Nasional Kediri Raya Sports Ekonomi Bisnis Pendidikan Lifestyle Khazanah Opini Seni & Budaya RK Institute Portal Kampus Internasional

Harga Daging Ayam di Kediri Merangkak Naik, Ini Alasannya!

Hilda Nurmala Risani • Selasa, 12 Mei 2026 | 19:42 WIB
MEROKET: Siti Munawaroh, pedagang ayam potong di Pasar Setonobetek melayani pembeli. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)
MEROKET: Siti Munawaroh, pedagang ayam potong di Pasar Setonobetek melayani pembeli. (HILDA NURMALA RISANI/JPRK)

 

KEDIRI, JP Radar Kediri- Jelang Idul Adha harga beberapa komoditas di pasar tradisional Kota Kediri naik. Diantaranya adalah daging ayam potong Rp 36 ribu per kilogram (kg). Sedangkan harga rata-rata di Jawa Timur Rp 34 ribu sampai Rp 35 ribu per kg.

Hal itu diungkapkan oleh Nugroho. Penjual daging ayam di Pasar Setonobetek, Kota Kediri. Dia menyebut jika kenaikan ini sudah terjadi dalam kurun waktu beberapa Minggu terakhir. “Sekarang di harga Rp 35 ribu sampai Rp 36 ribu per kg. Satu bulan sebelumnya ada di angka Rp 32 ribu sampai Rp 33 ribu per kg,” ujar Nugroho.

Menurutnya, kenaikan harga ini fluktuatif. Bisa naik dan turun dalam satu hari. Itu biasanya karena faktor pasokan yang tersedia. Jika pasokan banyak maka harga turun. Sebaliknya ketika pasokan menipis maka harga cenderung naik. Terkait penjualan juga cukup berpengaruh. Utamanya untuk ibu-ibu rumah tangga. Jika biasanya mereka bisa membeli 5 kilogram saat ini turun menjadi 3,5 kilogram saja.

Baca Juga: Harga Pakan Ayam di Kediri Melejit, Telur pun Ikut Melangit

“Kalau dari penjualan pasti berpengaruh. Khususnya konsumsi rumah tangga. Jika biasanya membeli 5 kg sekarang berkurang jadi 3,5 kg. Mengingat beberapa kebutuhan pokok harganya juga naik jadi harus membagi uang,” jelentrehnya.

Kenaikan harga ini juga turut dirasakan oleh Siti Munawaroh. Pedagang daging ayam yang sudah berjualan hampir 10 tahun itu menyebut jika kenaikan bisa terus terjadi hingga pelaksanaan Idul Adha mendatang.

“Prediksinya bisa naik terus hingga momentum Idul Adha. Pengalam sebelumnya kenaikan tertinggi bisa diangka Rp 40 ribu,” ungkapnya kepada wartawan Jawa Pos Radar Kediri.

Baca Juga: Program MBG di Kediri Dongkrak Harga Telur dan Daging Ayam

Perempuan yang akrab disapa Siti itu menyebut jika penjualan di lapaknya juga mengalami penurunan. Meskipun tidak begitu berdampak signifikan pada penjualannya. Mengingat mayoritas pembeli di lapaknya ada pedagang makanan yang sudah lama berlangganan.

Namun demikian, dia berharap jika harga ayam bisa stabil di angka Rp 32 ribu. Sebab jika harga terus naik hingga mendekati angka Rp 40 ribu maka pedagang yang kesulitan. Selain untungnya sedikit, pasokannya juga berkurang.

“Faktornya itu stok ayam. Kalau melimpah dan permintaan sedikit ya harga stabil bahkan turun. Kalau stok sedikit permintaan tinggi maka harga naik,” beber Siti.

Baca Juga: Perubahan Harga Acuan Penjualan Diduga Picu Lonjakan Kenaikan Daging Ayam dan Telur

Di lain sisi, Rina, 35, warga Kelurahan Dandangan, Kecamatan Kota menyebut jika mengurangi konsumsi ayam karena harganya naik. “Kalau dulu seminggu stok ayam 1 kilogram. Sekarang setengahnya saja, soalnya harus bagi uang dengan bumbu dapur lainnya,” pungkasnya. Dia pun mengakalinya dengan membeli telur atau ikan yang harganya lebih murah sebagai variasi lauk pauk. 

 

 

 

Editor : Andhika Attar Anindita
#naik #idul adha #daging ayam #pasar setonobetek #pasokan