp 15.700 per liter. “Kepengennya stok saya ditambah. Biar semua bisa merasakan secara merata. Beberapa konsumen sering menanyakan belum dapat kok sudah habis,” pungkasnya. 

Editor : Andhika Attar Anindita
#STOK BERKURANG #minyakita subsidi #wacana HET naik #pedagang menolak #pasar setonobetek